SELARAS 29: Arrum Prima Syafitri 8E | Menjaga Lisan dan Akhlak saat Berpuasa

SMPN 19 Surabaya508 words

Full Transcript

Pergi ke pasar beli buah naga, pulang-pulang kehujanan. Puasa tak hanya menahan dahaga, namun juga menjaga lisan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin waa alihi wasohbihi ajmain. Amma ba'du. Bismillahirrahmanirrahim. Hadirin yang saleh dan salehah, sebagai umat yang beragama, marilah kita tak henti panjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa taala karena dengan seluruh nikmat yang ia limpahkan kita dapat bersua kembali pada bulan suci Ramadan tahun ini. Tak lupa juga selawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Nabi akhir zaman, keluarganya, sahabatnya, dan kita sebagai umatnya yang mengikuti sunah-sunahnya mendapatkan syafaatnya. Amin. Allahuma amin. Pada kesempatan yang mulia ini, izinkan saya Arum Prima Syafitri dari kelas 8E untuk menyampaikan kultum singkat tentang betapa pentingnya menjaga lisan dan akhlak perbuatan dalam berpuasa. Nah, tak dapat dipungkiri bahwa berpuasa adalah hal yang melatih diri kita untuk menjauhi dan menghindari perbuatan-perbuatan buruk yang tidak disukai serta dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala. Adapun dengan melatih diri kita untuk tidak bersumpah serapah. Pengertian dari sumpah serapah sendiri adalah perkataan kotor atau doa buruk yang bertujuan untuk meluapkan maupun melampiaskan amarah, emosi, dan juga dendam. Nah, untuk mencapai tujuan di mana kita dapat menjaga lisan dengan benar, diperlukan juga perilaku yang baik dan akhlak yang mulia. Kebiasaan kita sehari-hari juga dapat berdampak besar pada cara kita berbicara, berperilaku, dan bersikap. Sebagaimana tertera pada hadis riwayat Bukhari 1903 yang berbunyi, "Barang siapa yang tidak meninggalkan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan." Hadis itu menegaskan bahwa puasa orang yang berdusta akan dianggap sia-sia dan tidak bernilai pahala di sisi Allah. Karena pada dasarnya puasa adalah membentuk ketakwaan, bukan hanya menahan dahaga. Nah, di sini saya juga akan memberikan beberapa cara atau tips yang mudah untuk menjaga lisan dan akhlak kita. antara lain yakni menghindari gibah. Menggibah itu terjadi karena munculnya kesalahpahaman antara masing-masing pihak yang berujung menjadi pertengkaran dan solusinya dapat diselesaikan dengan perilaku yang tidak mudah tersinggung. Yang kedua, mengontrol emosi. Diperlukan juga perilaku yang sabar atau juga kita dapat menjaga pandangan kita. dan anggota pergerakan tubuh kita. Karena gestur yang kita lakukan dapat berdampak besar bagi setiap orang. Yang ketiga tentunya menghindari perkataan kotor dan menggantinya dengan ucapan istigfar. Nah, dari kegiatan berpuasa ini kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik karena lebih mampu dalam menahan diri kita sendiri dari hal-hal yang tercela. Dan semoga hal ini akan selalu tertanam pada diri kita masing-masing. Marilah bersama-sama kita terapkan perilaku menjaga lisan dan akhlak perbuatan kita dalam sehari-hari sehingga dapat menjadi kebiasaan yang baik bagi kita semua. Manfaatkan juga kesempatan di bulan suci Ramadan kali ini untuk menghapus dosa-dosa dan memperbanyak amalan-amalan baik yang insyaallah akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Untuk itu sekian dari kultum singkat yang saya sampaikan. Semoga bisa menjadi hal yang bermanfaat bagi hadirin yang saleh dan salehah yang sedang menonton video ini. Mohon dimaafkan apabila ada perkataan yang salah terucap oleh saya. Akhir kata, selamat menjalankan bulan puasa bulan suci Ramadan. Wabillahi taufik wal hidayah wal rid wal inayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Need a transcript for another video?

Get free YouTube transcripts with timestamps, translation, and download options.

Transcript content is sourced from YouTube's auto-generated captions or AI transcription. All video content belongs to the original creators. Terms of Service · DMCA Contact

SELARAS 29: Arrum Prima Syafitri 8E | Menjaga Lisan dan A...