Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Bab 6 Ekologi dan Pelestarian Lingkungan (Kurikulum Merdeka)

Mudah Belajar Official872 words

Full Transcript

Rangkuman materi IPA kelas 7 bab 6 ekologi dan pelestarian lingkungan. A. Bagaimanakah pengaruh lingkungan terhadap suatu organisme? Satu. Pengaruh lingkungan terhadap kehidupan organisme. Lingkungan memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan dan kehidupan organisme. Percobaan menanam biji kacang dengan perlakuan pupuk berbeda menunjukkan adanya perbedaan kecepatan pertumbuhan. Dua, pengertian lingkungan. Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar makhluk hidup yang dapat mempengaruhi kehidupannya. Terdiri atas komponen abiotik tak hidup air, cahaya, suhu, kelembaban, pH, salinitas, komponen biotik, hidup tumbuhan, hewan, manusia, dan mikroorganisme. Tiga, komponen lingkungan abiotik. Faktor-faktor abiotik penting bagi pertumbuhan organisme seperti air penting untuk proses fisiologis, cahaya berpengaruh pada fotosintesis, suhu mempengaruhi aktivitas enzim, pH dan salinitas mempengaruhi penyerapan nutrisi dan kelangsungan hidup organisme. Empat, komponen lingkungan biotik. Kehidupan organisme dipengaruhi oleh makhluk hidup lain di sekitarnya. misalnya kompetisi, persaingan antar organisme untuk sumber daya, predasi, hubungan pemangsa dan mangsa, simbiosis, hubungan saling menguntungkan, merugikan atau netral. B. Bagaimanakah interaksi antara komponen penyusun ekosistem? Satu, ekosistem. Ekosistem adalah sistem yang terdiri dari makhluk hidup, biotik, dan lingkungan tak hidup, abiik yang saling berinteraksi dan bergantung. Ekologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Contoh komponen biotik, tumbuhan, hewan, bakteri. Contoh komponen abiotik, air, cahaya, suhu, tanah, batu, pH. Dua, tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan organisasi kehidupan dari yang paling kecil hingga paling besar dalam ekologi individu, satu makhluk hidup. Misal seekor tikus, populasi, sekumpulan individu sejenis, misal sekumpulan kambing, komunitas, berbagai populasi makhluk hidup di suatu wilayah, ekosistem, interaksi antara komunitas dan lingkungan abiotik, bioma, ekosistem luas dengan vegetasi khas, misal hutan hujan tropis, biosfer, seluruh bagian bumi yang dihuni makhluk hidup. Tiga, habitat dan mikrohabitat. Habitat tempat hidup suatu makhluk hidup. Misalnya pohon di hutan, mikrohabitat bagian spesifik dari habitat misalnya daun pada pohon untuk ulat. Empat, aliran energi. Energi berasal dari matahari, diserap tumbuhan atau fotosintesis, berpindah ke hewan melalui rantai makanan. Rantai makanan. Urutan perpindahan energi contoh rumput, belalang, katak, ular, elang. Tumbuhan produsen, hewan pemakan konsumen, pengurai dekomposer seperti jamur dan bakteri. Energi yang berpindah hanya sekitar 10%. Sisanya hilang sebagai panas atau sisa tubuh. Jaring-jaring makanan, gabungan beberapa rantai makanan menciptakan kestabilan ekosistem. Lima. Daur biogeokimia. Siklus air evaporasi, kondensasi, presipitasi, hujan, infiltrasi kembali menguap. Siklus karbon dan oksigen. Tumbuhan menyerap CO2 untuk fotosintesis menghasilkan O2. Hewan dan manusia menggunakan O2 untuk respirasi menghasilkan CO2. Bangkai makhluk hidup dan bahan bakar fosil juga menghasilkan CO2 saat diuraikan atau dibakar. En interaksi dalam ekosistem. A interaksi abiotik dengan abiotik. Contoh hubungan antara cahaya matahari dan suhu udara. B. Interaksi biotik dengan abiotik. Contoh tumbuhan memerlukan cahaya dan air untuk fotosintesis. C. Interaksi biotik dengan biotik. Jenis-jenis interaksi antar makhluk hidup. Kompetisi persaingan makhluk hidup untuk sumber daya misalnya