Inilah kisah Nusaibah dengan 13 [musik] luka di tubuhnya demi menjadi perisai Rasulullah di perang Uhud. Saat perang Uhud terjadi, ada seorang [musik] sahabat perempuan bernama Nusaibah radhiallahu anhu. Beliau bertugas membawa kendi air untuk menyediakan [musik] minum bagi para prajurit muslim yang kehausan serta membawa perban dan perlengkapan obat untuk merawat mereka yang terluka. Saat Nusaibah [musik] sedang merawat pasukan muslim yang terluka, tiba-tiba pasukan kafir Quraisy melancarkan [musik] serangan hingga pertahanan kaum muslimin porak-poranda. Dalam situasi yang sangat kacau [musik] tersebut, musuh memusatkan serangan mereka pada satu target utama, yaitu Rasulullah. [musik] Melihat Rasulullah terdesak dan nyawanya terancam, Nusaibah tanpa ragu segera mengambil [musik] pedang dan perisai dari prajurit yang telah gugur. Ia bergabung dengan sekelompok kecil sahabat yang tersisa dan membentuk pagar [musik] betis yang mengelilingi Rasulullah. Namun, ketegangan memuncak ketika seorang pasukan kafir Quraisy, yaitu Ibnu Qamiah menerobos [musik] barisan pertahanan sambil berteriak, "Di mana Muhammad? Tunjukkan padaku di mana dia. Saat [musik] Ibnu Kamiah melihat keberadaan Rasulullah, ia langsung berlari ke arah Nabi. Namun saat itu juga Nusaibah [musik] melompat ke garis depan untuk menangkis tebas itu. Nusaibah menebaskan pedangnya berkali-kali ke arah Ibnu Qamiah. Sayangnya serangan itu tidak mampu memberikan [musik] perlawanan karena musuh mengenakan baju besi rangkap ganda. Ibnu Qamiah kemudian membalas dengan tebas [musik] pedang yang sangat kuat tepat di bahu Nusaibah hingga menyebabkan luka serius. Ia lalu membalut lukanya dengan kasar [musik] dan kembali ke barisan menjaga Rasulullah. Melihat kondisi Nusaibah, Rasulullah berseru kepada putra Nusaibah, Abdullah bin Zaid, "Ibumu, balutlah lukanya. Ya Allah, berkahilah keluarga ini." [musik] Sepanjang pertempuran itu, tubuhnya menerima 13 luka parah akibat sabetan pedang dan tusukan tombak. Dalam kondisi [musik] kritis dan napas yang tersengal, Nusaibah memohon kepada Rasulullah, "Doakanlah agar kami dapat menemanimu di surga, ya Rasulullah." Rasulullah pun mengangkat [musik] tangannya dan berdoa, "Ya Allah, jadikanlah mereka teman-temanku di surga." Mendengar doa tersebut, Nusaibah berkata, "Demi Allah, sekarang aku tidak peduli lagi dengan apun musibah yang menimpaku di dunia ini." Allahu Akbar. Yeah.
Get free YouTube transcripts with timestamps, translation, and download options.
Transcript content is sourced from YouTube's auto-generated captions or AI transcription. All video content belongs to the original creators. Terms of Service · DMCA Contact
Browse transcripts generated by our community



















