[B2C - Series 53] Optimalisasi Copilot AI dalam Analisis Dokumen dan Penyederhanaan Informasi

BINAR18,421 words

Full Transcript

ee hewan buas [musik] kita mau menjinakan ID tersebut atau enggak? Sangat sangat menurut saya akan sangat membantu kita [musik] dalam melaksanakan tugas fungsi sehari-hari gitu ya. Lebih mengefisiensikan dan juga mengefektivitaskan cara kita [musik] melayani masyarakat. 100.000 ASN dilatih dengan sertifikasi global. [musik] 34 provinsi dari Aceh hingga Papua terjangkau. Sebagai daerah yang masih berhasil lepas dari yang namanya 3T itulah yang masih perlu banyak belajar dan itu salah satu alasan saya kenapa termotivasi untuk mengikuti kegiatan ini gitu. ASN lebih percaya diri menggunakan AI, [musik] lebih cepat beradaptasi teknologi dan siap meningkatkan pelayanan publik. dan AI [musik] itu sangat membantu ee dalam proses saya belajar bagaimana menyusun kemudian kurikulumnya menyesuaikan dengan usia anak yang kami untuk ikuti pelatihan ini saya merasa sebagai [musik] guru harus mengisi dulu ee tangki ilmu saya agar saya bisa sedikit berbagi. Nah, harapannya dengan adanya platform seperti AI ini kita bisa menemukan [musik] bentuk kontribusi lain apa sih yang bisa kita lakukan lewat ee teknologi gitu. [musik] Dari literasi EAE, otomatisasi kerja hingga kolaborasi lintas instansi, Garuda membuktikan bahwa transformasi [musik] digital dimulai dari ASN. [musik] [musik] [musik] [musik] [musik] [musik] [musik] [musik] Garuda AI 2025 bukan sekedar program, ia jadi momentum besar untuk mencetak ASN Siap Digital. Bersama Microsoft Elevate, Binar, [musik] Komdig, dan Yayasan BUMN, kami hadirkan ekosistem belajar digital yang berdampak nyata. Jadi sebagai [musik] seorang guru, sebagai seorang penggerak literasi, saya mengikuti berbagai macam kelas. Salah satunya [musik] yang kelas di Microsoft ini kelas gratis. Ee apalagi kayak ya, kami berada [musik] di pulau di pulau kecil yang namanya Kaba. Di dunia pendidikan saat [musik] ini kalau kita tidak menggunakan IT itu ibarat ee hewan buas. [musik] Kita mau menjinakan IT tersebut atau enggak? sangat sangat menurut saya akan sangat membantu kita dalam melaksanakan tugas fungsi [musik] sehari-hari gitu ya. Lebih mengefisiensikan dan juga mengefektivitaskan cara [musik] kita melayani masyarakat gitu. 100.000 ASN dilatih dengan [musik] sertifikasi global. 34 provinsi dari Aceh hingga Papua terjangkau. Sebagai daerah yang masih berhasil lepas dari yang namanya 3T [musik] itulah yang masih perlu banyak belajar dan itu salah satu alasan saya. Kenapa termotivasi untuk mengikuti kegiatan ini [musik] gitu. ASN lebih percaya diri menggunakan AI, lebih cepat [musik] beradaptasi teknologi dan siap meningkatkan pelayanan publik. Dan AI itu sangat membantu ee dalam proses [musik] saya belajar bagaimana menyusun kemudian kurikulumnya menyesuaikan dengan usia anak-anak yang kami dap. pelatihan ini saya merasa [musik] sebagai guru harus mengisi dulu ee tangki ilmu saya agar saya bisa sedikit berbagi. Nah, harapannya dengan adanya platform seperti [musik] AI ini kita bisa menemukan bentuk kontribusi apa sih yang bisa kita lakukan lewat eh teknologi [musik] gitu. Dari literasi AI, otomatisasi kerja hingga kolaborasi [musik] lintas instansi, Garuda membuktikan bahwa transformasi digital dimulai dari ASN. Jembet [musik] [musik] [musik] [musik] [musik] Oke, tes tes. 1 2 3. Apakah suara saya terdengar Bapak Ibu semuanya? Ini Bu Iya terdengar. Oke, siap dengar Pak. Oke, siap. Terima kasih Bapak Ibu semuanya untuk konfirmasinya. Oke, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, halo. Selamat pagi Bapak, Ibu semuanya. Kita kembali lagi di webinar B2C [berdehem] kalian ini kita di pagi hari ini. Boleh dong mungkin di tulis-tulis dulu di meeting chat Bapak Ibu gimana kabarnya hari ini? Apakah sudah ada yang WFH gitu karena sedang efisiensi energi atau masih ke kantor nih Bapak, Ibu nih hari Jumat nih kita coba-coba hari Jumat karena kan ee kebanyakan pada hari Jumat WFH nih. Jadi coba ah kita bikin B2C webinarnya di hari Jumat pagi. Wih, alhamdulillah WFH. Wih, siap. Ini enak nih kalau Bapak Ibu WH berarti bisa lebih dekat sama anak ya Bapak Ibu ya. Bisa nyiapin sarapan. Kecil suaranya. Oh iya sebentar. Saya coba cek input audionya. Oke, harus nyaman sih. Sedang W dan hujan. Wah, nyaman sekali nih kelihatannya udah siap-siap. Malam masih rubah nih. Jangan-jangan nih kalau udah hujan nih. Alhamdulillah WH mulai hari ini. Wis, siap. Waduh, yang WF semangat Bapak Ibu yang masih bekerja di kantor. Semoga semuanya dalam keadaan sehat ya Bapak Ibu. Karena ini sudah musim pancaroba mau ganti musim ke kemarau saja sudah mulai batuk-batuk. Semoga Bapak Ibu semuanya dalam keadaan sehat walafiat terus. Oke sambil Bu Eva di rumah. Siap. Alhamdulillah. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya kita kembali lagi di webinar B2C. kita sudah masuk ke series 53 nih. Tapi sebelum kita masuk ke sesi utama dengan Mas Kalvin gitu ya, dengan ee tim BINAR juga yang akan dijelaskan terkait dengan LMS, kita awali dulu dengan baca doa terlebih dahulu agar acara kita berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir. Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Dimulai. Berdoa selesai. Oke, sebentar ini ada yang minta virtual background saya. Silakan Bapak, Ibu jangan lupa yang bisa oncam silakan oncam. Kita ramaikan aja webinar kita B2C. Yang bisa oncam silakan oncam bisa unduh di link yang sudah saya share di meeting chat ya, Bapak Ibu. Ramaikan aja entar ini Mas Kalv. Oke. Baik, Bapak Ibu semuanya selamat datang, selamat bergabung. Apalagi Bapak Ibu yang mungkin baru pertama kali ikut webinar kita gitu ya, sebelumnya mungkin ikut webinar dengan instansi kita ada webinar B2C juga gitu ya. Jadi ini webinar yang mungkin tidak ada ini ya enggak terlalu formal gitu ya, enggak ada sambutan, enggak ada apa, kita langsung materi satset aja gitu. Di mana di webinar BINDUS yang ke-53 ini kita akan membawakan tema yaitu optimalisasi copilot AI dalam analisis dokumen dan penyederhanaan informasi. Dan di webinar kali ini kita akan mendengarkan dan mendapatkan banyak banget materi dan ilmu gitu ya dari Mas Kalvin Kapnari. Sebelumnya izin perkenalkan diri mungkin kalau ada Bapak Ibu yang baru pertama kali join di webinar kita. SPL izin perkenalkan nama saya Firdaus. Di sini saya dari PBinar Akademi akan memandu acara webinar pada pagi hari ini dari awal hingga akhir. Dan kami informasikan kembali Bapak Ibu semuanya bahwa acara ini terselenggara atas kolaborasi antara Microsoft Indonesia Binar Akademi dan Badan Kepegaian Negara atau BKN melalui sebuah inisiatif nasional Elevate Garuda atau Gerakan AI untuk resiliensi dan kedaulatan nasional e tahun 2026. Dan tujuan utama dari program ini adalah mengembangkan kompetensi masyarakat yang unggul di era AI. Oke, seperti biasa sebelum kita mulai ke materi, kita akan menjelaskan terlebih dahulu untuk rules ya, Bapak, Ibu semuanya yang sudahudah nampak di layar baik di layar Zoom ataupun yang di YouTube Bapak Ibu semuanya. Sebentar YouTube. Oke, YouTube juga sudah jalan. Jadi untuk rules seperti biasa durasi kita kurang lebih 2 jam mendatang. kita ada sesi Q& Bapak Ibu tolong maksimalkan banget kesempatan untuk bertanya langsung ataupun sharing juga boleh gitu ya. Kalau pakai copilot ada kendala atau pakai lain gitu ada kendala boleh banget nanti sharing aja dengan Mas Kalvin gitu berbagi ilmu gitu atau ada tips trik sama dari Bapak Ibu juga boleh gitu. Silakan nanti klik aja raise hand-nya atau tulis aja di meeting chat saat bentar ini ada yang request lagi saat sesi Q& kemudian Bapak Ibu boleh nikmati event ini mungkin yang WFH atau yang di kantor sambil ngopi gitu sambil sarapan boleh banget gitu ya asalkan tetap fokus mengikuti webinar kita dan jangan lupa gunakan nama lengkap sesuai dengan KTP Bapak Ibu jangan pakai inisial ataupun nama panggilan rumah gitu ya Dan sekali lagi selalu mute mikrofonnya ketika webinar berlangsung kecuali sudah dipersilakan oleh moderator ataupun narasumber. Jadi saya izin untuk me-mute Bapak Ibu yang tidak berkending. Nah, oke kita lanjut. Nah, ini untuk randonya untuk di webinar hari ini kita ada opening dan kita tidak ada preest ya, Bapak Ibu baik di YouTube ataupun Oh, kalau di YouTube nanti Bapak Ibu bisa isi pre test di ini ya, di apa di deskripsi YouTube karena kan Bapak Ibu tidak join di Zoom. Kalau Bapak Ibu, Bapak Ibu yang di Zoom sudah isi preest di awal saat ee isi pendaftaran ya, di situ ada pertanyaan lima pertanyaan terkait dengan A. Jadi, tidak usah isi pretes kembali. Kemudian nanti akan ee saya jelaskan kembali terkait dengan program Garuda II. Dilanjutkan sesi materi oleh Mas Kalvin dan ada sesi Q&A dan akan dijelaskan terkait dengan registrasi akun LMS dan nanti di akhir ada presensi dan juga foto bersama. Pungsingan Diraw. Oh kan. Sudah hadir jadi [tertawa] absen ya. absen. Oke, kita langsung aja ke sesi yang pertama yaitu penjelasan terkait dengan program Garuda AI. Sebentar saya izin share screen. Oke. Oke. Layar D-nya sudah terlihat ya, Bapak, Ibu semuanya. Oke. Baik, Bapak Ibu semuanya, kita masuk ke sosialisasi program Garuda AI. Mungkin Bapak Ibu yang sering ikut program kita sudah bosan banget nih mendengarkan penjelasan terkait sosialisasi program G AI. Jadi program ini salah satu program yang mendukung gitu ya, program nasional Pak Presiden Prabowo Subianto untuk bertransformasi digital di pemerintahan kita agar pemerintahan kita lebih efisien dan efektif lagi ke depannya. Apalagi A ini semakin maju ya Bapak Ibu di manaun kita pakai matchos apapun sudah ada AI gitu main game pun sudah ada AI. Jadi ee kita harus bertransformasi digital dan bisa beradaptasi gitu. Nah, untuk program Guardo AI atau gerakan a nasional didukung oleh Microsoft Elevate Fine 26 di mana di BAT 2 ini kita punya misi bisa bermanfaat, bisa berdampak ke 145.000 R lebih pekerja profesional, ASN dan juga masyarakat pada umumnya agar nantinya bisa dibekali keterampilan AI dan bisa cepat gitu ya dalam pekerjaannya, lebih transparan lagi dan juga lebih dipercaya oleh masyarakat. Nah, program Garda E atau Microsoft Elevate FY26 gitu ya atau biasa Bapak Ibu ya dengar program Gorda AI gitu ya, merupakan inisiatif terbaru dari Microsoft Indonesia di mana fokus utama di program ini yaitu keterampilan dan juga pendidikan AI. Dan tujuan utama kita adakan program ini adalah kita berharap Bapak, Ibu semuanya yang di sini ataupun masyarakat Indonesia gitu pada umumnya bisa beradaptasi dengan kemajuan AI gitu ya. Bisa memanfaatkan AI lebih lanjut lagi gitu, bisa memanfaatkan AI untuk pekerjaannya gitu ataupun di kehidupan sehari-hari. tidak merasa terancam nih akan hadirnya ee AI, melainkan bisa memanfaatkan dan membantu Bapak Ibu menjadi asisten lah gitunya di kehidupan sehari-hari gitu. Nah, untuk B 2 ini kita punya misi yang sudah saya mention sebelumnya di 145.000 lebih ee pekerja profesional ASN ataupun masyarakat Indonesia pada umumnya bisa mendapatkan manfaat dari program Garuda AI. Nah, kita untuk program God II sudah melaksanakan kurang lebih 2 B. Sebentar saya izin mute dulu. Eh, di mana di B1 kemarin di tahun 2025 kita sudah memberikan manfaat kepada 100.000 lebih 100.000 lebih ya 100.000 lebih pendidik, pemuda dan aparatur negara di Indonesia. Mungkin ini hanya sedikit gitu ya testimoni dari Bapak Ibu yang sudah mengikuti di BAT 1 kemarin. Nah, ini untuk overall journey-nya. Yang pertama kita ada campaign dan sosialisasi di Binar Akademi gitu ya, di Instagram-nya ataupun di Facebook gitu ya. Kita sering memberikan ee edukasi gitu terkait dengan AI. Di YouTube-nya juga kita sering memberikan edukasi-edukasi terkait dengan AI. Jadi kalau Bapak Ibu tidak bisa ikut webinar di Zoom, boleh banget nanti ikut ee webinar lewat YouTube nanti akan dapat sertifikat juga. Nah, nanti Bapak Ibu kita arahkan untuk belajar lebih dalam lagi terkait dengan AI dengan banyak modul, dengan banyak video learning, assesment gitu secara gratis nih lewat LMS kita, LMS Gorda AI. Nanti kita di akhir akan jelaskan bagaimana cara daftarnya ataupun Bapak Ibu sudah explore gitu apalagi atau ada yang sudah mendapatkan sertifikatnya karena di sini di LMS G LMS GAI Bapak Ibu akan mendapatkan sertifikat senilai 8 jam pembelajaran. Nah, sambil Bapak Ibu lewat ee belajar lewat LMS kei gitu ya, belajar di mana pun, kapanpun gitu ya, nanti Bapak Ibu akan dibarengnya juga ee bisa mengikuti live webinar yang kita adakan setiap minggunya seperti ini. Jadi, Bapak Ibu kalau mau join di live webinar kita untuk jadwal jadwalnya kita sudah sering share di LMS ataupun di Instagram Pinar Academy. Suaranya kecil emang. Iya, ya. Entar maju lagi deh dekatin laptop ya. Dan untuk di live webinar ya, Bapak, Ibu ee kita memberikan sertifikat pastinya senilai 2 jam pembelajaran dan nanti di puncaknya kita akan mengadakan I summit di mana kita ee IMIT-nya dilaksanakan secara regional dan juga nasional. Oke, kita lanjut next. Nah, untuk overall programnya di LMS Garuda A kita ada dua learning pad di mana yang pertama yaitu AI for public impact for nonleaders dan AI policy left for leaders. Jadi masing-masing akan mendapatkan sertifikat senilai 8 jam pembelajaran dan masing-masing ada tiga level. Jadi, Bapak Ibu bisa menyesuaikan untuk e memilih sesuai dengan pekerjaannya. Mungkin sebagai staf, fungsional, ataupun ee lebih dekat dengan pelayanan masyarakat bisa pilih I for public impact for nonleaders. Ataupun kalau Bapak, Ibu sebagai pimpinan atau pembuat kebijakan bisa pilih iolacil for leaders. Nanti di sana ada materi-materinya dan berbeda ya antara satu dengan yang lainnya di learning pad-nya. Tapi Bapak Ibu bisa menyelesaikan dua-duanya asal yang salah satunya sudah di ee kerjakan diselesaikan semuanya. Nah, ini untuk break down lebih detailnya gitu ya. Masing-masing tadi ya akan mendapatkan sertifikat senilai 8 jam pembelajaran. Oke. Nah, ini untuk AI Summit Bapak Ibu semuanya kita akan mengadakan regional dan nasional. Untuk regional sendiri kita sudah mengadakan di Banten nih, Bapak, Ibu. Di minggu kemarin mungkin kalau ada Bapak, Ibu yang pernah join ee lewat Zoom ataupun