cahaya, makanan, predasi, satu makhluk memangsa makhluk lain. Contoh, burung memakan belalang. Herbivori, hewan memakan tumbuhan. Contoh, belalang memakan rumput. Simbiosis, mutualisme, saling menguntungkan, kupu-kupu dan bunga. Parasitisme, satu pihak untung lainnya rugi. Benalu di pohon. Komensalisme. Satu pihak untung lainnya tidak terpengaruh. Anggrek di pohon. C. Bagaimanakah pengaruh manusia terhadap ekosistem? Manusia adalah spesies paling dominan di bumi sehingga segala aktivitasnya sangat mempengaruhi ekosistem baik secara positif maupun negatif. Satu, pertanian dan produksi pangan. Kegiatan pertanian penting untuk penyediaan pangan, namun bisa merusak ekosistem. Dampak negatif, penggunaan pupuk kimia, eutrofikasi, dan menurunnya kesuburan tanah, penggunaan pestisida, membunuh organisme non target, pertanian monokultur, menurunnya keanekaragaman hayati, masuknya bibit unggul dari luar, spesies lokal kalah saing dan sulit ditemukan. Dua kerusakan habitat ahli fungsi hutan menjadi perkebunan. Misalnya sawit, tambang, dan pemukiman menyebabkan hilangnya habitat alami. Banyak tumbuhan dan hewan terancam punah akibat kehilangan tempat hidup. Tiga, polusi. Masuknya zat beracun ke lingkungan mengganggu keseimbangan alam. Penyebab polusi, kendaraan bermotor, limbah, sampah sembarangan. Dampak polusi, hujan asam, merusak hutan dan infrastruktur, pemanasan global, peningkatan suhu bumi, mencairnya kutub, naiknya permukaan laut, dan gagal panen. Empat, perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia sejak revolusi industri 1800-an seperti pembakaran bahan bakar fosil, batubara, minyak bumi, penebangan hutan, pertanian, peternakan, dan industri energi. Dampak perubahan iklim. Musim kemarau berkepanjangan, suhu bumi meningkat, bencana ekstrem, angin puting beliung, banjir, gagal panen, dan naiknya permukaan air laut. Lima. Konservasi. Upaya positif manusia untuk menjaga ekosistem dan memperlambat kepunahan. Penggunaan energi alternatif, daur ulang dan pengolahan limbah, penghijauan dan pelestarian habitat, penangkaran, pendidikan lingkungan, dan ban benih. D. Bagaimana pengaruh manusia terhadap ekosistem? Kepunahan hewan seperti harimau Jawa menjadi peringatan bagi kita bahwa spesies bisa hilang selamanya akibat perburuan dan kerusakan habitat. Untuk mencegah hal serupa terjadi diperlukan konservasi keanekaragaman hayati. Satu, manfaat konservasi. Konservasi penting dilakukan karena sumber kehidupan manusia. Allah menyediakan pangan, papan, dan sandang. Mencegah kerusakan lingkungan seperti banjir bandang dan tanah longsor akibat eksploitasi alam. Menjaga keseimbangan ekosistem agar makhluk hidup tetap bertahan dan tidak punah. Manfaat konservasi terbagi menjadi ekologi, menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem agar tetap seimbang. Ekonomi, menyediakan sumber daya yang berkelanjutan dan bisa menjadi sumber pendapatan seperti ekowisata. Dua, metode konservasi. Konservasi dibagi menjadi dua metode utama. A konservasi insitu pelestarian di habitat asli spesies. Contohnya suaka margatwa, cagar alam, dan taman nasional. Cocok untuk spesies yang tidak bisa dipindahkan atau jumlahnya sangat banyak. B. Konservasi itu, pelestarian di luar habitat asli di lingkungan buatan manusia. Contohnya kebun binatang dan penangkaran dilakukan jika habitat asli sudah rusak dan tidak layak dihuni. ni

Need a transcript for another video?

Get free YouTube transcripts with timestamps, translation, and download options.

Transcript content is sourced from YouTube's auto-generated captions or AI transcription. All video content belongs to the original creators. Terms of Service · DMCA Contact

Rangkuman Materi IPA Kelas 7 Bab 6 Ekologi dan Pelestar...