Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Akhirnya apa yang kita khawatirkan terjadi juga. Keberingasan, kebrutalan, dan penjarahan telah menodai semangat reformasi yang tengah kita perjuangkan. Korban harta dan jiwa sudah tidak lagi terhindarkan. Dan seperti biasa yang paling merasakan akibatnya adalah kita rakyat-rakyat kecil ini. Kita memang geram melihat korupsi, kolusi, manipulasi, arogansi, dan nepotisme. Tapi jangan kehilangan nalar sehat. Jangan karena ingin membunuh tikus lalu kita membakar rumah. ABRI berasal dari rakyat, dilahirkan oleh rakyat, bertugas untuk menjaga seluruh rakyat. Sedangkan mahasiswa adalah anak-anak kita, adalah harapan dan masa depan kita semua. ABRI, mahasiswa dan rakyat harus tetap bersanding. Bukan bertanding, harus tetap berdampingan. dan bukan saling berhadapan. Darah anak-anak kita para mahasiswa telah tersimbah membasahi bumi Pertiwi ini dengan semangat reformasi baik di bidang politik, ekonomi, dan hukum. Jangan kotori darah mereka dengan keberingasan, kebrutalan, dan penjarahan. Mari tanya nurani kita masing-masing. Bagaimana perasaan kita? Andai kata yang dibakar itu adalah mobil orang tua kita yang cicilannya pun belum selesai. Andai kata yang dijarah itu adalah toko orang-orang tua kita yang untuk mengisi toko itu mereka melaksanakan kredit. Andai kata hal-hal yang mengenaskan itu terjadi pada diri kita, mari kita hentikan kebrutalan, keberingasan, dan penjarahan ini. Karena kita bukan bangsa yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Semoga Allah Subhanahu wa taala menolong kita bangsa Indonesia untuk memperoleh jalan keluar yang terbaik dari kesulitan besar yang tengah kita hadapi sekarang ini dengan tetap menjaga kesatuan dan persatuan kita sebagai bangsa. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ada 5 menitah satu segmen antara iklan dan iklan masih bicara iklan dasar dasaritanya itu harus di antara iklan sama iklan bayar dong nunggu kembali kepada perat ulama teknologi dakwah yang kita ee ee senantiasa kita perjuangkan media cetak selama ini kan porsi-porsi pemberitaan ataupun sampean-sampaian ulama apakah ini dianggap berhasil atau tidak kalau memang iya secara jujur ya ee hubungan ulama dan umara selama ini masih terbatas hubungan seremonial hubungan hubungan belum sampai kepada hubungan ee pengambilan keputusan. Kita berharap bahwa peranan ulama dan umara itu akan sampai kepada tingkat pengambilan keputusan. Jadi tidak terbatas kepada tingkat seremonial saja untuk suatu upacara ulama diikut sertakan sebagai dekorasi. kita tidak berharap sebatas itu. Ini ini nampaknya ee seruan tadi kayaknya masih tundung ke masa yang sekarang pemerintah yang menjadi penyebab dari terjadinya kerusuhan ini seruannya gimana? Imanya saya kalau kepada rakyat, kepada umat kita minta tetap bersabar, jangan kehilangan nara sehat. Tentu kepada para pejabat kita tetap meminta untuk melaksanakan introspeksi, lebih peka mendengar ee suara-suara rakyat. Sebab ee pada dasarnya rakyat kita ini kan rakyat yang nerimo. Tetapi pada satu event sikap nerimo itu bisa berubah sedemikian rupa. Ee manakala mereka merasa aspirasi mereka tidak didengarkan. Karena itu dalam kondisi seperti ini saya berharap bahwa ee para pejabat tetap melakukan introspeksi peka terhadap aspirasi rakyat dan tidak mencelak-mencelek dalam mengambil sikap karena itu akan membingungkan rakyat sendiri. kira-kira langkah apa yang akan segera oleh pemerintah untuk menghadapi ee berbagai persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini? Ya, masalahnya memang sangat kompleks, tetapi kalau konsisten dengan tuntutan rakyat itu kan tetap reformasi yang harus dimulai sekarang juga baik di bidang ee ekonomi, mm di bidang politik dan juga di bidang hukum. itu yang diinginkan oleh rakyat. Persoalannya sekarang kalau kita lihat ee pemerintah menginginkan sementara ini menampung dulu tapi masyarakat kelihatannya sudah mendesak supaya dilaksanakan sebarat. Iya. Rakyat sudah merasa lama sekali ditampung-tampung dan tidak membawa perubahan yang positif. rakyat tetap merasakan lapangan kerja makin sulit, biaya hidup makin tinggi. Dan saya kira rakyat itu soal politik praktis itu soal nomor 18. Tetapi yang yang yang sangat real di depan mereka adalah masalah lapangan kerja, masalah kebutuhan pokok dan lain sebagainya. Soal perut ya soal perut. Jadi gimana kira-kira pakai? Artinya masih ada perbedaan diing pemerintah masih sekedar ingin menampung sementara teritari segera dilaksanakan lah kalau ditampung-tampung terus tetapi tidak dilaksanakan yang terjadi adalah sikap anarkis ada endapan kan di hati rakyat ada apa namanya ada endapan itu hal-hal yang selama ini barangkali oleh pemerintah diang dianggap tidak apa-apa, tidak apa-apa. Nah, ini terakomodir gitu lalu meledak menjadi [Tepuk tangan] apa-apa. Oke. Dan sekarang puncaknya sudah jelas ini kemarin dan hanya itu bukan di Jakarta, kita tahu di daerah lain juga bahkan yang kuat muslimnya juga sudah merah di sana. Nah, di sebagai anggota MPR ya melihatnya dalam hal ini MPR harus mengambil keputusan atau sikap yang cepat atau menunggu dulu dari eksekutif. Artinya MP sendiri memang harus bersuara mengatakan bahwasanya kondisi ini sudah tidak bisa lagi dipertahankan sehingga harus ada pengambilan-polisan segera. Mana Pak sendiri mungkin ulama yang bicara di MPR ee sebagai lembaga tertinggi negara yang mengangkat mandataris MPR kan mestinya bisa melihat bahwa dua atau 3 bulan setelah mandat ini diberikan bagaimana kenyataan yang terjadi. Dari situ saya kira lembaga tertinggi ini bisa mengambil ee sikap apakah diperlukan sidang umum istimewa atau ee diadakan silaturahmi dengan mandataris meminta penjelasan lalu memberikan penilaian. Sehingga dengan demikian keberadaan lembaga tertinggi ini ee betul-betul pada fungsinya. pada Pak Kiai sebagai anggota di apa sebagai anggota MPR sendiri gimana Pak Kiai sendiri sikapnya terhadap rekan-rekan di Majelis? Ya, pertama saya mendukung reformasi yang kedua saya ikut berdukaita dengan gugurnya baik petugas keamanan maupun anak-anak kita para mahasiswa. Lalu juga anggota-anggota masyarakat yang ee tewas
Get free YouTube transcripts with timestamps, translation, and download options.
Transcript content is sourced from YouTube's auto-generated captions or AI transcription. All video content belongs to the original creators. Terms of Service · DMCA Contact