langsung gitu ya, hadir di Banten kita sudah mengadakan di minggu kemarin. Nanti kita paling dekat akan adakan di Provinsi Jawa Timur. Jadi kalau Bapak, Ibu ada yang ee dekat dari Provinsi Jawa Timur, nanti kita ee akan infokan lebih lanjut tempat dan waktunya di Instagram Binar Akademi gitu. Nah, nanti untuk AI National Summit-nya kita akan mengadakan di Jakarta di bulan Juni. Di sana akan ada diskusi panel terkait dengan AI, terkait dengan kebijakan gitu ya, terkait dengan regulasi dan juga ada keynot beach dari ee pejabat-pejabat, tokoh-tokoh penting dalam dan luar negeri dan pastinya ada penganugerahan bagi Bapak Ibu yang menerima award. Nah, ini untuk award yang Bapak Ibu bisa dapatkan gitu ya. ada empat wording ini nanti Bapak Ibu asalkan sudah menyelesaikan LMS-nya Bapak Ibu akan berkesempatan mendapatkan keempat word ini. Nah, ini mungkin kalau ada Bapak Ibu yang ee mau mendaftarkan instansinya bekerja sama dengan Binar boleh scan barcode ini atau nanti klik link yang akan saya share di meeting chat. ee ataupun nanti ini Bapak Ibu yang mau join di komunitas WA Garuda kita mungkin ada kendala gitu ya terkait dengan LMS ataupun sertifikat gitu ya. Udah ikut 2 minggu kemarin tapi belum dapat nih sertifikatnya silakan aja join aja di grup kita. Di situ ada admin kita admin Garuda. Silakan PC aja. Kalau Bapak Ibu sudah misal 2 minggu atau 3 minggu sudah ikut webinar, sudah mengisi post tes dan presensi tapi belum dapat sertifikat, silakan hubungi aja admin Garuda ataupun di WA grup kita. Nanti silakan tulis nama dan email-nya. Oke, mungkin itu aja terkait dengan penjelasan LMS Garuda AI. Cara akses LMS-nya gimana? Nanti di akhir saya akan bantu jelaskan ya, Pak. Oke, nanti di sana juga akan saya berikan ee guidebook dan juga video tutorialnya. Jadi, kalaupun terlewat di hari ini akan bisa ee lihat di video tutorialnya. Sertifikat akan dikirim ke email pasar. Betul, sertifikat akan kita kirimkan ke email Bapak, Ibu semuanya secara langsung gitu ya. Paling lama hapes 7 hari kerja setelah webinar berlangsung. Jadi, ee pastikan kalau isi post tes di akhir gitu ya. Jangan lupa nama lengkapnya gitu sama emailnya jangan sampai salah karena kalau salah pasti tidak akan terkirim ke email-nya Bapak Ibu dan juga kalau ada salah nama kita tidak menerima ubah sertifikat ya Bapak Ibu karena datanya udah terlalu banyak gitu. Oke kita langsung aja masuk ke sesi utama kita yaitu materi dengan Mas Kalvin. Dari Mas Kalvin apakah sudah ready Mas Kalvin atau Mas hadir Mas Firdaus? Oke. Ini kok aku belum disebut. Oke, siap. Gimana kabarnya hari ini, Mas Kalvin? Ketemu lagi. Sehat-sehat, Mas Firdaus. Sudah lama ya enggak ketemu ya, Mas ya? Iya, Mas. Terakhir itu mingguah ya, terakhir lalu ya kayaknya sebelum summit apa ya, Mas? Kayaknya, Mas. Oh, iya kayaknya sebelum summit itu, Mas. Iya, kayaknya pan RB. Pan RB. Iya, benar. 31 Maret Mas. [tertawa] Ah, lama Mas 10 hari lebih. Iya iya ya, ya, ya, ya. Oke, ini sudah siap, Mas Kalvin hari ini? Insyaallah, insyaallah siap, Mas Firdaus. Kalau sudah siap waktu dan layar saya persilakan, Mas Kalvin. Oke, thank you, Mas Firdaus untuk waktu kesempatannya. Selamat pagi Bapak dan Ibu semua ya. Semoga sehat selalu Bapak dan Ibu gitu. Untuk Bapak dan Ibu juga yang sudah mulai WFH gitu ya, Bapak dan Ibu ya, juga dan yang masih ke kantor gitu ya. Semangat terus ya, Bapak dan Ibu ya, gitu. Nah, hari ini Bapak dan Ibu kita bisa belajar bareng nih tentang gimana cara memaksimalkan AI khususnya pakai copilot kita Bapak dan Ibu gitu ya untuk analisis dokumen dan decision intelligence Bapak dan Ibu gitu ya. Jadi sekarang enggak cuma Bapak dan Ibu bisa tanyain tentang resep doang gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Atau Bapak-bapak nih yang bisa biasanya buat hobi lagi hobi lari sepatu apa yang bagus gitu kan ya Bapak dan Ibu ya atau apa nih ban yang cocok nih buat sepeda saya gitu ya atau gimana caranya biar motor saya enggak berebet gitu. Nah, tapi bisa juga nih Bapak dan Ibu untuk analisis dokumennya Bapak dan Ibu juga gitu ya. Terutama untuk bantu kita mikir nih Bapak dan Ibu gitu ya untuk make decision. gitu ya. Jadi dengan AI ini nanti kita bisa bikin decision yang lebih terarah sistematis gitu ya Bapak dan Ibu ya dan juga yang paling penting tepat guna Bapak dan Ibu gitu caranya gimana. Nah itu yang kita akan pelajari hari ini Bapak dan Ibu ya. Nah tapi sebelumnya Bapak dan Ibu salam kenal gitu ya bagi Bapak dan Ibu yang baru join, yang baru ikut sesi kita gitu ya. Nah untuk Bapak dan Ibu yang sudah join, yang sudah pernah ikut selamat datang kembali Bapak dan Ibu. Tapi izinkan saya memperkenalkan diri kembali. Nama saya Muhammad Kalvin Kapnari. Bapak dan Ibu, saya sebagai AI expert dari Microsoft dan juga Binar khususnya untuk Garuda AI ini. Selain itu juga saya aktif di beberapa institusi Bapak dan Ibu gitu ya. Saat ini juga saya sebagai vice president busnis development dari Expert Squad Indonesia gitu ya. Kita sebuah perusahaan yang membentuk komunitas untuk Bapak dan Ibu pensiunan yang kita coba jembatani di kebutuhan industri Bapak dan Ibu gitu ya. Karena kita lihatnya Bapak dan Ibu pensiunan ini kan punya skill-nya, kompetensinya, jam terbangnya gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Jam terbang enggak bisa dibohongin Bapak dan Ibu gitu ya. Dan juga yang terakhir adalah wisdom-nya nih, gitu ya. Kita lihat itu yang sekarang banyak dibutuhkan Bapak dan Ibu. Nah, itu yang kita coba jembatani dengan kebutuhan di industri gitu ya. Sebagai trainer, sebagai konsultan gitu ya, sebagai advisor dan lain-lain gitu ya. Saya juga sekarang sebagai dosen Bapak dan Ibu di BINUS University gitu dan juga beberapa kampus yang ada di Indonesia Bapak dan Ibu gitu. Saya juga aktif mungkin kurang lebih sekitar 12 tahun Bapak dan Ibu di people development dan juga di bisnis strategi gitu ya. Baik di startup gitu ya swasta maupun di BUMN Group nih Bapak dan Ibu gitu ya. Saya juga sekarang lagi balik lagi jadi mahasiswa Bapak dan Ibu gitu ya untuk program doktor gitu ya in research managementen di BINUS University gitu ya. Saya juga pernah mengeluarkan beberapa buku Bapak dan Ibu yang terakhir saya terbitkan judulnya How to waste Your Time and Get Nothing gitu ya. Jadi buku ini tentang produktivitas sebenarnya tapi saya pakai reverse engineering method gitu ya. Karena kita lihat gitu ya. Saya lihat banyak buku-buku produktivitas itu ngajarin kita tentang apa nih yang harus kita lakukan biar produktif gitu ya. Tapi padahal banyak hal-hal di luar itu yang sering kita lakukan di keseharian kita gitu ya. Tapi cuma buang-buang waktu aja nih Bapak dan Ibu dan enggak impactful gitu ya. Nah, perspektif itu tuh yang saya tulis dari buku saya gitu ya. Saya juga alhamdulillah tahun 2024 lalu dapat award dari salah satu majalah di Asia judulnya nama nama majalahnya marketing Asia Bapak dan Ibu sebagai the most innovative dan impactful sea level di Asia gitu ya. Insyaallah juga tahun ini Bapak dan Ibu saya akan lebihkan buku baru lagi gitu ya, masih di buku HR tentang produktivitas dan juga tentang detail managemen gitu ya. Jadi mohon doanya ya Bapak dan Ibu ya biar lancar nih, biar bisa terbitkan lagi buku baru di tahun ini. Nah, ini objektif kita Bapak dan Ibu, tujuan utama kita gitu ya di pertemuan hari ini. Jadi sesi ini kita rancang khusus biar kita semua bisa belajar gimana sih caranya menggunakan AI untuk membantu kita mengambil keputusan Bapak dan Ibu gitu ya. Yang perlu digaris bawahi di sini adalah membantu kita gitu ya, Bapak dan Ibu ya. bukan kita jadikan AI sebagai pengambil keputusannya, Bapak dan Ibu. Enggak bisa seperti itu. Tetap mengambil keputusannya adalah kita nih manusia, Bapak dan Ibu, gitu ya. Jadi, jangan pernah bergantung keputusan sepenuhnya sama AI. Jadi tetap harus kita sortir, Bapak dan Ibu. Tetap kita pengambil keputusan utamanya gitu ya. Apa nih yang kita mau ambil? Apa nih kebijakan yang kita mau ambil tetap harus dari kita. AI hanya membantu memberikan referensinya, memberikan cara pikirnya gitu ya. memberikan rekomendasinya Bapak dan Ibu, keputusannya tetap di kita, gitu ya. Jadi, kalau misalnya ada salah-salah pengambilan keputusan, kita kan enggak bisa nyalahin, "Oh, ini karena AI gitu ya." Oh, ini AI-nya bilang kayak gini. Enggak bisa kayak gitu, Bapak dan Ibu, gitu ya. Stakeholder kita enggak mau tahu kita mau pakai AI mau enggak gitu ya. Yang mereka tahu adalah kebijakannya dari kita gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Jadi, ya tetap nama baik kita, kredibilitas kita. Nah, itu tanggung jawab kita, Bapak dan Ibu gitu ya. Termasuk kredibilitas dari institusi kita juga gitu ya Bapak dan Ibu ya. Jadi sini AI membantu mengambil keputusan bukan sebagai pengambil keputusan utamanya. Nah, ini tujuan pelatihan kita ada tiga Bapak dan Ibu gitu. Gimana caranya? Yang pertama kita pakai C4 framework. Jadi ini sebenarnya framework yang paling saya suka gitu ya, Bapak dan Ibu. Mungkin yang pernah ikut sesi saya sering banget pakai C4, C4, C4 gitu ya. Karena menurut saya C4 ini adalah prompting yang paling efektif Bapak dan Ibu gitu ya untuk kita gunakan gitu ya. Jadi kalau nanti Bapak dan Ibu prompting harus pakai framework Bapak dan Ibu apapun framework-nya mau ada CTF mau ada macam-macam Bapak dan Ibu ya termasuk si for ini gitu ya. Kenapa Bapak dan Ibu? Karena kita hubungkan ke isu sustainability juga lah gitu ya Bapak dan Ibu ya. Setiap kita menggunakan AI Bapak dan Ibu ya itu kita menghasilkan air gitu ya. Bukan menghasilkan ya Bapak dan Ibu ya. Apa membutuhkan air lah penggunaan air gitu ya. Minimal banget gitu ya Bapak dan Ibu ya. dalam waktu 20 kali kita prompting itu tuh membutuhkan air sebesar 500 mili setumbl ini nih Bapak dan Ibu gitu ya setumbler ini gitu. Jadi biar kita enggak prompting terus-terusan kan ya Bapak dan Ibu ya karena hasilnya enggak sesuai sama kebutuhan kita ya kita harus yang efektif Bapak dan Ibu untuk promptingnya biar kita sekali klik prompting selesai itu gitu ya keluar tuh kebutuhan kita gitu kan ya Bapak dan Ibu ya. Jadi kita juga punya dampak lingkungan yang baik juga gitu yang membantu menyelamatkan lingkungan juga di situ. Nah, salah satunya pakai si for framework ini. Nanti kita belajar bareng Bapak dan Ibu ya yang baru ikut ya. Hasilkan insight itu mengekstrak insight bermakna dari dokumen kompleks secara sistematis gitu. Kita kan buat kebijakan harus bisa dipertanggungjawabkan ya Bapak dan Ibu ya. Salah satu pertanggungjawabannya adalah dengan merujuk pada referensi-referensi tertentu gitu. Tetapi kadang-kadang referensi yang kita gunakan mungkin enggak cuma satu halaman, dua halaman Bapak dan Ibu. Bisa ratusan halaman atau ribuan halaman atau mungkin lebih dari satu dokumen gitu kan ya, Bapak dan Ibu ya. Nah, gimana tuh caranya mengekstrak dokumen yang banyak tadi, data-data yang banyak tadi, yang kompleks tadi gitu ya, sehingga bisa memberikan kita referensi yang baik untuk pengambilan keputusan. Nah, itu yang kita bisa gunakan AI juga, Bapak dan Ibu. Nah, lalu yang terakhir mengkonversi informasi mentah menjadi keputusan strategis yang terstruktur. Data hanyalah angka, Bapak dan Ibu. Data hanyalah kata. Kalau enggak bisa kita gunakan, maksimalkan untuk pengambilan keputusan Bapak dan Ibu, gitu ya. Kita sudah ngumpulin data, kita sudah punya data banyak gitu ya, jutaan data. Tapi kalau enggak kita bisa maksimalkan, ya sama aja bohong Bapak dan Ibu gitu ya. Cuma jadi angka, cuma jadi kata tadi gitu ya. Makanya ya gimana nih caranya dengan data yang banyak tadi kita bisa ambil keputusan yang tepat gitu ya dan juga yang cepat Bapak dan Ibu. Nah, itu yang kita akan pelajari nanti gitu ya pakai AI Bapak dan Ibu ya. Ini itu tujuan pelatihan kita. Nah, ini agendanya Bapak dan Ibu ada lima C4 tadi kita belajar C4. Lalu kita akan analisis dokumen Bapak dan Ibu gitu ya. Baik dari Word, baik dari PDF maupun dari Excel nanti gimana caranya gitu ya. Lalu juga ada advance summarization Bapak dan Ibu merangkum informasi menjadi output keputusan yang tepat gitu ya. Lalu juga nanti kita akan hands on copilot. Jadi Bapak dan Ibu bisa coba sendiri nanti di rumahnya juga gitu ya. Pakai laptop, pakai handphone pun bisa Bapak dan Ibu. Pakai tab juga bisa, pakai iPad bisa Bapak dan Ibu gitu ya. Nanti bisa coba masing-masing gitu ya pakai prompting-promptingnya. Dan juga yang terakhir prinsip responsible AI Bapak dan Ibu. gimana cara memaksimalkan AI yang etis dan bertanggung jawab gitu. Kenapa yang kelima ini penting Bapak dan Ibu? Jadi saya pernah ngobrol ya sama salah satu country directornya gitu ya eh perusahaan cyber security Bapak dan Ibu gitu ya. Jadi dia perusahaan salah satu perusahaan cyber security terbesar di dunia Bapak dan Ibu gitu ya. Mereka punya cabangnya juga di Indonesia gitu ya. Waktu itu saya ngobrol tuh sama country directornya. Mas Kavin tahu enggak Mas Kavin selama ini kalau ada kebocoran data Mas gitu ya atau ada hal-hal yang berhubungan dengan security data itu gitu ya, reason yang paling besarnya adalah people-nya Mas Calvin gitu ya. Biasanya gitu ya itu semua diriggernya, dipancingnya dari kesalahan manusianya Mas Kavin itu yang paling kita sering temuin katanya gitu Bapak dan Ibu gitu ya. Artinya apa ya? Berarti kan artinya penggunaan itu yang harus mulainya dari kita Bapak dan Ibu gitu ya. Secara etis bertanggung jawab itu harus dari kita dulu Bapak dan Ibu gitu ya. Jadi gimana caranya? Nah, itu yang kita akan pelajari juga bareng-bareng nih responsible AI-nya untuk hari ini gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, itu lima agendanya. Ini learning outcomes-nya yang diharapkan Bapak dan Ibu miliki setelah ikut sesi ini. Yang pertama Bapak dan Ibu bisa prom multiayer gitu ya. menyusun prom berlapis untuk hasil yang lebih dalam dan kontekstual gitu ya Bapak dan Ibu. Yang juga yang kedua Bapak dan Ibu bisa menghasilkan analisis yang relevan dengan situasi dan kebutuhan Bapak dan Ibu apalagi yang kompleks-kompleks Bapak dan Ibu gitu ya. Nah, itu yang juga akan pelajari. Yang ketiga, output siap keputusan gitu ya. Nanti ada dokumen-dokumen ringkasan yang langsung Bapak dan Ibu bisa gunakan untuk