Duduki Gedung DPR/MPR, Mahasiswa Desak Presiden Soeharto Mundur | Flashback

Official iNews2,071 words

Full Transcript

berumus seperti administrator sekarang ini. [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] Suarto [Tepuk tangan] Soarto [Tepuk tangan] Awas, [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] awas ya. Tolong ada duduk kepada yang di belakang bisa melihat. Tolong mundur mundur duduk duduk duduk duduk. Saudara-saudara juga kita meminta dan saudara demikian dari saya karena tahun penjara hanya karena mengeritik Haji Suanto hidup. Hidup hidup. Allahu Akbar. Allahu Akbar. [Tertawa] [Tepuk tangan] Mohon duduk karena kita yang [Tepuk tangan] direktur kawan-kawan tanah air [Tepuk tangan] [Tertawa] Wentar tak gentar menyerang menyerang majulah majulah menang will hold [Tepuk tangan] kita dibawa di tangga sekarang telah menjadi lautan api mari rebut kembali press conference press conference Bandung ibu kota periangan Halo kenangan rebut [Tepuk tangan] kembali [Musik] [Tepuk tangan] hadirkan tidak berjumpa dengan kau sekarang telah kabut kembali [Tepuk tangan] Sudah lama beta tidak berjumpa jadi lautan api. Mari bung romah. [Musik] Hadi hadiri habibi tolak habibi tolak habibi tolak habibi tolak habibi tolak habibi tolak habibi tolak habibi petani seluruh lapisan masyarakat Indonesia hari ini akan menyatakan sikap kami [Musik] neraka bengis dan tidak berbudaya belum tumbang. Perjuangan panjang tidak kunjung henti yang dilakukan berbagai pihak selama tiga dasar warsa selama ini disertai jatuhnya jutaan nyawa serta penderitaan rakyat di Tanjung Priuk, di Aceh, di Lampung, di Sanggoledo, di Madura, di seluruh bagian persada Nusantara, di desa terpencel di kota, di timur-timur, di kampung-kampung miskin. di-oro gelap dan di kampus-kampus masih terus berlangsung. TKI kita yang di Malaysia juga kekuatan rakyat, lelaki dan perempuan dari berbagai latar belakang agama dan keyakinan, suku, ras, dan di antaranya terdiri dari terdiri dari mahasiswa menuju menuju kita harus mampu melanjutkan itu saja. [Tepuk tangan] yangur terbuka dan bebas dari teror dan jual beli suara. [Musik] [Tepuk tangan] Keempat, kita menginginkan presiden baru yang kita pilih sendiri. [Tepuk tangan] Kita tetap menuntut agar kekerasan terhadap siapapun dihentikan baik rencana halus maupun kekerasan senjata. [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] bukan pelaku sejar [Tepuk tangan] [Tepuk tangan] semua Mas kalau saya jadi otoritas saya kunci ini telah pribadi bisa. Oh gampangil ya. Saya saya tidak tahu apakah teman-teman seperti yang disuarakan tadi akan tetap memperjuangkan komitmen mereka untuk reformasi total. Tapi kalau Pak RT sendiri dalam kapasitas sebagai orang yang hadir dan selalu mengkritisi ee rezim lama ya terutama. Iya. Jadi begini, Mas. Ee seharusnya Soeharto ini sudah melakukannya pada waktu sidang umum dulu, yaitu mencetak atau membentuk ee pemerintahan peralihan. Karena sekarang Habibi harus berperan sebagai pemerintahan perah. Jadi dia bukan presiden yang ketiga yaitu presiden peralihan. Nah, syarat daripada persan peralihan yaitu pertama tentu saja status ko diakomodasi, tetapi orang-orang yang memerlukan suatu perubahan atau reforma saya kira siapa? Saya kira hargai duit ee ee apa namanya ee harus mengakomodasi juga yang mengingirkan suatu perubahan. Nah, jadi kalau dia tidak memilih orang-orang yang objektif dan bersih itu sama aja dengan pola Soeharto yaitu kawan-kawannya sendiri itu dipilih lagi atau adiknya atau saudaranya begitu. Jadi itu ee