SELARAS 27: Vito Desyano Arkananta 9B | Kalau Setan di Belenggu, Kenapa Masih Banyak Maksiat?

SMPN 19 Surabaya465 words

Full Transcript

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Alhamdulillahi rabbil alamin. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam serta kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Selawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan nabi besar kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang telah memberikan kita syafaatnya hingga di akhir ini kepada keluarganya, sahabat dan seluruh umatnya hingga akhir zaman. Halo sobat Songal. Perkenalkan saya Vito Deson Kananta dari kelas 9B dan biasanya dipanggil Vito. Hari ini saya akan menjadi pendakwah selaras untuk kalian semua. Seperti yang sudah kita ketahui ketika memasuki bulan Ramadan kita sering mendengar bahwasanya setan-setan dibelenggu. Sudah banyak hadis-hadis yang meriwayatkan, yaitu ada hadis dari Sahih Bukhari serta Sahih Muslim. Tapi kenapa ya kok masih banyak maksiat di luar sana? Teman-teman semuanya, pertama kita harus tahu serta memahami bahwa musuh manusia bukan hanya setan, tetapi juga hawa nafsu. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Yusuf ayat 53. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. illa ma rahimaabbi inabbi gfur rahim. Artinya ibu tidak menyatakan diriku bebas dari kesalahan. Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang. Hawa nafsu dapat merusak kualitas iman dan ibadah seseorang karena ia mendorong manusia mengikuti keinginan diri kepada perintah Allah. Ketika ha nafsu lebih diutamakan, seseorang bisa mengabaitkan salat, meremehkan dosa, serta membenarkan kesalahan yang jelas dilarang oleh Allah. Oleh karena itu, hawa nafsu tidak disukai oleh Allah karena dapat merusak hati, akhlak, dan ketaatan seorang hamba. Hawa nafsu juga memang ada dalam diri setiap manusia, tetapi tidak boleh membiarkannya menguasai hati dan pikiran kita. Jika kita mengikuti hawa nafsu, maka kita akan mudah terjerumus serta lalai dari ibadah dan juga menjauhkan diri kepada Allah. Namun jika kita memang mampu mengendalikannya, maka kita akan menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar, dan lebih bertakwa. Allah telah menjadikan bulan Ramadan sebagai kesempatan diri untuk melatih diri, membersihkan hati, dan meningkatkan keimanan. Sebagaimana tujuan puasa yang disebutkan dalam surah Albaqarah ayat 183. Agar kita menjadi orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka mari kita bersama-sama berusaha mendudukkan hawa nafsu, memperbaiki ibadah, menjaga lisan dan perbuatan, serta terus meningkatkan keimanan kita terhadap Allah Subhanahu wa taala agar hidup kita lebih bermakna, berkah, dan diridai olehnya. Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dari godan hawa nafsu, menguatkan iman kita dalam setiap keadaan, serta membimbing kita di langkah yang selalu lurus dan mengikuti perintah Allah selalu. Semoga kita mampu memanfaatkan setiap kesempatan terutama di bulan Ramadan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang mampu menundukkan hawa nafsu, menjaga ketaatan, serta meraih derajat takwa yang sejati. Amin. Amin ya rabbal alamin. Pergi berlayar menuju seberang sehingga sebentar membeli kurma. Mari tingkatkan iman dan amal sekarang. Cukup sekian dan terima kasih semua. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

Need a transcript for another video?

Get free YouTube transcripts with timestamps, translation, and download options.

Transcript content is sourced from YouTube's auto-generated captions or AI transcription. All video content belongs to the original creators. Terms of Service · DMCA Contact

SELARAS 27: Vito Desyano Arkananta 9B | Kalau Setan di Be...