pengambilan keputusannya Bapak dan Ibu. Nah, yang terakhir Bapak dan Ibu, kita bisa memadukan gitu ya, gimana cara kita menggunakan AI dengan critical thinking kita nih, gitu ya. Kelebihan kita sebagai manusia gitu yang enggak dimiliki oleh AI, Bapak dan Ibu gitu ya. Karena AI belum sesempurna itu kok Bapak dan Ibu kok gitu. AI juga masih terus dikembangkan. Makanya AI juga punya hal-hal yang manusia punya Bapak dan Ibu gitu ya. Manusia punya hal-hal yang AI enggak punya. Critical thinking, creative thinking, gitu ya, innovation gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Terus juga rasa kemanusiaan, empati, benar dan salah. Itu manusia doang yang punya Bapak dan Ibu. AI masih belum punya itu. Karena AI ya, Bapak dan Ibu ya, AI itu hanya di program untuk membantu manusia gitu ya, Bapak dan Ibu ya. AI dibuat di program untuk membantu manusia, bukan menggantikan manusia, Bapak dan Ibu, gitu ya. Jadi AI tidak akan bisa menggantikan manusia, tapi manusia akan tergantikan oleh manusia lain yang menggunakan AI, gitu ya. Kenapa? Karena manusia lain yang menggunakan AI lebih produktif, lebih efektif, kerjanya, lebih efisien Bapak dan Ibu, gitu ya. Jadi lebih tepat guna dan juga lebih cepat guna juga. Jadinya Bapak dan Ibu, makanya kita kan enggak mau tergantikan kan ya, Bapak dan Ibu ya. Itulah kenapa ya kita harus belajar juga nih gimana cara memanfaatkan AI Bapak dan Ibu semua gitu ya. Nah, ini empat ini Bapak dan Ibu yang kita akan pelajari bareng-bareng untuk hari ini. Fakta satu Bapak dan Ibu gitu ya. Kita buka pakai fakta dulu gitu ya Bapak dan Ibu ya. 90% data di dunia dibuat dalam 2 tahun terakhir Bapak dan Ibu gitu ya. Jadi era AI gitu ya, AI itu sebenarnya sudah ada dari lama Bapak dan Ibu. AI itu sudah ada dari tahun 1950 sebenarnya gitu ya. Ditemukan oleh Alan Turouring namanya gitu ya. Jadi Alan Turing tahun 1950 itu mikir bahwa oke komputer itu tuh harus bisa mikir sendiri komputer gitu ya harusnya mereka bisa berkembang sendiri gitu ya. Jadi konsepnya dibuatnya sama Alantan Turin tahun 1950 Bapak dan Ibu gitu ya. tapi baru diturunkan menjadi satu keilmuan gitu ya, itu tahun 1956 gitu ya, di Darmal Conference namanya gitu ya. Baru di situ ada obrolan dari ahli-ahli Bapak dan Ibu yang akhirnya disepakati bersama gitu ya menjadi satu keilmuan baru namanya artificial intelligence atau kecerdasan buatan gitu ya. Nah itu di 1956 Bapak dan Ibu gitu ya. Tapi kenapa sih baru boomingnya sekarang? Kalau kita lihat deh misalnya ya AI generatif, compiler dan lain-lain lah ya Bapak dan Ibu gitu ya yang saya enggak bisa sebutin gitu. Itu kan juga mungkin baru 2 tahun 3 tahun yang lalu Bapak dan Ibu booming-boomingnya gitu. Kenapa seperti itu? Karena berjalan juga dengan supply data sebenarnya Bapak dan Ibu dengan digitalisasi. Digitalisasi adalah tentang tiga hal, people, proses, teknologi, dan juga data, Bapak dan Ibu, gitu ya. Tujuannya digitalisasi adalah menghimpun data. Misalnya sekarang Bapak dan Ibu mungkin perusahaannya atau instansinya punya IRP HIS deh Bapak dan Ibu. Misalnya dulu kita HRIS data pegawai-pegawai kita gitu ya, itu dimilikin sama teman-teman SDM doang gitu. Jadi kalau misalnya kita mau nanya apa-apa gitu ya, kita mau convers mau kita apa jadikan sebuah keputusan mungkin ya dari Bapak Ibu di SDM aja yang bisa memberikan kita gitu kan ya Bapak dan Ibu karena datanya tersentralisasi gitu tapi sekarang data ada di mana-mana Bapak dan Ibu gitu. Data adalah hal yang paling banyak dan paling murah sekarang gitu ya Bapak dan Ibu yang paling murah sekarang data ada di mana-mana gitu ya. Dan juga bukan ya karena oke KTP kita kesebar gitu ya Bapak dan Ibu ya. Enggak cuma itu aja Bapak dan Ibu. Karena kadang-kadang kita dengan sukarela memberikan data kita. Misalnya kita pakai Instagram, kita lagi makan di mana? Kita lagi [tertawa] apa namanya? [berdehem] Lagi makan apa gitu ya? Kita lagi sama siapa? Saudara kita siapa sih gitu? Mama papa kita siapa? Adik-adik kita, teman-teman kita siapa. Itu kan data semua Bapak dan Ibu gitu ya. Belum lagi Facebook dulu kita gitu ya Bapak dan Ibu ya. Bahkan kita bisa tek sibling kita, keluarga kita itu kan data juga semuanya gitu ya. Linkin kita taruh di situ. Kita kerja di mana, kita sekolah di mana, kita kuliah di mana, sertifikasi apa aja yang kita punya gitu ya. Itu kan data semua Bapak dan Ibu. Belum lagi cara kita belanja itu juga data juga. Belum lagi Bapak dan Ibu pakai smartwatch itu data juga Bapak dan Ibu gitu ya. detak jantung kita, oksigen kita, itu data semua, Bapak dan Ibu, gitu ya. Jadi data ada di mana-mana sekarang. Nah, dengan berkembangnya data gitu ya, dengan berkembangnya data akhirnya gitu ya, Bapak dan Ibu ya, akhirnya ya AI juga berkembang. Karena cara kerjanya AI itu kan adalah mengekstraksi data gitu ya, data yang ada gitu ya, diekstrak sesuai kebutuhan kita. Makanya nanti kita belajar plunting juga karena itu. Jadi cara kerjanya AI itu Bapak dan Ibu kita nyuruh dia gitu ya. Nah nanti AI itu akan mencari makna dari kata-kata yang kita berikan. Nah maknanya itu yang diserap sama AI dan dilakukan prediksi apa nih kata selanjutnya yang muncul gitu ya. Diprediksi dulu sama AI. Nah, ketika diprediksi akhirnya AI baru cari data-data informasi-informasi dari open source yang ada di luaran sana gitu ya. dikumpulkan, diekstrak sesuai dengan kata yang kita berikan atau makna yang kita berikan gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Nah, dari situlah baru direkomendasikan jawabannya ke kita gitu ya. Makanya AI kan sekarang kan juga enggak cuma dari tulisan aja ya Bapak dan Ibu ya. Bisa kita kasih gambar itu juga bisa langsung diekstrak gitu ya, dikasih rekomendasinya ya. Karena yang diekstrak oleh AI itu Bapak dan Ibu adalah maknanya gitu ya. Maknanya bukan hanya katanya gitu ya. Dan sekarang Bapak dan Ibu, 90% data di dunia itu dibuat dalam 2 tahun terakhir, disuplly oleh kita di 2 tahun terakhir. Karena dari situlah masifnya penggunaan digitalisasi gitu ya. Dan akhirnya AI sekarang lebih powerful karena datanya lebih banyak Bapak dan Ibu gitu ya. 40% waktu kita habis untuk membaca dan menulis. Karena datanya banyak banget akhirnya kita banyak dilakukan untuk mencari data yang paling tepat gitu ya. untuk membaca data-data dokumen-dokumen referensi tersebut, Bapak dan Ibu, gitu ya. Dan akhirnya apa? Sisanya baru kita gunakan untuk hal-hal lain, gitu ya. Misalnya administratif gitu ya, dan juga pengambilan keputusan brand wash, brainstorming dan lain-lain gitu ya Bapak dan Ibu ya. Jadi mungkin membacanya ini nih mencari data yang tepat ini nih Bapak dan Ibu gitu ya. Itu yang paling menyita waktu kita akhirnya gitu ya. sehingga ini yang perlu kita efektifkan gitu kan ya Bapak dan Ibu ya. Dan masalahnya sekarang bukan cuma kekurangan data Bapak dan Ibu, kita sekarang kebanyakan data gitu ya. Kita sekarang sudah nyampai di era kebanyakan data, Bapak dan Ibu gitu ya. Jadi kita sekarang sudah di era yang sangat-sangat informatif, datanya kebanyakan. Akhirnya juga itu challenge-nya mencari data yang paling tepat. mencari data yang bisa kita maksimalkan untuk mengambil keputusan gitu ya. Nah, itu fakta yang nomor satu Bapak dan Ibu. Terlalu banyak data sekarang. Fakta yang dua, nah ini Bapak dan Ibu gitu ya. Ada fragmentasi perhatian sekarang gitu ya Bapak dan Ibu ya. Based on research gitu ya. K knowledge worker berpindah konteks lebih dari 70 kali per hari Bapak dan Ibu. Jadi ya kita mikir 70 hal yang berbeda dalam waktu 1 hari. gitu ya Bapak dan Ibu ya. Itu based on research. Kita lagi kadang ngerjain apa, tiba-tiba kita mikirin ngerjain apa lagi, kita ngerjain apa lagi gitu ya. Kita mikirin tentang strategi A, terus nanti berubah lagi jadi strategi B, planning B gitu ya. Secara rata-rata di dunia sekarang 70 kali Bapak dan Ibu kita berpindah konteks pemikiran gitu ya Bapak dan Ibu ya. Jadi kita sampai juga di era di mana akhirnya gitu ya Bapak dan Ibu ya kita terlalu banyak fokus gitu. [tertawa] Akhirnya apa Bapak dan Ibu? Menurunkan produktivitas kita sampai 40% Bapak dan Ibu gitu ya. Udah datanya banyak kita kebanyakan fokus sekarang. Makanya kita manusia mungkin sekarang kebanyakan mikir jadinya Bapak dan Ibu sehingga produktivitasnya turun sampai 40% based on research nih Bapak dan Ibu. gitu ya. Jadi fragmentasi kita pun juga banyak teralihkan gitu ya. Nah, itulah yang kita perlu bentuk tuh Bapak dan Ibu gitu ya. Biar kita berpikirnya dengan 70 kali ini tapi masing-masing lebih efektif, efisien gitu ya. Jadi sehingga kita pekerjaan kita pun juga lebih efektif di situ gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, itu juga tuh yang kita bisa pelajari bareng-bareng. Yang ketiga, penggunaan AI belum sampai dalam level decision intelligence, Bapak dan Ibu, gitu ya. Memang AI gitu ya, bisa menghemat 30 sampai 60 tahun, 60% waktu kerja Bapak dan Ibu kalau misalnya kita gunakan secara optimal. Tapi banyaknya kita menanyakan hal-hal yang belum sampai level decision intelligence Bapak dan Ibu gitu ya. Biasanya kita baru nanya definisinya apa gitu ya, Bapak dan Ibu ya. baru minta ringkasan gitu ya misalnya ya belum kita manfaatkan untuk benar-benar pengambilan keputusan, membantu kita untuk mengambil keputusan gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, belum mengubah ini akhirnya apa data jadi useless gitu ya. Kita belum memanfaatkan data untuk benar-benar kita manfaatkan untuk pengambilan keputusan kita kan mubazir ya Bapak dan Ibu ya gitu ya. mubazir banget. Data sudah banyak di mana-mana yang harusnya kita bisa lakukan penghematan, yang harusnya bisa kita lakukan efektivitas yang bisa kita kembangkan inovasinya tapi enggak digunakan. Saya mau cerita gini Bapak dan Ibu misalnya contoh penggunaan data ya Gojek deh ambil contohnya paling gampang gitu ya. Dulu Gojek Bapak dan Ibu itu kan sebenarnya Gojek itu dari tahun 2010 ya gitu ya. Tapi 2010 sampai 2015 Gojek itu baru pakai call center. Jadi kalau misalnya kita mau pesan abang-abang Gojek-nya gitu ya, kita harus nelepon dulu ke call center-nya. Nanti call centernya baru koneekin kita ke abang-abang yang mau ambil gitu ya. Abang-abang Gojek yang mau ambil. 2015 baru akhirnya Gojek pakai aplikasi gitu ya Bapak dan Ibu ya. Kebetulan yang bikin aplikasinya itu Mbak Alamanda Santika itu CEO-nya Binar tuh Bapak dan Ibu gitu yang bikin aplikasi Gojek pertama gitu. Nah, di Gojek dulu ya, Bapak dan Ibu ya, produknya tuh cuma dua gitu ya. Ada Gosen sama ada Gorite aja gitu ya. Tapi ternyata ya Bapak dan Ibu ya, pas dilihat Gosennya banyak kita transaksi Bapak-bapak dan Ibu-ibu tuh pesan makanan di restoran gitu ya, kontak dulu gitu ya yang punya restorannya transfer nanti tinggal pesan gosen buat ambil makanannya ke warungnya ke rumah makannya buat dikirimin ke rumah kita dan transaksinya banyak ternyata seperti itu Bapak dan Ibu gitu ya. itu kan data tuh. Akhirnya apa? Dimanfaatkan sama Gojek untuk buat produk gitu ya, yaitu muncullah yang namanya GoFood gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Ceritanya tuh gitu awalnya Bapak dan Ibu muncul GoFood. Lalu juga misalnya ee beli tiket bioskop deh gitu ya awal-awal ya Bapak dan Ibu ya itu kita banyak gitu ya bukan apa namanya banyak yang menggunakan Gojek untuk beli tiket bioskop gitu ya. Kenapa? Karena misalnya gini Bapak dan Ibu pulang jam .00 sore filmnya baru mulai jam .00 sore gitu ya, Bapak dan Ibu langsung ke bioskop nih gitu ya. Beli tiket gitu. Padahal masih jam 6.00. Sore nih filmnya nih. Yang ada Bapak dan Ibu jalan-jalan keliling-keliling mall dulu yang ada makin belanja gitu ya. Yang ada makin boros capek gitu kan ya Bapak dan Ibu ya. Nah, akhirnya banyak yang pakai Gojek buat antriin tiket bioskop gitu ya. Nah, nanti baru dikirimin ke kantornya atau ke rumahnya. pas dekat-dekat waktu nontonnya baru berangkat ke bioskopnya gitu ya Bapak dan Ibu. Ternyata banyak. Nah, dari situlah dibikin yang namanya Gothic gitu. Jadi data tuh sangat bisa dimanfaatkan Bapak dan Ibu untuk pengambilan keputusan kita gitu ya. Bisa dimanfaatkan, bisa dimaksimalkan Bapak dan Ibu gitu ya. Sampai sekarang akhirnya GoFood menjadi salah satu penggerak roda ekonominya di Gojek tuh Bapak dan Ibu. Dan akhirnya berdampak juga multiplier effect-nya gitu ya untuk masyarakat Indonesia juga. Salah satunya kemarin waktu pandemi, waktu kita enggak bisa ke mana-mana, Bapak dan Ibu, ekonomi tetap berjalan karena ada Grab Food tadi atau GoFood tadi kan ya, Bapak dan Ibu ya, kita tetap bisa makan, tetap bisa pesan gitu. Nah, itu tuh Bapak dan Ibu gitu ya. Penggunaan data salah satu contohnya. Nah, dari sini Bapak dan Ibu artinya apa? Kita harus menggeser paradigma kita gitu ya Bapak dan Ibu ya. menggeser paradigma kita dari cara kita bekerja. Yang tadinya AI kita gunakan cuma yang penting cepat aja deh gitu ya Bapak dan Ibu. Yang penting kita cepat aja ngerjainnya gitu menjadi AI untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Jadi enggak cuma cepat Bapak dan Ibu tapi juga tepat gitu ya Bapak dan Ibu ya. Biar kasih kita insight-insight biar kita kasih rekomendasi perbaikan yang kita gunakan untuk membuat keputusan yang tepat. gitu ya. Jadi enggak cuma cepat tapi juga tepat. Nah, itu Bapak dan Ibu PR kita tuh yang harus kita pelajari bersama-sama gitu ya untuk menggunakan AI ini. Nah, salah satunya Bapak dan Ibu gitu ya, biar cepat dan tepat kita belajar prompting gitu ya. Karena ini nyawanya nih Bapak dan Ibu dari menggunakan AI gitu ya. AI hanya bekerja kalau kita suruh gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Nah, makanya nyuruhnya harus benar gitu kan ya, Bapak dan Ibu ya. Biar hasilnya juga tepat gitu. Saya selalu bilang gitu ya. Analogi saya pakai AI itu sama kayak pakai mobil kok Bapak dan Ibu. Mobil itu kan harus kita gas biar jalan gitu ya. Kita harus putar setirnya baru belok tuh gitu kan ya Bapak dan Ibu ya. Kalau kita rem baru berhenti. AI juga gitu harus kita suruh biar jalan. gitu ya. Tinggal kita memanfaatkan EAI ini ke arah mana gitu ya Bapak dan Ibu ya. Biar kita efektif dan efisien. Nah, itulah fungsinya dari seni prompting tuh itu Bapak dan Ibu. Karena output dari AI itu ya menentukan ditentukan oleh kualitas prompting