syarat pertama. Yang kedua, kalau dia tidak melakukan apa yang saya katakan tadi, bahkan saya sendiri juga bersedia menjadi Menteri Keuangan. He. Tapi persyaratan saya yaitu semua rekening-rekening pribadi dan tidak pribadi yang hasil karya dari 30 tahun ini itu saya begukan itu persyaratannya begitu. Menggunakan apa tuh password? Iya sebentulnya password-nya ada lah bisa di karena markos juga dibukukan Iran juga dibegukan. Kalau tidak itu enggak efektif lagi. Karena dana itu adalah dana vampire yang vampire kan makanannya darah toh. Darahnya itu harus dibegukan dan itu bisa dilakukan oleh penguasa yang resmi ya. Penguasa resmi sekarang di bawah Habibi ini. Apa tidak terlambat kalau sekarang dilakukan? Oh enggak enggak uangnya enggak akan ke mana-mana. Dia masih ada di di dunia kan cuman kecuali dibawa ke Mars ya. Saya kira ada masih ada dan bisa diterasin. Kalau kita melihat kedekatan hubungan Habibi dengan rezim lama dan warna Habibi selama ini, apakah mungkin Habibi akan melakukan perubahan? Jadi enggak, dia enggak akan melakukan berarti dia enggak akan langgeng. Mungkin hanya seminggu lagi kali dia menjadi begitu dia umumkan kabinetnya kelihatan warnanya dan ee dia tidak akan lama dan akan enggak usah diogrok-ogro, dia akan turun sendiri. Karena di dunia juga dia enggak dipercaya. Kalau dia mengakomodir berbagai ee kelompok bahkan termasuk dari partai-partai yang lain gitu, bagaimana? Kelompok reformasi ini sebenarnya bukan yang teriak-teriak itu. Reformasi itu adalah ee begini yaitu yang mengakomodasi kepentingan kepentingan rakyat yang dulu formula saya itu 2/3 daripada nilai tambah nasional ini harus bisa di nikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Itu pasal 33 sebenarnya. He. Jadi enggak usah gembar-gembor pasalnya, yang penting ee saya perkuat rupiah, kemudian rupiah itu ada income masuk. Income masuk itu untuk 2/3 untuk kepentingan rakyat gitu. Secara real bahwa ekonomi kita sekarang ambruk ditambah dengan tidak jalannya perekonomian selama beberapa hari ini. Eeah, Anda melihat bagaimana untuk recovery? Oh, recovery itu kan sumbernya kepercayaan dan ee Habibi ini masih belum boleh dipercaya. Kalau dalam pemilihan atau pidato nanti malam itu belum mencerminkan atau mengakomodasi perubahan. Jadi 2/3 harus perubahan, sepertiga adalah status ko. Kalau kebalik 2/3 apalagi 99,9 status hanya ganti presidennya tapi presidennya di belakang pintu. Dia masih di balik ee apa di balik e jendela masih bisik-bisik enggak ada gunanya. Jadi Anda cuman dapat gibulan-ibulan aja. Tarto ya. Anda sepakat dengan ee apa? Selentingan usulan untuk mengadili katakanlah ee sebenarnya bukan kata-kata mengadili terlalu keras dan terlalu tidak sopan. Sebenarnya pertanggung jawab Pak Harto selalu menekankan presiden itu adalah bukan pekerjaan tapi sudah tanggung jawab. Dan tanggung jawab itu misalnya Anda mempercaya saya kemudian karena saya sakit dan saya tidak mampu lalu saya kasihkan tetangga itu namanya enggak tanggung jawab itu. Jadi dia harus mempertanggungjawabkan ee dan kemarin itu eh tadi pagi itu masih tindakan sepihak. He. Ee jadi dia harus mengembalikan mandataris. Sebab waktu pelantikan Habibi dia bukan sebagai mandataris gitu. Jadi tidak boleh mandates itu tanggung renteng itu loh. Nanti Habibi dia bilang, "Saya dengan ini saya tidak mampu membentuk ee apa namanya? membentuk kabinet ee baru karena ee para dosen tidak mau sudah memboikot, tidak mau tidak mau apa namanya tidak mau tidak mau dipilih seperti tadi pagi kan dia enggak bisa ngumumkan karena ee