kita. Semakin kita spesifik, semakin kita benar nyuruhnya, AI akan memberikan data yang benar juga Bapak dan Ibu, gitu ya. Jadi kalau misalnya nanti Bapak dan Ibu pakai AI kok bukan ini maksud saya gitu ya, kok ini sih jawabannya gitu ya, bukan yang kayak gini nih. Nah, mungkin yang salah bukan di AI-nya Bapak dan Ibu, tapi cara kita promptingnya gitu ya Bapak dan Ibu ya. Cara kita nyuruhnya makanya saya selalu bilang Bapak dan Ibu sekarang skill yang paling dibutuhkan tuh ada tiga gitu ya. Di dunia menurut saya tuh ada tiga. Yang pertama tentang creative thinking. Karena creative thinking itu ya Bapak dan Ibu ya gitu ya hubungannya apa? ke pemecahan masalah, problem solving, gitu ya. Yang kedua, mind mapping gitu. Untuk membuat solusi kita kan harus punya opsinya dulu. Nah, opsi ini gitu ya bisa kita dapatkan dari mana? Dari main mapping gitu ya. Dari mind mapping pemetaan pikiran. Pemetaan pikiran akhirnya dengan kita memetakan pikiran kita gitu ya, kita bisa memberikan mencari mendapatkan opsi-opsi solusi yang paling bagus. Nah, dari opsi-opsi itu baru kita ambil nih yang paling efektif dan efisien. gitu kan ya Bapak dan Ibu ya. Nah, itu tuh fungsinya mind mapping di situ untuk mencari opsi-opsi. Nah, yang ketiga Bapak dan Ibu yang paling banget penting menurut saya apalagi di era AI seperti ini adalah storyting gitu ya. Jadi storyting itu bukan cuma buat cerita Bapak dan Ibu gitu ya. Kenapa? Karena gini misalnya kita sudah ambil keputusan, kita sudah ambil kebijakan, tapi kita enggak bisa mengkomunikasikan itu gitu ya. Akhirnya apa ya? Sama aja bohong. orang-orang enggak akan terbeli gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Enggak akan kebeli sama ide kita, solusi kita. Akhirnya enggak diimplementasikan. Padahal mungkin solusi kita benar gitu ya. Mungkin termasuk juga prompting. Prompting itu kan pakai framework Bapak dan Ibu. Storyting gitu ya. Itu kita bisa maksimal kalau kita bisa memetakkan kata, memetakkan kalimat gitu ya. Nah, prompting juga sama Bapak dan Ibu. Prompting itu adalah ilmu untuk memetakkan kata, memetakan kalimat sehingga lebih tepat gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, itu tuh Bapak dan Ibu tiga yang dibutuhkan sekarang gitu ya. Creative thinking, mindmapping, sama storyting Bapak dan Ibu gitu. Nah, kita belajarnya juga bisa pakai prompting ini Bapak dan Ibu juga gitu ya untuk storytingnya karena ada frameworknya untuk prompting namanya C4 Bapak dan Ibu gitu ya. konteksnya ada instruction-nya, I-nya instruksinya, F-nya formatnya gitu ya. O-nya objektifnya atau tujuan kita ketika menggunakan AI itu apa gitu ya. Dan juga R-nya Bapak dan Ibu ada restriction-nya, batasannya gitu ya. Apa penjelasannya nih konteksnya ini Bapak dan Ibu. Jadi kita harus kasih tahu ke AI latar belakangnya. Jadi si AI ini gitu ya Bapak dan Ibu bisa memahami kondisi kebutuhan kita lebih spesifik. Jadi kita kenalan dulu juga, kita kasih tahu ke AI, jelasin kenapa nih kita pakai dia gitu kan ya, Bapak dan Ibu. Misalnya contohnya saya adalah analis kebijakan gitu, saya sedang membuat laporan kebijakan misal. Nah, itu kan konteksnya kita kasih tahu tuh Bapak dan Ibu ketika kita menggunakan dia pada saat itu gitu ya sebagai apa kita gitu ya. Jadi konteksnya kita pelajari di situ. Kita kasih tahu ke AI bukan kita pelajari ya. kita kasih tahu dia biar dia belajar memberikan jawabannya secara spesifik ke kita. Karena saya pernah nyoba Bapak dan Ibu, saya kan sekarang tuh sebagai bisnis gitu ya, Bapak dan Ibu ya bisnis strategi gitu ya, sebagai profesional saya, sebagai dosen juga gitu ya. Saya sebagai trainer, saya sebagai advisor konsultan, saya sebagai mahasiswa juga gitu ya. Saya pernah nyoba tuh Bapak dan Ibu gitu ya. saya dalam satu konteks yang sama, tapi saya latar belakangnya saya bedain tuh waktu itu saya sebagai dosen sama seb saya sebagai mahasiswa hasilnya beda Bapak dan Ibu gitu ya. Hasilnya beda. Pemilihan katanya, penjelasannya gitu ya. Cara-cara terms-termsnya itu juga beda tuh hasilnya gitu ya. Jadi yang paling penting juga ini Bapak dan Ibu konteksnya harus kita kasih tahu dulu di awalnya. Instruction-nya yang kedua i-nya harus tugasnya apa nih C AI harus spesifik Bapak dan Ibu gitu ya. sepesifik mungkin saya selalu analogikan sama aja kayak kita disuruh atasan bos kita deh Bapak dan Ibu kalau cuma dibilang Vin buat dokumen kita kan juga bingung ya Bapak dan Ibu ya buat dokumen apa [tertawa] gitu akhirnya kita berasumsi sendiri gitu ya kita bikin dokumennya berdasarkan asumsi kita dan mungkin enggak sesuai sama maksudnya bos kita, atasan kita AI juga gitu Bapak dan Ibu kalau misalnya kita enggak nyuruhnya spesifik AI akan berasumsi sendiri mencari data-datanya sendiri mengerjakan menurut ekspektasinya sendiri. sendiri dan mungkin enggak sesuai sama ekspektasi kita. Makanya akhirnya kita sering ketemu bukan ini maksud saya gitu kan ya Bapak dan Ibu ya. Karena itu mungkin instruksi yang kita berikan enggak jelas Bapak dan Ibu dan enggak spesifik. Formatnya juga nih Bapak dan Ibu bentuk outputnya apa nih yang kita butuhkan inginkan tabel kah bullet point kah misalnya Bapak dan Ibu paragraf atau misalnya Word kah, PDF Excel apa nih formatnya nih Bapak dan Ibu gitu ya. Nah, itu yang harus kita state juga di situ. Objektifnya apa nih? Tujuan akhirnya Bapak dan Ibu gitu ya. Dalam kita menggunakan si AI tersebut untuk kita presentasikan ke Pak Menteriah misalnya atau kita presentasikan ke anak SD misalnya atau buat kita post di sosial media misalnya. Nah, itu juga harus spesifik tuh Bapak dan Ibu karena akan berbeda gitu ya. Misalnya Bapak dan Ibu pakai untuk tadi gitu ya menjelaskan ke Bapak Menteri gitu misalnya sama Bapak dan Ibu bilang untuk kita presentasikan ke anak SMP gitu misalnya. Akan beda tuh pemilihan katanya, pemilihan istilahnya, cara ngejelasinnya gitu ya. Kalau misalnya untuk Pak Menteri mungkin akan lebih intelektual, akan lebih bahasa-bahasa akademisi gitu ya Bapak dan Ibu ya yang lebih high level nih penjelasannya. Kalau untuk anak-anak SD gitu, SMP mungkin dijelasinnya dengan lebih sederhana di situ Bapak dan Ibu gitu ya. Biar mereka gampang mengerti gitu. Jadi objektifnya menentukan juga di situ restriction-nya. Nah, ini juga batasannya Bapak dan Ibu. Berapa jumlah poinnya, bahasa apa yang kita gunakan panjang teksnya misalnya 3 paragraf, 5 paragraf atau misalnya 1000 kata gitu. Misalnya cakupan poinnya atau formatnya. Nah, itu harus kita batasi. Bapak dan Ibu. Karena kalau enggak gitu, AI akan ke mana-mana, melebar ke mana-mana nanti ngasih jawaban ke kita gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Nah, ini yang harus kita punya, Bapak dan Ibu yang harus kita gunakan ketika kita melakukan prompting Bapak dan Ibu semua gitu ya. Biar hasilnya lebih tepat guna. Jadi enggak terus-terusan apa namanya prompting, prompting, prompting, prompting terus karena kita enggak nemuin jawabannya gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Jadi karena ya itu tadi mungkin kita terlalu meluas untuk memberikan instruksinya. Contohnya gini Bapak dan Ibu ya. Konteksnya dokumen laporan tahunan perusahaan gitu misalnya gitu ya. Kasih tahu tuh gitu ya. Saya adalah analisis kebijakan. Saya sedang membuat dokumen laporan instructionnya apa? Analisis ilmu utama yang ditemukan gitu ya. Nah, itu tuh instruksi kita spesifik Bapak dan Ibu. Formatnya apa di sini? Tabel terstruktur ya. Objektifnya apa nih? untuk mendukung pengambilan keputusan strategis gitu. Misalnya restriction-nya. Nah, ini restriction nih, Bapak dan Ibu. Batasannya maksimal 5 poin, gunakan bahasa formal. Nah, itu batasannya. Jadi, dia akan membuatnya ya cuma pakai 5 poin itu menggunakan bahasa yang formal gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Jadi, ketika kita propting harus kayak gini. Nah, kenapa storying penting? Yait kan untuk membuat instruksi seperti ini kan Bapak dan Ibu kan itu kan pemetaan pikiran tuh Bapak dan Ibu, pemetaan kata gitu ya. Jadi kita menjelaskan ini baru yang simpel Bapak dan Ibu. Belum lagi nanti kalau misalnya Bapak dan Ibu bikin video gitu misalnya Bapak dan Ibu ya. Nah itu juga lebih rumit lagi tuh Bapak dan Ibu gitu. Bapak dan Ibu misalnya mau bikin gambar gitu misalnya itu lebih rumit lagi gitu ya Bapak dan Ibu ya. Lebih konsep lagi nih misalnya contohnya nih saya kasih tahu nih ya Bapak dan Ibu ya. Misalnya ini contoh aja ya gitu yang rumit banget gitu. saya ee bikin ini nih, Bapak dan Ibu. Kemarin saya baru bikin launching single baru saya gitu ya. Ee judul lagunya Sat and Nancy gitu. [tertawa] Nah, itunya saya enggak tahu bukan lautan Bapak dan Ibu ya. Ini saya bikin video klipnya Bapak dan Ibu full pakai AI gitu. Ini saya bikin 3 menit full pakai AI gitu. Nah, ini konsepnya [musik] gitu. Jadi, AI bisa dipakai juga ini 3 menit. Nah, ini benar-benar lebih kompleks lagi nanti Bapak dan Ibu prompting-nya gitu ya. Waktu itu prompting-nya harus dari angle mana, gambarnya kayak gimana, letaknya gimana gitu ya Bapak dan Ibu ya. Terus cara pengambilan shoot kameranya gimana gitu. Nah, itu lebih lebih detail lagi tuh Bapak dan Ibu. Dan itu bisa kita lakukan kalau kita bercerita gitu ya. Kita punya ide, kita ceritakan jadi satu kalimat gitu ya atau satu paragraf Bapak dan Ibu di situ gitu ya. Dari situ tuh Bapak dan Ibu bisa memberikan prompting yang tepat dan akhirnya AI mengekstrak gitu ya kata tersebut menjadi jawaban gitu. Jadi harus detail banget tuh gitu ya Bapak dan Ibu ya. harus sespesifik mungkin ketika kita prompting gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Nah, basic-nya juga perbandingannya kayak gini, Bapak dan Ibu. Misalnya ringkas dokumen ini gitu ya. Nah, itu basic banget Bapak dan Ibu yang basic seperti itu gitu ya. Jadi arahnya nanti akan ke mana-mana gitu ya. Akan meluas, melebar gitu ya. Kita bandingkan misalnya ini analisis dokumen ini untuk menemukan isu utama. sajikan dalam tabel fokus pada keputusan strategis maksimal 5 poin gitu misalnya gitu ya kan hasilnya jadi terstruktur Bapak dan Ibu gitu ya hasilnya juga akan lebih tepat gitu ya AI akan mencarikan informasi data jawaban ke kita lebih merucut di situ gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah namanya teknik advance prompting nih Bapak dan Ibu selain yang C4 ini juga ada yang namanya multistep. Nah, ini multistep ini menyusun prom beberapa tahap saling terhubung untuk analisis lebih mendalam dan komprehensif gitu. Misalnya Bapak dan Ibu bikin laporan gitu ya. Laporan itu kan biasanya ada ee latar belakang rumusan masalah atau research deh. Misalnya research itu kan biasanya ada lapor ada latar belakang rumusan masalah, pertanyaan penelitian gitu ya, kajian literatur, metode penelitian gitu. Nah, multilap artinya kita harus memberikan step-stepnya Bapak dan Ibu kepada AI gitu ya. Dan juga kalau misalnya saya sedang pakai multistep ini jadi lebih fokus Bapak dan Ibu daripada kita bilang kayak AI buat laporan gitu ya. Saya biasanya bikin ya udah itu dulu tuh atau research lah ya jangan laporan ya. Saya minta AI bikin latar belakangnya dulu sudah selesai baru bikin pertanyaan penelitiannya baru tujuan penelitiannya baru kita suruh cari literatur review-nya gitu ya. Jadi step-step Bapak dan Ibu. Nah, itu namanya multistep teknik, Bapak dan Ibu. Ada yang namanya constrain base, gitu ya, memberikan batasan yang jelas dan spesifik agar output tetap fokus, relevan, dan tidak melebar dari tujuan, gitu. Based on constrainnya apa. Lalu juga ada di sini decision oriented, Bapak dan Ibu, mengarahkan setiap menuju output yang dapat langsung mendukung proses pengambilan keputusan gitu ya. Jadi, kita mau keputusannya apa nih misalnya gitu ya. Misalnya kita sudah ada punya keputusannya tapi kita butuh referensi argumen yang kuat. gitu. Nah, kalau ini di agak dibalik nih, Bapak dan Ibu gitu ya, agak dibalik gitu ya untuk perspektifnya. Ini decision oriented itu kita sudah punya arah decision-nya tapi kita butuh argumen yang kuat gitu, argumen yang mendukung decision kita gitu ya. Nah, itu bisa juga pakai decision oriented ini Bapak dan Ibu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, ini contohnya C4 Bapak dan Ibu analisis dokumen ini, identifikasi resiko utama, sajikan dalam tabel fokus pada dampak bisnis maksimal 5 poin. Kita langsung ambil contoh aja ya, Bapak dan Ibu ya di sini ya. E kita bisa hands on bareng di sini. Nah, Bapak dan Ibu bisa coba kita pakai copilot. Aduh, kok malah. Oke, J kita copy dulu promptingnya. Kita pakai ini gitu ya. Misalnya Bapak dan Ibu ya, saya pakai datanya apa ya? data laporan ini aja deh. Mm ini laporan penyelesaian pekerjaan ya Bapak dan Ibu ya. Ini kita buka di sini gitu. Kalau kita lihat di sini laporannya ada 26 gitu ya, Bapak dan Ibu 26 halaman gitu. Dan ini Bapak dan Ibu itu laporan pekerjaannya itu dalam bentuk teks yang di cetak dan dican lagi gitu ya Bapak dan Ibu kan jadinya ini kan gambar ya jadinya sebenarnya Bapak dan Ibu ya udah bukan lagi teks digital nih gitu ya ini bentuknya udah gambar gitu ya karena udah dicetak dan juga di-san lagi. Kenapa? Karena biasanya kan di sini kan butuh ada tanda tangan dan lain-lain ya Bapak dan Ibu ya untuk dicannya gitu. Tuh. Nah, ini kita coba ya, Bapak dan Ibu di sini gitu ya. Kita coba bareng-bareng laporan penyelesaian masalahnya di sini. Kita langsung drop and drag aja di sini Bapak dan Ibu. Maksimal 20 file yang kita masukkan di copilot ini Bapak dan Ibu gitu. Nah, ini kita lihat lagi diproses. Kita tadi pakai itu aja C4-nya. Konteksnya dulu kita kasih tahu Bapak dan Ibu ya. saya adalah analisis misalnya ya kebijakan strategi perusahaan analisis dokumen ini identifikasi resiko utama sajikan dalam tabel fokus pada dampak bisnis maksimal 5 poin gitu ya Bapak dan Ibu ya misalnya ya di sini ya kita ambil contoh aja sekarang 101 gitu ya 101 itu sebentar ya Bapak dan Ibu ya ini harus diverify dulu tuh gitu. Nah, jadi kita diproses nih, Bapak dan Ibu di sini gitu ya untuk si ee copilot-nya gitu. Verify viewer human karena saya baru buka juga untuk copilot-nya untuk hari ini gitu ya, dari tadi pagi saya belum pakai. Nah, tadi 101 Bapak dan Ibu dalam waktu 1 menit Bapak dan Ibu di sini langsung keluar ya hasil analisanya, analisa resiko utamanya proyeknya Bapak dan Ibu gitu ya. Sekarang 10.02 langsung tuh Bapak dan Ibu dari 26 tadi yang tadinya scan-sanan bahkan ya Bapak dan Ibu ya. Bukan dalam bentuk PDF, bukan dalam bentuk word gitu ya. Dian langsung kelihatan ini Bapak dan Ibu resiko utamanya keterlambatan material dampaknya apa ke bisnis itu menghambat pekerjaan menimbulkan deviasi jadwal hingga 9.000% kekurangan tenaga kerja menurunkan produktivitas deviasi progres fisik terhadap rencana gitu ya. Menimbulkan resiko reputasi bagi kontraktor dan konsultan. kualitas pekerjaan terancam sampai resiko kesempatan kerja. Karena kayak saya tadi di sini kita cuma minta lima ya, Bapak dan Ibu ya, lima poinnya di sini gitu ya. Sesimpel itu Bapak dan Ibu gitu. Kalau misalnya kita baca satu-satu tadi kita harus mengartikan dulu gitu ya Bapak dan Ibu ya. Kita harus menerka dulu nih, harus mengas apa? Asumsikan dulu, men-summarize dulu di sini baru di situ kita bikin poin-poinnya. Nah, mungkin dalam 26 halaman ini kita butuh 2 jam sampai 3 jam, Bapak dan Ibu, gitu ya. Kalau asumsinya kita sehari kerja 8 jam, 3 jamnya sendiri kita untuk mengasumsikan meresume kayak gini gitu ya, Bapak dan Ibu. Artinya kita mungkin sehari cuma bisa dua gitu kan ya, Bapak dan Ibu ya. Cuma dua dokumen yang bisa kita proses gitu ya. Nah, dengan secepat ini ya mungkin nanti Bapak dan Ibu dalam waktu 1 hari bisa 20 dokumen Bapak dan Ibu [tertawa] gitu ya. bisa 20 dokumen lebih di situ, gitu ya. Nah, itu contoh pertama ya, Bapak dan Ibu ya. Jadi untuk ee praktik C4-nya gitu ya, kita minta itu bentuk identifikasi resiko. Nah, bisa juga untuk analisis dokumen nih Bapak dan Ibu tadi contohnya gitu ya, laporan, kebijakan misalnya data Excel bahkan Bapak dan Ibu dalam bentuknya data-data yang banyak gitu ya. Dan juga mungkin notuland nih Bapak dan Ibu mau bikin hasil rapat jadi action item itu juga bisa nanti kita coba ya Bapak dan Ibu ya. Nah, termasuk di Microsoft Word juga dalam bentuknya misalnya Bapak dan Ibu untuk mikan lebih cepat ekstraksi insight rewriting misalnya dengan menggunakan bahasa yang formal yang bisa lebih bagus penggunaan kata-katanya itu juga bisa Bapak dan Ibu di situ gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, tapi di sini tetap kita perlu untuk bandingkan Bapak dan Ibu dari yang hasil utamanya sama laporan yang kita kembangkan gitu ya. Beda enggak nih maksud dan tujuannya? Konsepnya beda enggak nih dengan goals-nya yang kita mau tuju, objektifnya clear apa enggak, Bapak dan Ibu di situ, gitu ya. Nah, itu juga bisa tuh. Atau misalnya kita mauembandingkan dua dokumen Bapak dan Ibu misalnya satu dokumen A, satu dokumen B itu juga bisa di situ gitu ya Bapak dan Ibu ya. Misalnya ada dua dokumen, yang satu bahasanya seperti apa, yang satu seperti apa gitu ya. Ada dua versi mana yang lebih bagus gitu misalnya kita buat gunakan itu bisa juga itu di sini Bapak dan Ibu. Nah, itu contohnya. bisa mendeteksi gap. Nah, ini juga nih, Bapak dan Ibu kalau misalnya ada informasi-informasi yang inkonsisten atau ada bagian-bagian yang missing link atau yang hilang yang mungkin kita sebagai manusia kelewatan gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Kita kita enggak ngeh gitu misalnya gitu. Jadi, anomali-anomali seperti itu juga bisa dideteksi Bapak dan Ibu gitu ya dengan menggunakan copilot menggunakan AI. termasuk juga executive summary tadi Bapak dan Ibu misalnya kita ada 1000 halaman gitu misalnya Bapak dan Ibu ya. Nah, itu mau dibikin jadi ringkasan eksekutifnya misalnya itu juga bisa gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, misalnya ini bandingkan bagian dokumen ini. Temukan inkonsistansi sajikan dengan bullet point dan fokus pada risiko maksimal lima temuan gitu misal gitu Bapak dan Ibu ya. Nah, ini nih Bapak dan Ibu bisa kalau misalnya Bapak Ibu pakai dua dokumen yang sama gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Misalnya kita pakai ee ini deh apa namanya? Word. Sebentar saya coba ya lihat ya. Laporan. Nah, laporan MBG misalnya Bapak dan Ibu ambil contohnya aja ya. Ini Bapak dan Ibu ya di sini ya gitu. Di sini laporan abilisasi kebijakan MBG gitu misalnya Bapak dan Ibu ya. Di sini ya. kita pakai nih gitu untuk ee inkonsistensinya kita lihat gitu ya. Tapi memang harus ada pembanding sih Bapak dan Ibu sebenarnya gitu ya. Tapi ini kita coba dulu aja ya. Laporan MBG ini ee saya open file dulu ya di sini. Nah kita yang baru lagi ya new chat ya Bapak dan Ibu ya. Jadi kalau misalnya kita mau ada bahasan yang baru Bapak dan Ibu harus new chat gitu ya. Jangan di dalam chat yang sama gitu ya. Karena kalau misalnya kita pakai dalam chat yang sama itu nanti pembahasannya akan nyampur tuh Bapak dan Ibu bercampur gitu ya. Jadi kalau misalnya kita mau mulai pembahasan yang baru itu kita harus new chat ya Bapak dan Ibu ya di situ ya. Nah ini misalnya jangan deh pakai dokumen KKP. Yes. Yes. Dokumen ini aja deh kita deh laporan MBG misalnya Bapak. Oh atau ini aja laporan Sukabumi 1, laporan Sukabumi 2 ya. Kita lihat ya Bapak dan Ibu ya. Nah ini gambaran Kota Sujuk Jawa Barat gitu misalnya. ini tentang ee apa namanya ee situasi kondisi kota Sukabumi ya. Ini kita lihat kita pakai dua ini aja Bapak dan Ibu dua-duanya word ya. Ini ambil contoh aja ya Bapak dan Ibu ya di sini ya. Nanti Bapak dan Ibu bisa kalau misalnya ada real case dari punya Bapak dan Ibu, Bapak dan Ibu bisa coba sendiri gitu. Continue. Oh harus sign on dulu. Ternyata saya dari tadi masih pakai yang gratisan. Coba sebentar ya Bapak dan Ibu ya. Kita dulu ya. kita pakai itu saya dulu kita pakai account saya dulu. Jadi biasanya kalau misalnya Bapak dan Ibu sudah punya Office Microsoft 365 gitu ya Bapak dan Ibu ya. Itu biasanya Bapak dan Ibu akan secara otomatis punya account ini Bapak dan Ibu gitu account Microsoft copilot ini. Makanya sebenarnya kalau pakai copilot ini lebih lebih itu Bapak dan Ibu gitu ya lebih apa namanya lebih murah gitu ya Bapak dan Ibu ya. sebenarnya lebih murah gitu ya, karena akhirnya kita bisa sekalian gitu bayar cuma satu atau mungkin sudah bekerja sama gitu. Eh, kok enggak bisa? Sebentar ya, Bapak dan Ibu ya. Saya lihat dulu ya. Ee ada kayakerroran nih. Sebentar sebentar sebentar sebentar saya sign in dulu. Hm. Baik ya, Bapak dan Ibu ya. Sebentar ya, saya save dulu. Saya connect dulu. Hm. Bentar ya, Bapak dan Ibu ya. Saya coba 10. Oke, bentar saya setting dulu ya. Hm. Yes. Coba ya, Bapak dan Ibu di sini ya. Oke, saya ee itu dulu ya. Saya izin share lagi ya, Bapak dan Ibu ya. Nah, ini Bapak dan Ibu ada dua nih, gitu ya. dua dokumen kita minta bandingkan dokumen ini. Temukan in konsultasi sajikan dalam bulif fokus pada resiko. Maksimalkan lima temuan gitu ya. Sekarang di 10 lew 10 Bapak dan Ibu gitu langsung Bapak dan Ibu di sini dalam waktu enggak nyampai 5 detik gitu ya langsung keluar Bapak dan Ibu gitu ya tentang Sukabumi. Fokus pada inkonsistasi potensi risiko geografi iklim dokumen nyata menggambarkan Sukabumi sebagai kuota dataran tinggi gitu ya. Resikonya informasi salah dapat menyesatkan perencanaan wisata, investasiakan lingkungan, transportasi juga langsung keluar ekonomi, budaya masyarakat gitu ya Bapak dan Ibu ya. Kesimpulan dokumen pertama memberikan gabungan faktual tentang Sukabumi. Sedangkan dokumen kedua sepenuhnya fiktif, tidak dapat diverifikasi gitu ya Bapak [tertawa] dan Ibu. Jadi kalau misalnya ada dua dokumen kita bandingkan bisa Bapak dan Ibu. Bahkan ya Bapak dan Ibu kita bisa menggabungkan sampai 20 dokumen sebenarnya. gitu ya. Dalam satu waktu itu sudah maksimal 20 dokumen Bapak dan Ibu gitu ya. Jadi daripada kita harus baca satu-satu kita bandingkannya secara manual gitu kan ya Bapak dan Ibu ya. Nah itu bisa dibantu di sini gitu ya oleh AEI Bapak dan Ibu gitu. Nah ini Excel juga kita menganalisa tren deteksi pola sama inside otomatis. Nah, itu juga bisa Bapak dan Ibu untuk melihat data-data mana gitu ya yang akhirnya anomali gitu ya yang trendnya gimana nih gitu ya Bapak dan Ibu dari data-data yang ada. Nah, itu juga bisa gitu ya dengan kita menggunakan AI gitu ya. Bisa juga untuk ini Bapak dan Ibu deteksi data yang tidak wajar atau ada data-data yang outlier nih Bapak dan Ibu yang kira-kira mengidentifikasikan sebuah masalah atau tersembunyi yang kitanya tadi itu enggak ngeh gitu ya Bapak dan Ibu ya. atau lewat dari pantauan kita gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, dari situ juga AI bisa membantu kita memberikan insight berbasis data juga Bapak dan Ibu di sini narasi interpretasi makna gitu ya berdasarkan dari kata-kata, data-data yang ada. Rekomendasi tindakan. Nah, ini juga bisa Bapak dan Ibu gitu ya dari temuan-temuan yang ada tadi gitu ya diberikan rekomendasinya apa nih yang harus kita lakukan gitu ya. Ingat Bapak dan Ibu, hanya rekomendasi ya Bapak dan Ibu ya. Hanya rekomendasi bukan kebijakan akhirnya. Kebijakan akhir tetap tanggung jawabnya di kita gitu ya Bapak dan Ibu ya sebagai manusianya ya Bapak dan Ibu ya. Nah ini contohnya analisis data ini identifikasi tren anomali sajikan bullet point fokus pada rekomendasi maksimal 5 insight gitu ya. Ambil contohnya Bapak dan Ibu ya. Saya pakai data ee ini aja deh DAMI ya Bapak dan Ibu yang kita pakai di Kemenpan RB untuk penerima bahan sos ini data dami ya Bapak dan Ibu ya data bohongan ya gitu ya bukan data yang sesungguhnya gitu ya ini ada 1000 data di sini gitu ya ada NIK nama usia jenis kelamin provinsi pendapat jumlah tanggung status sewa rumah kendaraan apa enggak gitu ya total ada 1000 Bapak dan Ibu di sini tu 1131 satu gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, ini kita coba ya Bapak dan Ibu untuk kita ee lihat gitu untuk kita tinjau. Kita masuk dulu ke new chat lagi ya. Jangan lupa Bapak dan Ibu di sini harus new chat kalau pembahasannya baru gitu ya. Tapi kalau misalnya Bapak dan Ibu masih dalam satu bahasan satu topik itu enggak apa-apa dilanjutkan gitu. Nah, ini ya Bapak dan Ibu di sini gitu kita masukkan di sini kita pakai promptingnya ini kita jelaskan dulu tadi Bapak dan Ibu ya. saya adalah analisis kebijakan. Analisis data ini identifikasi tren dan anomali sajikan dalam bullet point gitu ya. Fokus pada rekomendasi maksimal 5 inside gitu ya. Kita coba nih Bapak dan Ibu ya. Sekarang 1013 langsung keluar Bapak dan Ibu gitu ya. Hitungan detik tadi gitu. langsung nih Bapak dan Ibu fokus pada rekomendasi kebijakan. Usia lanjut, rumah status tidak stabil gitu ya Bapak dan Ibu ya. Rekomendasinya apa nih? Langsung keluar Bapak dan Ibu rekomendasi-rekomendasinya. Nah, dari sini kita bisa mengambil rekomendasi tersebut gitu ya Bapak dan Ibu menjadi kebijakan kita, keputusan kita. Nah, baru tuh kita tuh peran manusianya tuh Bapak dan Ibu di situ yang keluar gitu ya. Jadi contohnya bisa keluar langsung di sini. Kesimpulan data menunjukkan inkonsistensi antara pendapatan aset dan status kelayakan. Kebijakan perlu diarahkan pada penyempurnaan kriteria verifikasi gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Jadi di sini langsung keluar bahkan data-data yang anomalinya Bapak dan Ibu di sini nama 24 gitu ya. Kita lihat di sini nama 24 gitu ya Bapak dan Ibu di sini. Nah, ini nih berarti orangnya gitu ya langsung keluar di sini gitu ya misalnya. Nah, jadi akan bisa terlihat Bapak dan Ibu di situ. Jadi memudahkan pekerjaan kita juga daripada kita kerja manual gitu kan ya Bapak dan Ibu. Mungkin lihat data sebanyak itu butuh waktu seharian gitu ya Bapak dan Ibu ya untuk mengambil intisarinya itu baru kita lihat datanya belum kita beli berikan kebijakannya gitu ya. Jadi mungkin kita bisa kehilangan momen gitu ya ketika kita bekerja tidak dengan cepat Bapak dan Ibu gitu ya. Nah itu contohnya ya Bapak dan Ibu ya. Analisis data menggunakan Excel. gitu ya. Itu contohnya problemnya. Nah, ini Bapak dan Ibu gitu ya. Dengan data yang banyak tadi gitu ya, akhirnya keputusan yang kita ambil bisa lebih lambat gitu ya. Karena tadi tuh kita akhirnya menimbang banyak hal. Nah, ini juga sebenarnya salah satu efek sampingnya juga Bapak dan Ibu dari data yang terlalu banyak tadi sekarang yang kita miliki sebagai manusia gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, makanya kita bisa advan sumaration ini gitu ya. Jenis-jenisnya ada tiga, Bapak dan Ibu. Ada decision executive summary, misalnya data yang banyak tadi yang ada ratusan halaman gitu misalnya atau tadi ada ribuan dokumen tadi gitu ya. Tapi maksimal 20 sih Bapak dan Ibu yang bisa kita gunakan gitu ya. Tapi di situ kita bisa ringkas tingkat tinggi pimpinan gitu, ringkasan yang secara high level-nya Bapak dan Ibu. Bisa juga di sini kita bikin decision brief misalnya konteks opsi rekomendasi untuk satu specific decision atau kalau misalnya kita mau di sini daftar tindakan yang konkret. Nah, itu juga bisa tuh Bapak dan Ibu di situ gitu ya. Someation. Nah, ini juga bisa advance sama resision tekniknya nih Bapak dan Ibu berbasis audience gitu ya. Kita bisa tadi gitu berdasarkan audiens-nya yang kita mau tuju siapa, kita akan mempresentasikan ini kepada siapa gitu ya. Nah, itu namanya audience summarization teknik Bapak dan Ibu, gitu. Lalu juga ada berbasis peran minority informasi paling relevan berdasarkan peran tanggung jawab pembahan ini. Nah, dia perannya apa sih? Misalnya kita mau menyajikan ini untuk auditor gitu ya, kita mau menyajikan ini misalnya untuk CMO gitu ya, direktur marketing. Nanti kita mau untuk direktur finance mungkin kita perlu sesuaikan tuh Bapak dan Ibu gitu ya. mungkin ada dokumen khusus untuk direktur finance, ada untuk direktur marketing, ada direktur bisnis gitu ya. Itu bisa dibuat spesifik lagi Bapak dan Ibu gitu ya. Sama actionable setiap ringkasan dirancang untuk menghasilkan tindakan nyata bukan sekedar pemahaman pasif. Nah, itu juga bisa tuh Bapak dan Ibu kalau misalnya kita mau merujuk langsung kepada gitu ya actionable item gitu ya itu juga bisa. Contohnya misalnya ini ya, ringkas dokumen ini sajikan 5 bullet poin, fokus pada keputusan strategis. Gunakan bahasa forma maksimal 100 kata. Kita copy di sini saya pakai dokumen laporan aja deh. Ini laporan kinerja 2023 deh gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Kita