enggak ada yang mau karena rektor-rektor itu saya juga telepon-telepon dengan mereka ee enggak usah saya dia juga telepon saya Pak Harto kanak saya kan enggak punya rektor nih jadi saya enggak usah disuruh pun saya enggak akan terima begitu ya jadi saya kira ee harus diteruskan ee bukan dengan teriak-teriak ini tapi dengan suatu kegiatan yang profesional karena ekonomi ekonomi kita memang berat sekali. Oke. Dan itu sumber kepercayaan masih belum hilang. Jadi ketidakpercayaan itu masih ada yang agak pragmatis. Masih pragmatis pertama pertama yang harus dikerjakan sekarang adalah mengembalikan lagi ee proses distribusi lalu apresiasi rupiah. Saya sendiri sudah menjanjikan saya bisa melakukan itu. Anda dulu dikritisi karena harus menjual enggak? Saya yang saya punya dua kapal. Heeh. kapal di atas itu mem-forward ke sumber daya alam yang selektif. Lalu kapal yang kedua, kapal selamnya itu adalah rekening rekening koran pribadi maupun non pribadi yang saya petukan. Cuma saya enggak ngomong waktu Anda punya prediksi berapa nilainya? Oh, bisa sampai kalau orang asing aja di sini 200 juta dolar per bulan. Lalu setahun 2,4 miliar. Mosok penguasa hanya 2,4 miliar. Saya kira penguasa minimal 5 miliar setahun. Jadi 5 miliar 32 tahun sekitar 160 miliar. Yang saya minta enggak seluruhnya sepertiga dulu lah. Kalau nanti sepertiga muncul ya saya minta yang 2/3. Cing you know when you have you have you have the house or you have the palace it's like in in London you know every 4 o there is a changing guard. So this is changing gun but the queen is still there. The king the queen is gone. But he can't last can he not? How can he? Habib Habibi Habibi will if he could he has no guts to accommodate the the wishes of the reformer or the wishes of the new participants. What I'm afraid of is that many new participants coming out as a second generation Lim Suong. That's what I'm afraid of. of eh Lim Sulyong. Lim Lim Sulyong is in the old days in the Soeharto days eh Soearto accommodate the Chinese. But these days also many many eh anak angkat many opportunist opportunist coming up many people change their colors you know in a very short time they become chameleon blon blunglon. So it if all right now with with getting rid of So the whole country had to like stand up and revolt to get rid of habibi. Yeah. I mean he did it by the constitution. No this constitution is a matter of like a beauty. No beauty is in the eyes of the beholder. So constitution also in the eyes of the mandator mandator you know the president as a mandator is the holder of the the one who was trusted by the by the parli but he should return this letter of appointment to to the one who appoint him not not give it to not give it to the next door you know but that may still happen there may still be this extraordinary session right yeah this in Indonesia I mean something has happened though you have students The triggering point is the one is no one organized. It is no one organized. Everybody jump on their head. Everybody using their their head you know on top of head like suddenly Adnan Buy. It's a different timing. [Musik] [Musik] Hiupan Adilan Soeharto. Semua kebagian. Semua kebagian. Sebentar yang penting yang penting duduk yang rapi. [Musik] [Tepuk tangan] Oke, hadirin, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, sependitaan, bangsa-bangsa. Memang memang saya rasa begitu aja rupanya [Tepuk tangan] memang oke terima kasih atas sambutannya yang jadi sekali lagi kepada anggota agar bersabar bersatu dengan rakyat mudah-mudahan di kalangan nanti reformasi akan diperhatikan sekali lagi akan diperhatikan. [Tepuk tangan] Juga perlu diketahui bahwa di kalangan pendidikan yang sebagai motor untuk tolak negara ini adalah banyak kekotoran. Banyak kekotoran. Sekali lagi di situ banyak manipulasi dan sebagainya. Kalau sudah tahu di kalangan pendidikan sekarang kami untuk tahunan ajaran baru hilangkan daripada uang panggang. [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] Karena uangal itu hanya dipakai untuk uklum-klum saja, bukan termasuk [Tepuk tangan] saya. Silakan kebagian baju satu stel. Kami kebagian baju satu stel. Tapi dalam hati saya tidak setuju dengan sekarang kita [Tepuk tangan] ada [Tepuk tangan] tadi apa bedanya naiki DB BM iya sama naik kuda. Bedanya naik kuda adalah pendno. Oleh karena itu, yang [Tepuk tangan] hakikat dialah menuntut Suharta. Tapi sekarang alhamdulillah sudah turun. Yang paling penting ialah adanya kabinet yang bersih dari kolusi, korupsi, konuisme dan metodisme. [Tepuk tangan] [Musik] rekan-rekan mahasiswa seluruh Indonesia ya, bahwa bagaimana kondisi rakyat Indonesia kemarin-kemarin sangat kecewa, sangat prihatin. Apalagi, Saudara-saudara, nasib-nasib janda-janda turut. Kaum apa yatim piatu yang belum pengin sekolah? Bilang belum pengin sekolah, belum bisa mau sekolah dana tidak ada. Dia bilang, "Bagaimana mungkin kemarin-kemarin wong Soeharto aja belum sewaklas Harto, tapi sekarang alhamdulillah ya." Setuju, setuju kita melakukan reformasi total. Setuju rekan-rekan mahasiswa bahwa di Indonesia ini yang paling pertama kita tekankan ialah persatuan dan kesatuan. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan, rakyat akan gampang dipecahkan. Karena persatuan dan kesatuan adalah puncak keberhasilan dan kemajuan bangsa Indonesia ini. Rekan-rekan mahasiswa saya ini bukan Zainuddin [Musik] MJ. Katanya kalau Zainuddin MJ kan dai sejuta umat. Kalau saya enggak kubuh umatnya. Rekan-rekan mahasiswa, kita melihat bahwa kekayaan para pejabat, para konglomerat yang begitu menyinjak, begitu melonjak. Di sisi lain kemiskinan semakin raja lela. Allah menurunkan suatu azab. W Krismon datang. Kalau Allah sudah turun pecok cer nih sudah muat lihat kondisi negara Indonesia ini. Maka goyang nih Soeharto nih. Oleh karena itu, rekan-rekan mahasiswa, kalau saudara saya bilang pengin punya backing, jangan kolonel tanggung. Kalau punya backing jangan jenderal kecil apalagi kopal. Kalau punya backing, backinglah yang maha backing yang tidak pernah bisa untuk [Tepuk tangan] dibacking. Rekan-rekan mahasiswa, rekan-rekan rakyat seluruh Indonesia, APRI dari rakyat. Apri lahir dari rakyat, presiden pun munculnya dari rakyat. Ada kemarin hari ibu yang belum ada itu hari Bapak Ibu berasal dari ABRI apabila maaf berasal dari rakyat. Kalau seandainya ABRI tidak mau bersatu dengan rakyat dia mau bersatu dengan siapa lagi? Apakah ABRI mau membantu satu keluarga yang hanya 102 orang saja atau mau membantu penduduk atau rakyat Indonesia yang jumlahnya 200 juta lebih? [Musik] [Tepuk tangan] Bagaimana kalau seandainya kita melakukan aksi ini sampai sidang istimewa untuk kondisi negara ini [Tepuk tangan] bisa kembali lagi

Need a transcript for another video?

Get free YouTube transcripts with timestamps, translation, and download options.

Transcript content is sourced from YouTube's auto-generated captions or AI transcription. All video content belongs to the original creators. Terms of Service · DMCA Contact

Duduki Gedung DPR/MPR, Mahasiswa Desak Presiden Soeharto ...