pakai kalau kita baca di sini Bapak dan Ibu ada 296 halaman gitu ya. Misalnya ya kita diminta sama bos kita, "Mas Kavin tolong dong ringkas ini gitu ya. Kasih ke saya besok ya gitu Bapak dan Ibu. Gimana tuh caranya tuh Bapak dan Ibu? Kita harus perangkas 296 halaman ini gitu ya. Menjadi ringkasan dan poin-poin untuk pengambilan keputusan gitu ya. Nah itu Bapak dan Ibu yang bisa dibantu sama AI gitu ya. Nah itu contohnya kita chat lagi di sini ambil contoh ya Bapak dan Ibu. Kita masukkan di sini laporannya langsung ya Bapak dan Ibu ya. Di sini masukkan tadi prompting-nya gitu ya. Saya adalah analis kebijakan. Ringkas dokumen ini sajikan dalam 50 poin. Fokus pada keputusan strategis. Nah, ini saya masukkan juga tambahan tambahkan ya Bapak dan Ibu ya. Misalnya saya mau kasihnya buat direktur keuangan. Untuk direktur keuangan gunakan bahasa formal maksimal 100 kata gitu ya. Sekarang 1019 Bapak dan Ibu. Kita coba di sini gitu ya. 1019. Nah, ini lagi dibaca ya, Bapak dan Ibu ya, sama copilotnya. Langsung keluar Bapak dan Ibu dalam hitungan detik di sini langsung ringkasannya nih. Optimalisasi anggaran GTP output tinggi, kurangi pembiayaan kegiatan berisiko rendah dampak, efisiensi belanja operasional, penguatan pengendalian internal, investasi program prioritas nasional, transparansi pelaporan kinerja gitu ya Bapak dan Ibu ya. Langsung keeluar di sini ya untuk direktur keuangan gitu. Kalau kita bikin misal untuk direktur marketing nih ya Bapak dan Ibu ya. Kita coba ya gitu ya. Kalau ini untuk direktur marketing misalnya ini contohnya ya Bapak dan Ibu ya. Kita lihat nih beda tuh Bapak dan Ibu hasilnya karena konteksnya berbeda, tujuannya beda. Jadi hasil yang diberikan sama si AI ini pun sama kopilot ini pun akan beda Bapak dan Ibu di sini gitu ya. Jadi tadi itu C4-nya gitu ya, Bapak dan Ibu ya, harus kita sesuaikan tadi Bapak dan Ibu dengan kebutuhan kita karena nanti AI ini akan memberikan ya sesuai sama kebutuhan kita juga Bapak dan Ibu gitu ya. Nah, itu contohnya ya hasil rapat. Nah, ini juga Bapak dan Ibu ringkas hasil rapat ini disajikan dengan action item gitu ya. Gimana tapi kalau misalnya kita rapatnya ee itu gitu ya Bapak dan Ibu rapatnya kita rapatnya ee offline. Nah, ini saya kasih tahu ya triknya ni Bapak dan Ibu ya. Ya, kalau misalnya kita lagi rapat offline, kita jadi notulent-nya, jadi notulensin-nya, kita bisa masuk ke Microsoft Teams, Bapak dan Ibu call gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Atau jari view more app ini, terus nanti Bapak dan Ibu masuk ke Meet di sini gitu ya. Nah, di sini Bapak dan Ibu bisa ngerekam gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Ngerekam gitu. Nah, ini nih misalnya ini start meeting. Ngerekam meeting-nya saya biasanya gitu Bapak dan Ibu. Kalau misalnya lagi meeting, ya udah saya tinggal nyalain aja di sini gitu. Nah, ini ya, turn on gitu ya, turn off kameranya kita diamin aja kita join now gitu ya Bapak dan Ibu ya. Di sini contohnya contohnya aja ini saya kasih contoh ya. Kalau misalnya kita mau notulensing tinggal transcribe Bapak Ibu di sini start transcription pakai bahasa apa? Nah, ini Bapak dan Ibu juga bisa pilih ya. Kalau misalnya sampai pakai bahasa Algeria ya tinggal Albania di sini ya. masukin Bapak dan Ibu bahasanya tinggal sesuaiin kita aja bahasa katalan gitu ya misalnya. Nah, ini kita masukin bahasa kita apa untuk bahasa meetingnya ini bahasa Indonesia ya kita confirm. Oke Bapak dan Ibu nih contoh gitu ya. Hari ini kita akan berdiskusi tentang cara membuat Indomie goreng yang baik gitu. Nah Indomie goreng Bapak dan Ibu gitu ya. Mie goreng itu dibuat adalah berdasarkan pakai mie gitu ya, pakai minyak, pakai telur, dan juga pakai isian sesuai dengan kebutuhan Bapak dan Ibu semua gitu. Nah, saya mau Bapak dan Ibu minggu depan buat tim anggotanya lima orang gitu, Bapak dan Ibu. Temukan resep mie goreng yang paling enak se-Indonesia gitu ya. Sekarang tanggal 10 April. Saya mau Bapak dan Ibu kembali ke saya dan mempresentasikan di tanggal 17 April. Nah, ini Bapak dan Ibu ya langsung keluar nih Bapak dan Ibu transcription-nya. Tinggal kita copy. Kita copy di sini. Nah, ini saya lift dulu ya, Bapak dan Ibu ya. Ini kita lift masuk ke copilot lagi tadi Bapak dan Ibu di sini. gitu. Kita langsung minta untuk ringkas hasil rapat. Kita masukkan untuk transkrip-nya Bapak dan Ibu di sini. Nah, kita masukkan promptingnya baru nih di sini. Ringkas rapat ini sajikan dalam bentuk action item. Next step maksimal 5 poin. Sekarang 1023 Bapak dan Ibu. Jadi daripada kalau kita notulensi kita sambil ngetikin, sambil dengerin nanti kita ke distrak gitu, tiba-tiba teman sebelah kita ngajak ngobrol gitu ya, Bapak dan Ibu kan kita bisa lupa ya apa yang diobrolin gitu. Jadi nanti mungkin bisa salah-salah notulensi kita gitu ya. Notulensi kita salah nanti kebijakan yang kita ambil pun juga bisa salah. Nah, ini langsung Bapak dan Ibu keluar nih action itemnya pembutukan tim, tugas penelitian resep, kriteria resep, deadline-nya kapan, output-nya apa, langsung keluar Bapak dan Ibu gitu. Tinggal nanti kita sesuaikan aja dengan template kita gitu ya. Template instansi kita biasanya ada bentuk tabel siapa, ada penandatangannya siapa gitu ya. Nah, tinggal kita sesuaikan di situ Bapak dan Ibu gitu ya. Jadi nanti kalau misalnya Bapak dan Ibu meeting offline tinggal digituin ya Bapak dan Ibu ya gitu langsung bisa pakai Google Meet di situ gitu bisa pakai apa namanya ee Meet di situ gitu ya. Nanti tinggal masuk di sana tinggal transkrip aja Bapak dan Ibu ya pakai Microsoft Meet-nya gitu. ee pakai Microsoft Teams-nya, pakai apapun sebenarnya bisa Bapak dan Ibu di situ ya pakai apa namanya? Tinggal Bapak dan Ibu sesuaikan aja. Nah, ini resikonya Bapak dan Ibu menggunakan AI tapi kadang-kadang bisa bias gitu ya. AI itu kadang-kadang juga bisa Bapak dan Ibu untuk ya halusinasi gitu ya, Bapak dan Ibu ya. Bisa halusinasi ya. Karena emang EAI itu EI apapun Bapak dan Ibu itu belum se ee perfect itu, belum sesempurna itu, Bapak dan Ibu gitu. Tapi sekarang memang sangat sangat sangat jauh lebih baik, sangat sangat sangat bisa membantu kita Bapak dan Ibu di situ gitu ya. Nah, jadi di situ Bapak dan Ibu tugasnya kita gitu ya untuk menghindari bias, halusinasi kita yang harus sebagai kurasi akhirnya gitu ya Bapak dan Ibu ya. salah interpretasi. Nah, Ei juga bisa menyalah artikan Bapak dan Ibu. Makanya kita harus kasih konteksnya yang jelas juga. Dan yang paling penting kita harus ini Bapak dan Ibu mengevaluasi [tertawa] akhirnya seperti apa. AI melemahkan kemampuan berpikir independen manusia. Nah, ini nih Bapak dan Ibu gitu ya. Jangan plek-plekan kita pakai AI Bapak dan Ibu. Tetap harus tugas kita. Kenapa? Karena sebenarnya sama aja kita ya. Akhirnya kan semua kembali ke kita Bapak dan Ibu menggunakannya seperti apa gitu ya. Banyak yang bilang, "Oh, AI bikin bodoh" gitu ya. AI bikin kita malas ya. Kalau misalnya kita menggunakannya seperti itu ya mungkin bisa. Tapi kalau misalnya kita gunakan AI hanya sebagai pembantu pengambilan keputusan kita gitu ya, ya kita kan juga tetap harus berpikir Bapak dan Ibu gitu ya. Kita tetap harus punya apa ya? kita enggak menjadi harus punya nilai-nilai akhirnya value yang kita berikan di situ gitu ya Bapak dan Ibu ya. Jadi di sini kemampuan berpikir kritisnya ya tetap tugas kita. Malah menurut saya enak ya pekerjaan-pekerjaanf itu ya Bapak dan Ibu yang ngetik-ngetik segala macam yang buang-buang waktu biar kita kasih ke AI. Nah kita sebagai manusia kita berpikirnya strategis, kita berpikirnya hal-hal yang inovatif Bapak dan Ibu di situ gitu ya. Biar semuanya dibantuin copilot aja. Microsoft coilot aja gitu kan ya Bapak dan Ibu ya gitu. Jadi kita manusia bisa kembali menjadi manusia berpikir strategis dan juga berpikir dampak aja di situ gitu ya. Misalnya contohnya Bapak dan Ibu ya. Nah prinsipnya ada tiga ini ketika kita responsible AI. Fairness memastikan hasil outputnya adil tidak diskriminatif terhadap individu atau kelompok tertentu. Transparansi proses dasar pengambilan keputusan E harus dapat dijelaskan, dipahami oleh pengguna. Accountability. Nah, ini juga Bapak dan Ibu, manusia bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. tetap kita tanggung jawab akhirnya Bapak dan Ibu ya, tetap kita pengambilan keputusan akhirnya gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, seperti itu Bapak dan Ibu gitu ya. Cara menggunakan copilot untuk kita Bapak dan Ibu ya untuk membantu pekerjaan kita sehari-hari terutama berhubungan dengan analisis data dan dokumen. Nah, sekarang kita masuk ke sesi tanya jawab. Saya kembalikan Mas Firdaus untuk memandu ya. Silakan Mas Firdaus. Terima kasih. Oke, siap. Thank you, Mas Kalvin, buat penjelasan materi hari ini. Jadi, Bapak, Ibu kalau tadi kalau mau pakai AI jangan lupa pakai prom-nya gitu ya, biar kita mendapatkan hasil yang ideal. Dan kalau kita minta bantuan AI gitu ya, mau bikin rekomendasi kebijakan hanya rekomendasi aja dan keputusan akhir tetap di Ibu. Jadi, Bapak Ibu semuanya kalau pakai A hanya untuk membantu aja, jangan lupa divalidasi ulang gitu. Oke, kita langsung aja ke sesi tanya jawab. Bapak, Ibu kalau ada yang mau bertanya langsung ke Mas Kalvin boleh klik raise hand aja gitu ya. Ini nanti kita utamain untuk yang raise hand. Kalau di meeting chat sudah banyak yang bertanya, Mas Kalvin. Nanti udah saya tulis juga tapi nanti kita utamain dulu yang R ini ada dari Pak Oktasi Dwi Santoso. Silakan, Pak. Izin saya. Silakan, Mbak. Ya. Selamat siang, Mas. Siang. Siang, Bapak. Iya, suaranya jelas, ya? Jelas, Pak. Aman. Iya. Perkenalkan saya Okta dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Ya, ee terima kasih sekali dengan adanya Garuda EA ya. Ee saya mengikuti juga masuk grup WA-nya. banyak sekali yang bisa kami dapatkan. Cuma ini sekedar mungkin saran masukan atau apa untuk ee webinar Garuda EA ini jadi lebih baik. Ee selama ini banyak sekali kita mengikuti webinar-webinar di mana ee sertifikat mereka itu bisa dapat langsung kita dapatkan walaupun itu bukan berhubungan dengan AI. Tetapi saya melihat di grup WA itu banyak sekali yang komplain, lama sekali kok sertifikatnya, padahal ini adalah hubungannya dengan AI. Ee mohon mungkin ee bisa ada respon ya dari Garuda EAI biar lebih baik lagi. Terima kasih Bapak. Oke, makasih Pak. Nah, itu mungkin Mas Firdaus nih. Mas Firdaus boleh dibantu enggak? Oke, siap. Terima kasih, Pak Dwi Santoso. Untuk ee sertifikat, Pak Dwi untuk yang LMS silakan boleh nanti hubungi aja admin Garuda kita gitu ya. Ini sudah saya bantu share juga untuk sertifikat LMS ataupun webinar ya. Kalau untuk webinar kita emang maksimal H+ 7 hari kerja karena webinar kita mengadakan banyak instansi juga jadi agak banyak antrian Pak ini ribuan hampir puluhan ribu gitu. Jadi kita e bertahap untuk pengirimannya. Jadi pasti ee maksimal banget HP 7 hari kerja, Pak. Tapi paling cepat pasti ee kurang lebih 2 hari setelah webinar sudah pasti dapat gitu. Iya, terima kasih, Mas. Maksudnya begini, ee banyak juga webinar-webinar itu yang di mana kita sekali klik ee selesai acara webinar kita klik itu bisa langsung muncul hasilnya kan. Alangkah lebih baiknya mungkin bagaimana caranya? Tinggal bagaimana caranya ee Garuda bisa bikin yang seperti itu maksud saya. Oh, siapsiap Pak nanti untuk saran kita tambung dulu ya, Pak, untuk saran sertifikat webinar. Terima kasih, Pak Dwi atas sarannya ya. Terima kasih I siap. Terima kasih. Nanti saya bantu sampaikan ke baik Bapak Ibu semuanya. Oke, sudah ada. Silakan Pak Agung. Oke. Ee terima kasih. Nama saya Ag. Eh, saya ingin bertanya ke Pak Kalvin itu agak teknis. Saya juga udah udah ngechat di di kolom chat sih. Kalau misalnya transip itu di free plan itu ada batasannya enggak gitu? Ada batasannya apa gitu? Eh, apakah di durasi meetingnya atau bagaimana? Terima kasih. Oke, makasih Pak Agung untuk pertanyaan Pak. Nah, kalau saya sih, Pak, kalau misalnya pakai itu ya tadi ya yang pakai Microsoft Teams itu mm sampai sekarang sih belum dapat batasannya ya, Pak ya. Gitu. Saya meeting 2 jam 3 jam gitu ya. Itu masih bisa sih, Pak di situ gitu. Jadi walaupun free juga gitu ya, itu bisa digunakan tuh Pak, bisa dicoba gitu. Oke, thank you. Seperti itu ya, Pak Agung ya. Makasih banyak, Pak. Oke, terima kasih Pak Agung. Kita lanjut ke Pak Yuda Prima. Silakan, Pak. Selamat pagi, Pak Firdaus, Pak Kelvin. Selamat pagi, [berdehem] Pak Yuda. Oh, ya. Ee terima kasih banyak. Ini luar biasa sampai Pak Kelvin ini. Tapi saya pertanyaan saya cuma satu saja, Pak Kelvin. Eh, K kan banyak sekarang ya. Tadi kan dicontohkan kan copilot tadi. Nah, ee apa sih yang ee full AI yang memang bisa ee apa namanya? menuntaskan pekerjaan saya ee ee pekerjaan kita. Contoh, contoh saya kebetulan dari BPEDA Provinsi Sumatera Barat ee saya sebagai [berdehem] perencana ee dalam menganalisa data saya mungkin bisa menggunakan copilot yang Pak Kelvin sampaikan tadi. Yes. Tetapi kadang-kadang kan penyajian oleh pimpinan kan tidak hanya sebatas ee apa namanya analisa atau ringkasan, tapi juga tolong bikinkan juga dong dalam bentuk paparan. Nah, agar visualisasinya juga tampil menarik gitu kan. Kadang-kadang kan itu pengin langsung jadi. Jadi dia tidak baca tidak baca apa kita resume kita, tapi langsung kelihatan visualnya. Nah, kira-kira AI apa nih yang powerful yang bisa all in seluruhnya? Itu saja mungkin Pak Kelvin. Makasih banyak. Oke. Baik. Makasih banyak ya Pak Yuda untuk pertanyaannya nih, Pak. Nah, sebenarnya gini sih, Pak. Memang AI di luaran sana kan banyak ya, Pak Yuda ya gitu ya. Saya juga kebetulan sudah nyoba semuanya gitu ya. Ee biasanya, Pak memang masing-masing tools itu punya plus minusnya lah, Pak. Gitu ya. misalnya ada yang ada yang itulah ya, Pak, ya, gitu ya, yang saya enggak bisa sebutkan gitu ya. Nah, itu mungkin cocoknya untuk pertanyaan kita sehari-hari, Pak. Gitu ya. Misalnya saya mau motor A sama motor B nih, mana yang lebih bagus nih motornya yang lebih kencang gitu misalnya. Nah, itu ada tools AI yang tersebut. Ada AI yang lebih bagus untuk bikin gambar, Pak. Misalnya ya, saya mau gambar orang lagi naik motor sambil bonceng kuda gitu misalnya, Pak ya. Udah ini contoh [tertawa] ya, gitu. Nah, itu ada tools-nya juga, Pak. Gitu ya. Nah, kalau copilot ini gitu, Pak, ya, yang kita sajikan kok menurut saya ya, karena copilot ini memang untuk membantu pekerjaan terkait juga dokumen-dokumen, Pak, Pak Yuda gitu ya. Kenapa? Karena kalau kita lihat kan, Pak, kita banyak menggunakan ekosistem Microsoft dari dulu gitu. Kita ngetik pakai Microsoft Word gitu misalnya ya, Pak. Kita olah data pakai Microsoft Excel gitu ya. kita mau bikin jadi dokumen baku, kita pakai Microsoft PDF, Pak. Gitu misalnya, ya dan juga yang lain-lainnya gitu. Nah, copilot ini memang dibuat oleh Microsoft untuk mendukung ekosistem tersebut tuh Pak Yuda, gitu. Jadi sebenarnya kalau misalnya menurut saya gitu ya, kenapa saya prefernya pakai copilot? Karena itu tuh, Pak, gitu. Dan juga bisa diintegrasikan misalnya nih, Pak ya, kita ambil contoh ya langsung ya, Pak ya. Ee biar mudah nih gitu ya. misalnya dari yang tadi kita sajikan aja deh di sini gitu ya, pakai action item di sini gitu. Buatkan ee presentasinya untuk ke atasan saya gitu ya sebanyak 5 slide siap pakai. Nah, misalnya gitu ya Bapak dan Ibu ya. Ini contohnya ya Pak Yuda ya. Nah, ini tujuan rapat rancangannya struk Anda miliki lima slide. Nah, apa anda ingin melengkapi ya gitu ya dengan visual layout gitu untuk ee dalam file PowerPoint gitu misalnya ya, Pak ya. di sini contohnya ini slide-nya isinya apa gitu ya? Slide duanya apa? Ini lima slide. Oke. File PPT. Oh, karena saya pakai ini nih seperti ini. Langsung stres atau mmih saya harusnya pakai itu. W. PPT siap download ya, Pak ya. Biasanya Oh, ini baru poin-poin nih. Berarti kita harus pakai yang baru sebentar ya, Pak ya. Nah, tapi biasanya, Pak, kalau misalnya kita ee itu kalau kita minta itu biasanya langsung keluar tuh, Pak, file-nya. Sebentar saya coba pakai account yang satu lagi nih, ya. Di situ ya. Nah, itu nanti kita bisa langsung gunakan, Pak. Di situ kita langsung gunakan, kita langsung bentuk dalam PPT gitu ya. Nah, itu bisa kita langsung presentasikan di situ, Pak. Gitu. Nah, itu sebenarnya enaknya di situ juga gitu ya untuk si copilot ini, gitu. Nah, misalnya sebentar ya saya contoh juga. Ee nanti deh mungkin bisa ke itu kali ya Mas Firdaus ya. Nanti dikasih apa dibantu tolong ke Pak Yuda untuk yang sebelumnya apa namanya mungkin yang kelas-kelas kita sebelumnya tentang bikin PPT Mas Wdaus gitu ya pakai pilot ya. N. Nah, itu juga ada tuh, Pak, gitu ya di webinarnya BAR gitu. Tapi biasanya bisa tuh, Pak, seperti itu. Nah, jadi langsung terintegrasi juga karena ya itu ya, Pak ya tadi ya, copilot itu dibuat sama Microsoft untuk membantu integrasi dari tools-tools yang ada. Bahkan gitu ya, Pak ya. Itu kita bisa bikin poster tuh, Pak, langsung Pak Yuda dalam bentuk poster gitu ya misalnya ya. Itu juga bisa langsung gitu dipakai copilot gitu. Tapi tadi gitu nanti bisa ditonton juga Pak karena waktunya terbatas gitu ya buat di Binar for busnis namanya YouTube-nya gitu. Nah di situ banyak tuh Pak kita sudah 54 kelas gitu ya sekarang sudah ke 53 gitu ya mulai dari notulensi sampai bikin poster itu sampai bikin video bahkan itu ada di semua situ seperti itu ya Pak Yuda ya semoga menjawab ya Pak Yuda. Terima kasih. Oke terima kasih banyak Mas Kalvin atas jawabannya. Terima kasih Pak Yuda buat pertanyaannya. kita langsung nges ke Pak Fahrizal. Silakan, Pak. Baik, terima kasih. Ee saya Fah Rizal ee kebetulan saya pertama kali, Pak, ikut webinar ini kayaknya keren deh. Salam kenal, Pak. Salam kenal, Pak. Siap-siap. Nah, jadi saya punya pertanyaan, Pak. Dua pertanyaan. Yang pertama ee mengenai sior tadi ee ini berandai-andai ini, Pak, ya. Bagaimana jika lebih dari satu orang, misalnya empat orang menggunakan sipor yang sama pada dokumen yang sama tapi menghasilkan rekomendasi yang berbeda. Ee jadi indikator apa yang dipakai untuk menentukan keputusan yang lebih benar. Nah, dalam hal itu apakah tersebut bisa benar-benar objektif dalam kasus tadi, Pak? Terus yang kedua ee kebetulan kan saya di BPKD Kota Samarinda, Pak. Ee jika AI digunakan untuk menganalisa kebijakan publik atau dokumen negara itu mekanisme audit yang menjamin transparansi proses berpikir AI tanpa membuka kerentanan data sensitif itu gimana, Pak? Baik, terima kasih. Siap. Makasih banyak ya, Pak untuk pertanyaan ya, Pak. Nah, yang pertanyaan pertama sebenarnya gini ya, Pak ya. Memang kan kadang-kadang kalau misalnya kita lima orang gitu, empat orang tadi ya, Pak ya, kita pakai C4 hasilnya kok beda-beda gitu ya, Pak Kak Rizal ya. Nah, itu yang artinya apa, Pak? Bisa kita diskusikan bersama sih, Pak gitu ya. Kita bisa diskusikan bersama yang itu menjadi bahan diskusi kita justru gitu ya. Oh, perspektif saya seperti ini nih. Perspektif dia seperti ini gitu misalnya. Perspektif dari tools ini seperti ini gitu misalnya, Pak. Nah, atau kita bisa tahu misalnya, Pak, mana yang benar itu pakai metode namanya itu, Pak. Apa namanya? Chain of thought gitu ya. Chain of thought. Jadi, chain of thought itu kita minta AI untuk menjelaskan cara berpikirnya mereka. Misalnya nih, Pak ya. Seperti ini sayaasih contohnya langsung. Ini chain of thought namanya. Jelaskan cara berpikir Anda sehingga memberikan jawaban itu ke saya dasi tersebut ke saya gitu, Pak. Nah, di sini AI akan menjelaskan tuh, Pak, cara berpikirnya dia. Kenapa dia akhirnya memberikan ee hasil tersebut ke kita. Nah, jadi kan kita juga bisa belajar, Pak, cara pemikirannya dia. Jadi ketika kita ditanya sama atasan kita, "Kenapa Vin kok jawabnya seperti itu?" gitu ya. Kita juga bisa menjelaskan. Nah, biasanya anomalinya gitu ya, kita bisa lihat tuh, Pak, dari cara berpikirnya benar apa enggak. Dan empat orang itu juga bisa melihat juga, Pak, di situ. Oke, empat orang ini mana sih yang cara berpikirnya paling benar gitu ya. Atau bisa kita bandingkan langsung aja, Pak, gitu ya. Keempatnya gitu. Misalnya kita save hasil apa namanya rekomendasinya masing-masing dalam bentuk PDF. Kita minta AI untuk bandingkan lagi kopilotnya. Kita minta bandingkan lagi mana nih yang menurut kamu lebih jawaban yang paling baik gitu misalnya ya Pak Farizal ya. Nah itu bisa digunakan juga seperti itu. Tapi sih Pak kalau dari saya tadi ya AI itu kan sebenarnya hanya alat bantu kita gitu ya. Kalau misalnya jawabannya berbeda. Nah di situ justru menurut saya seninya tu Pak. Artinya apa? kita bisa lakukan diskusi sama teman-teman tim kita yang lain gitu ya, Pak ya. Nah, lalu juga untuk pertanyaan kedua gitu kita terkait dengan mungkin hubungannya dengan keamanan data juga ya Pak Farizal ya di situ ya. Nah, ada fundamental dalam penggunaan AI Bapak dan Ibu. Yang fundamental pertama yaitu selalu gunakan tools AI yang jelas asal usulnya gitu ya Bapak dan Ibu ya. Yang clear nih, gitu ya. Siapa nih di baliknya gitu ya. Karena kan di kalau kita pakai mesin pencaharian gitu ya, Bapak dan Ibu ya, itu kan pasti banyak tuh tool-tools AI ya di mana-mana gitu ya. Tapi kalau misalnya saya sih rekomendasikan Bapak dan Ibu yang jelas asal usulnya gitu ya, siapa nih perusahaan di belakangnya. Karena biasanya ketika ee pembuatnya ada sebuah perusahaan besar gitu ya Bapak dan Ibu yang yang juga sudah well known biasanya sudah mengikuti ketentuan dari kebijakan yang ada di negara gitu ya. Misalnya kalau kita di sini gitu ya misalnya Microsoft gitu ya Bapak dan Ibu ya. kita sudah sesuai tuh gitu ya dengan ee regulasi yang ada gitu ya dari pemerintah gitu misalnya contohnya atau yang lainnya juga. Jadi yang paling penting adalah lihat siapa di belakangnya. Yang kedua, Bapak dan Ibu gitu ya, kita jangan pernah memasukkan data-data yang sensitif atau merujuk pada satu orang individu tertentu. Misalnya Bapak dan Ibu data KTP itu jangan tuh alamat, nomor handphone gitu ya, Bapak dan Ibu ya. pokoknya mengerujuk pada satu orang tertentu gitu ya. Nah, itu tuh Bapak dan Ibu itu yang jangan pernah dimasukkan gitu ya. Jangan pernah dimasukkan. Kalaupun kita butuh untuk mengolah data tersebut kita pakai yang namanya anonimisasi Bapak dan Ibu. Anonymisization gitu. Misalnya contohnya nih ya yang saya buat nih. Contohnya Bapak dan Ibu ini ada NIK-nya gitu tapi nama-namanya saya kosongin aja nih Bapak dan Ibu gitu. Jadi kita, saya biasanya kalau misalnya harus dokumen seperti ini gitu ya, saya bikin satu dokumen lagi gitu ya. Satu yang asli, satu yang sudah kita anonimisasi gitu ya. Nama satu, nama dan lain-lainnya. Jadi kita enggak menyebutkan namanya siapa, enggak merujuk pada orang siapa gitu ya. Atau di sini NIK-nya kita tulis aja NIK1 gitu misalnya Bapak dan Ibu ya. NIK1 dan seterusnya. Nah, ini namanya anonimisasi gitu ya. Dengan begini data kita akan jauh lebih aman Bapak dan Ibu. gitu ya. Karena balik lagi sebenarnya kan dari data itu kan yang paling penting kan adalah penjelasan dari data tersebut ya Bapak dan Ibu ya. Dengan kita ganti data-data tersebut gitu ya itu ya akan lebih aman gitu ya. Jadi angkanya nanti dan juga datanya ya isinya ya cuma angka dan kata aja di situ tanpa ada maknanya gitu ya Bapak dan Ibu ya. Nah, untuk melihat tracking-nya Bapak dan Ibu gitu ya, untuk tadi gitu ya, untuk copilot ya, kita bisa lihat tadi itu Bapak dan Ibu apa namanya ee trail-nya gitu ya. Tadi termasuk juga tadi tuh chain of thought-nya. Jadi ketika kita mengaudit pun kita tahu nih dasar pemikirannya seperti apa, hasilnya seperti apa gitu. Jadi kita juga bisa melihat tuh ketepatan dari hasil rekomendasinya juga gitu ya. Semoga menjawab ya, Pak Farizel ya. Terima kasih Pak ya. Baik terima kasih Bapak. Terima kasih, Pak. Oke, terima kasih Pak Farizel buat pertanyaannya. Mungkin satu pertanyaan terakhir, Mas Kalvin dari ee dari chat ini saya ambil satu aja eh dari Pak Ahmad Amrin. Izin tanya apakah hasil dari prom yang sama akan berbeda dengan ee aplikasi EA yang berbeda? Apakah misalnya hasil antara chat CPT dengan copy load? Nah, mungkin akan berbeda ya, Bapak dan Ibu ya, karena ee masing-masing itu biasanya punya cara untuk mengambil datanya masing-masing juga gitu ya. Misalnya Bapak dan Ibu ada salah satu tools gitu yang dibuat dari China Bapak dan Ibu gitu ya. Saya enggak bisa sebut juga untuk AI-nya apa gitu ya. Tapi kelebihannya dia adalah sangat-sangat murah Bapak dan Ibu gitu ya. Harganya mungkin bisa sampai sepertiga atau seperempat gitu ya. Tapi data yang digunakan sama dia hanya data-data yang dari informasi-informasi yang ada di negara China aja, Bapak dan Ibu, gitu ya. Jadi terbatas tuh, gitu ya. Ada juga tools yang lain, gitu ya. Sumber datanya yang lain nih, yang ini sumber datanya yang sini nih misalnya. Nah, itu masing-masing punya tuh Bapak dan Ibu cara berpikir dan juga pengambilan datanya masing-masing gitu. Jadi mungkin hasilnya bisa berbeda enggak? Mungkin bisa, Pak, gitu ya. bisa berbeda. Nah, tinggal kita nih yang mensortirnya. Balik lagi Bapak gitu ya. Kita yang mensortirnya, kita yang memfinalisasi akhirnya seperti itu ya, Pak ya. Semoga menjawab ya, Pak ya. Terima kasih. Oke, siap. Terima kasih, Mas Kalvin atas penjelasan materinya. Terima kasih juga buat waktunya Mas Kalvin di webinar hari ini. Kita akan jumpa lagi di webinar-webinar selanjutnya Mas Kalvin. Terima kasih, Mas Kalvin. Terima kasih, Mas Firdaus. Bapak dan Ibu semua sehat dan bahagia selalu. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya kita langsung aja next sesi ke penjelasan terkait dengan elemen Garuda II. Tapi sebelum ini ee saya akan bantu share untuk link sertifikatnya. Mungkin Bapak Ibu sudah ada yang mau salat Jumat gitu ya, silakan bisa klik link yang ada di meeting chat atau Bapak Ibu yang di YouTube juga bisa scan barcode ee yang ada di layar. Jadi nanti Bapak Ibu bisa ee scan aja barcode-nya sebentar saya bantu share link juga yang ada di YouTube. Setelah ini akan saya bantu jelaskan terkait dengan penggunaan LMS Garuda A. Jadi Bapak Ibu bisa belajar di manapun kapanpun gitu terkait dengan AI lewat LMS kita. Oke, ini saya izin share screen untuk penjelasan. Seperti biasa, Bapak, Ibu untuk sekarang ini masih maksimal banget 7 hari kerja. Untuk sertifikatnya kami akan bantu kirimkan ke email Bapak Ibu gitu. maksimal 7 hari kerja. Oke. Baik, Bapak Ibu semuanya, saya izin bantu untuk menjelaskan terkait dengan LMS Garuda II. Saya izin untuk share link ke meeting chat sebentar. Nah, Bapak Ibu bisa akses LMS kita ee lewat di link yang sudah di-share yang ada di meeting chat. silakan untuk klik ee yang httwgarudaelevat.id. Di situ Bapak Ibu akan ditunjukkan ke arah website yang ada di tampilan Bapak Ibu semuanya. Oke. Nah, di situ juga ada video tutorialnya Bapak Ibu ya. Ada gatebook juga. Jadi silakan kalau ter lewat gitu ya dari penjelasan saya boleh ee lihat di video tutorialnya lengkap di situ gatebook-nya juga detail step by step cara daftar LMS kita. Karena di sini kita juga ada webinars ee yang sering kita adakan di setiap minggunya. Silakan boleh pilih klik di sini webinars. Nah, di sini ada jadwal banyak banget webinar-webinar yang kita adakan. Nanti paling dekat ee hari Jumat dan hari Kamis gitu kita ada eh hari Rabu dan Jumat nanti ada B2C dan juga dengan Ionnect kita akan bahas terkait dengan bagaimana cara menyusun proposal gitu ya program bagi UMKM gitu ataupun Bapak Ibu yang mau bikin proposal dengan cepat pakai AI dengan Mas Aldo. Nanti silakan daftar aja untuk webinar-webinar selanjutnya. Nah, untuk cara daftarnya Bapak, Ibu klik aja daftar di sini. Nanti bisa diroll paling bawah untuk klik absen. Oke. Baik, sebentar saya bantu share ulang kembali. Silakan Bapak Ibu untuk absen sambil isi absen di situ ya, Bapak, Ibu. Jangan lupa untuk perhatikan email dan namanya. Nah, untuk LMS Bapak Ibu silakan isi daftar hadir semuanya di sini ya. Untuk ini saya misal aja gitu. mana tanggal dan tahun lahirnya jangan lupa diperhatikan untuk nomor HP-nya dan juga untuk nama lengkap tidak bisa pakai tanda petik gitu ya Bapak Ibu. Jadi ee bisa dipakai spasi aja gitu. Nah, ini untuk jenis kelamin. Untuk background IT-nya juga tidak akan bermasalah di LMS-nya. Jadi silakan pilih sesuai dengan apa yang ada gitu ya. Nah, pendidikan terakhirnya misal saya S1. Nah, ini misal kalau ada ee ASN pilih ASN. Kalau CASN, CASN ataupun ee kalau Bapak, Ibu swasta juga bisa dipilih untuk status pekerjaannya. Nah, ini saya misal aja jepat ee jabatannya, golongannya. Oke. Nah, dari mana daftar hadir? Ya, itu, Pak, di atasnya sudah saya share nih. Saya bantu share ulang. Nah, yang presensi post tes itu merupakan daftar hadir. Nah, ini provinsinya misal saya di Jawa Tengah. Pilih sesuai dengan domisilnya Bapak, Ibu semuanya ya. Jadi bisa dipilih. Nah, ini untuk link Microsoft learn-nya. Bapak, Ibu bisa buat akun Microsoft Learn kalau tidak ada akun Microsoft-nya. Kalau sudah ada nanti ee saya akan tunjukkan bagaimana untuk copy paste link Microsoft Lord-nya. Nah, kalau terlewat gitu ya registrasi akun LMS eh eh akun Microsoft Lord-nya gimana, silakan bisa tonton di YouTube ini. Nah, misal diklik ini buat akun. Nah, nanti Bapak Ibu akan diarahkan ke tampilan seperti yang sudah ada di layar ya. Nah, ini nanti Bapak Ibu klik di kanan ini di pojok kanan atas klik masuk kemudian gunakan akun lain. Kalau Bapak Ibu sudah ada yang punya akun silakan diklik aja salah satu akun ini. Yang belum silakan gunakan akun lain. Nah, kalau belum ada akun Microsoft-nya langsung diklik yang buat sekarang ini Bapak Ibu klik buat sekarang. Nah, kalau belum ada nanti pakai masuk dengan akun yang berbeda. Ini ada karena saya sudah punya akun jadi akan ada tampilannya seperti ini. Nah, kalau belum punya akun, nah tampilannya akan seperti ini Bapak Ibu semuanya nanti diklik buat akun gitu ya. Oke, mana link absensinya? Sebentar ini saya bant mungkin ini Bu ada yang baru masuk silakan untuk presensi bisa klik link yang sudah saya share di meeting chat. Nah, ini untuk ee buat akunnya Bapak, Ibu pakai akun Google gitu atau ee akun email yang Bapak, Ibu punya yang aktif gitu ya. Silakan dimasukkan akun email-nya. Nanti klik berikutnya nanti masukin password dan nanti akan dikirim kode OTP ke email yang Bapak, Ibu sudah masukkan di sini. Nanti di e cek di ee apa email-nya di kotak masuk. Nanti silakan masukkan kode OTP di sini dan nanti langsung klik masuk. Nah, karena saya sudah punya akun gitu ya, jadi saya langsung masuk aja di sini. Siap. Nanti Pak Zainal untuk barcode nanti saya akan bantu share ulang setelah sesi ini ya, Pak. Untuk sementara boleh klik link yang ada di meeting chat. Nah, tampilannya akan seperti ini, Bapak, Ibu. Sama seperti tadi ya, tampilan awal tetapi berbeda di pojok kanan atas ini. Nah, di pojok kanan atas ini Bapak Ibu bisa diklik. Nah, di sini akan muncul profile analytic pengaturan sampai keluar. Nah, Bapak Ibu bisa pilih klik profile. Nah, kalau udah akan ee terlihat tampilannya seperti ini, Bapak, Ibu. Tampilan profile-nya di sini ada inisial ee huruf dari nama lengkapnya Bapak, Ibu semuanya. Nanti klik di atas ini yang link ini Bapak klik klik. Nah, kalau sudah Bapak, Ibu diklik bisa di-copy dan dipastekan ke sini. Oke. Nah, kalau udah bisa klik selanjutnya pilih AI Police Lab atau I for public impact gitu ya sesuai dengan pekerjaannya. Jadi kalau udah pilih selanjutnya dan untuk pilih sumbernya karena ini lagi webinar jadi pilih webinar dan pilih webinar yang hari ini yaitu ini tanggal 10 April dan ini kosongkan aja untuk nama influencer-nya dan si ini semua diklik diceklis semua dan klik daftar sekarang. Nah, karena saya sudah punya akun, jadi saya tinggal login aja pakai email saya. Oke. Nah, kalau bentar a. Nah, karena udah masuk tampilnya akan seperti ini, Bapak, Ibu. Kalau sudah berhasil masuk. Nah, kalau tadi terlewat atau tadi ada yang salah nih, boleh silakan nanti Bapak, Ibu ee hubungi aja admin Garuda kita gitu terkait dengan LMS ataupun sertifikat gitu ya. Jadi silakan WA aja admin Garuda kita. Nah, kalau udah Bapak, Ibu scroll aja langsung ke bawah sini untuk melihat materinya gitu ya. Nanti di sini ada tiga learning pad gitu ya. Masing-masing ada tiga modul. Jadi silakan ee bisa dipilih yang belum terselesaikan. Misal ini ya, saya belum yang di modul kedua langsung klik mulai belajar aja nanti diarahkan lagi ke Microsoft Learn. Nah, jangan lupa Microsoft Learn-nya ee sudah masuk ya, Bapak, Ibu ya. ini karena belum masuk. Izin. Oke, bentar nih punya saya mikrosnya. Oke. Nah, ini biasanya ada beberapa tampilan di Microsoft learn-nya Bapak, Ibu semuanya ini ada yang bahasa Inggris gitu ya. Nanti e otomatis akan terjemahkan ke bahasa Indonesia gitu ya. Nanti bisa pilih aja yang di sini gitu ya. untuk terjemahannya. Nah, ini untuk materinya Bapak, Ibu bisa ada beberapa materi di sini dari perkenalan gitu ya. Nanti bisa diklik nanti akan mengarahkan ke sini untuk perkenalannya gitu ya. Nah, kalau udah langsung berikutnya gitu ya ke materi selanjutnya. Nah, sampai tadi kalau sudah selesai semuanya gitu ya nanti Bapak Ibu bisa balik lagi ke sini gitu. Nah, kalau sudah balik lagi ke sini nanti mulai lagi misal ini ya yang belum level 3 gitu modul ketiga nanti klik lagi mulai belajar dari sini selesaikan lagi semuanya kalau udah nanti Bapak Ibu balik lagi ke sini jadi jangan sampai klik-klik lagi di sini ya terus-terusan di sini karena di ee tampilan ini Microsoft ee di Microsoft-nya akan banyak banget modul-modul gitu banyak banget ee materi-materi gitu di luar dari Garuda EA. Jadi silakan kalau mau belajar lewat LMS G2 dimulai dari LMS G2 ini lagi. Jadi kalau sudah selesai klik mulai belajar, selesai klik mulai belajar gitu. Nah, untuk Bapak Ibu ee mungkin mau ganti profile-nya bisa klik my profile di sini. Nah, di sini kalau Bapak Ibu mau join New Bch atau mau nih eh sudah selesai I for public impact-nya. Nah, silakan pilih di sini nanti jangan lupa diverifikasi identitasnya menggunakan tanggal lahir Bapak Ibu semuanya. Mungkin terkait dengan penjelasan program Garuda itu aja. Eh, LMS Garuda AI. Nanti kalau Bapak, Ibu ada yang terlewat nanti bisa tonton aja video tutorialnya ataupun di guidebook-nya atau nanti di minggu depan juga kita akan selalu jelaskan di setiap webinarnya. Link profile Microsoft Learn apa ya, Mas? Nah, link Microsoft learn-nya ada di sini ya, Bapak, Ibu semuanya. Sebentar ini di profile. Nah, kalau di profile ada di sini. gitu. Oke, saya izin stop share dan saya bantu share kembali untuk Oke, silakan Bapak, Ibu. Nah, untuk klaim sertifikatnya silakan bisa dian barcode atau klik link yang ada di meeting chat. Nanti untuk sertifikat akan kita kirimkan maksimal banget di HP 7 hari kerja tapi kita usahain H+ 1 atau HP 2 kita sudah kirimkan. Betul Bapak. Ee belub untuk sertifikat nanti masuk ke email karena besok weekend jadi mungkin Senin atau Selasa kita kirimkan untuk sertifikatnya. Berkode-nya Mas silakan ada di layar Bapak Ibu semuanya untuk barcode-nya silakan bisa di-scan presensinya. Kalau ada yang kendala boleh ininya sudah saya share juga. bantu ee di admin kita WA Garuda. Di situ ada nomornya silakan di chat aja terkenal dengan LMS ataupun sertifikat gitu ya. Mungkin kok saya minggu kemarin udah isi ee presensinya tapi belum dapat gitu. Mungkin bisa ditulis nama lengkap sama emailnya karena kadang-kadang Bapak Ibu ada yang salah nulis email jadi tidak bisa kita kirimkan gitu ya. Jadi dari ee sistem otomatis enggak terkirim karena email-nya salah ataupun penuh di kotak masuknya. Enggak muncul barcode-nya. Oh iya, sori saya salah share screen-nya. Bentar. Ah, enggak kok. Ini udah ambil ini barcode-nya, Pak. Eh, Bu. Iya, silakan ya. Bisa scan barcode yang ada di layar di bagian screen, Pak. Mungkin masih keklik yang meeting kayaknya. Bagian dua. Bagian dua yang work itu masih berbahasa Inggris, Pak. Ada notif modul ini. Oke, siap. Nanti saya bantu sampaikan ke tim ya, Pak Rizal. Terima kasih banyak atas masukannya. Nanti saya bantu tanyakan ke tim LMS. Saya saya beberapa kali ikut. Ah, mungkin Pak Syafarudin boleh ee tulis nama lengkap sama email-nya, Pak. Kemungkinan kalau sudah beberapa kali ikut, misal sudah 5 kali, 10 kali tapi belum dapat ee sertifikatnya ada kesalahan di email ataupun emailnya full. Karena pasti kalau Bapak, Ibu isi eh isi post tes, isi presensi gitu ya dan email-nya benar, pasti kita sudah kirimkan. Mas link absen boleh saya bantu share kembali ataupun Bapak Ibu bisa dian barcode ada yang tampil di layar ya. Oke, 1 menit lagi ini untuk scan barcode-nya saya akan tutup karena kita akan masuk ke penghujung acara ya. Kalau misal tadi Bapak Ibu ada yang enggak ada instansinya, pilih klik others aja nanti bisa ditulis manual untuk instansinya. Link profile diisi apa, Pak? Link absen, Pak. Boleh. Silakan scan barcode yang ada di layar atau klik yang ada di meeting. C barcode-nya belum. Widi. Ini udah saya share screen barcode-nya. Widi boleh silakan. Ada di layar ini, di layar zoom. Ada yang mana, Pak? ini ee Pak atau Ibu Syari Bung Marzuki mungkin kalau yang sertifikat ini eh untuk from certifikat pilih others ada di bawah gitu ya atau bisa diklik aja klik others gitu. Nah, kalau yang di LMS kalau instansinya enggak ada gitu ya pas daftar LMS Garuda nanti silakan ee hubungi aja admin Garuda kita untuk menambahkan di LMS-nya. Post tesnya di mana, Mas? Post tesnya ada di e link presensi ini. Nanti di dalamnya ada beberapa pertanyaan, ada lima pertanyaan nanti itu termasuk dengan link post tesnya. Pak Syafarudin mungkin bisa langsung chat aja di admin kita ya, Pak di WA Garuda. Izin saya bantu share kembali untuk nomornya. Bisa nanti tulis nama lengkap sama email-nya. absennya link absen. Link absen boleh bisa di scan aja barcode yang tampil di layar Bapak Ibu semuanya atau bisa klik link yang ada di meeting chat postes ini bagaimana cara eh Bu Rika untuk linknya sama seperti pretest eh sama seperti sor sama seperti presensi ya yang tampil di layar di layar Zoom atau YouTube. Jadi silakan bisa klik aja untuk linknya. Masih bisa Ibuati. Kita tunggu satu hari ini ya untuk presensinya. Jadi kalau ada yang tadi mungkin di Indonesia Tengah atau Indonesia Timur sudah salat Jumat nanti kita untuk persennya masih kita buka gitu ya. mungkin ada yang mau nyusul setelah webinar dan untuk link sertifikatnya kita akan share juga di YouTube. Jadi silakan nanti bisa cari di YouTube. Betul, Ibu Muharni harus daftar LMS dulu. Kalau ada yang enggak sempat mungkin e hari ini daftar boleh dirip dulu untuk pengisian linknya. Yang ini absennya kok enggak bisa diisi yang terakhir judul? Betul, Ibu semuanya. Di situ untuk judulnya baru ada hari ini aja. Jadi, silakan diklik linknya di situ ada judul yang 10 April gitu. Ee Bu Vera, kalau untuk sertifikat webinar di belum di bulan kemarin selagi sudah mengisi FM harusnya sudah dapat, Bu. Kalau untuk LMS-nya nanti boleh dihubungi aja untuk admin Garuda kita. L certificate-nya ini sebentar. Nah, oke. Mungkin karena kita sudah di pengujung acara, Bapak, Ibu semuanya, saya izin stop share untuk sertifikatnya. Sudah isi post tes nomor 22 mengisi linknya, Mas. Pak, saya mau masukkan instansi saya tapi enggak bisa. Untuk instansi di eh form ini tadi, form presensi boleh pilih others dan eh tulis nama instansinya ya. Kalau yang di LMS silakan hubungi admin Garuda kita. Oke, berikut saya bantu kirimkan apa ee barangkali ada Bapak Ibu yang baru join tadi ya kelempar silakan untuk klik presensinya. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya karena kita sudah di penghujung acara kita sudah jam 11.00 juga mungkin Bapak, Ibu ada yang bersiap-siap salat Jumat dan makan siang. Saya sebelumnya ucapkan terima kasih banget buat Bapak Ibu yang sudah bersedia mengikuti webinar kita dari awal sampai akhir gitu ya. Bentar ini masih ada ya bersedia gitu ya dari awal hingga akhir masih mantengin kita di webinar ee pagi sampai siang hari ini dengan Mas Aldo eh dengan Mas Kalvin sor dengan Mas Kalvin. Terima kasih Bapak Ibu semuanya dan saya dari mewakili teman-teman Binar mohon maaf apabila ada kekurangan gitu atau salah kata salah ucapan dari saya yang kurang berkenan di hati Bapak Ibu semuanya saya mohon maaf. Terima kasih atas waktunya. Kita jumpa lagi di webinar-webinar selanjutnya. Ee saya tutup. Wabillah taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak Ibu semuanya. Selamat istirahat. Sampai jumpa di webinar-webinar selanjutnya. [musik] Garuda AI 2025 bukan sekedar [musik] program, ia jadi momentum besar untuk mencetak ASN Siap Digital bersama Microsoft Elevate, Binar, Komdig, dan Yayasan BE. BUMN. [musik] Kami hadirkan ekosistem belajar digital yang berdampak nyata. Jadi sebagai seorang guru, sebagai seorang penggerak literasi, saya [musik] mengikuti berbagai macam kelas. Salah satunya yang kelas di Microsoft ini kelas [musik] gratis. E apalagi, Kak, ya, kami berada di pulau di pulau kecil yang namanya Kaba Ena. di dunia pendidikan saat ini [musik] kalau kita tidak menggunakan IT itu ibarat ee hewan buas [musik] kita mau menjinakan IT tersebut atau enggak? Sangat sangat menurut saya akan sangat membantu kita dalam [musik] melaksanakan tugas fungsi sehari-hari gitu ya. Lebih mengefisiensikan dan juga mengefektivitaskan cara kita melayani masyarakat gitu. 100.000 ASN dilatih dengan sertifikasi global. 34 provinsi dari Aceh hingga Papua [musik] terjangkau. Sebagai daerah yang masih berhasil lepas dari yang namanya 3T, [musik] itulah yang masih perlu banyak belajar dan itu salah satu alasan saya kenapa termotivasi untuk [musik] mengikuti kegiatan ini gitu. ASN lebih percaya diri menggunakan AI, lebih cepat beradaptasi teknologi, dan siap meningkatkan pelayanan publik. dan AI itu sangat membantu ee dalam proses saya belajar bagaimana [musik] menyusun kemudian kurikulumnya menyesuaikan dengan usia anak yang kami pelatihan ini saya merasa sebagai guru harus [musik] mengisi dulu ee tangki ilmu saya agar saya bisa sedikit berbagi. Nah, harapannya dengan adanya platform seperti AI ini kita bisa menemukan bentuk kontribusi lain apa sih yang bisa kita [musik] lakukan lewat ee teknologi gitu. Dari literasi EAE, otomatisasi kerja hingga kolaborasi lintas [musik] instansi, Garuda membuktikan bahwa

Need a transcript for another video?

Get free YouTube transcripts with timestamps, translation, and download options.

Transcript content is sourced from YouTube's auto-generated captions or AI transcription. All video content belongs to the original creators. Terms of Service · DMCA Contact

[B2C - Series 53] Optimalisasi Copilot AI dalam Analisis ...