Kesempatan pertama kita berikan kepada Mem Sari. Silakan kepada Memari memberikan. Terima kasih. Ehari MRI. Oke. Ee Bu saya panggilnya Bu Dina aja kali ya, Bu. Baik, Mam ya. Ee Ibu selamat sudah ujian ee skripsi ya. Ee baik, Ibu. Yang pertama adalah nanti Ibu lihat di lokasi penelitian Ibu buat tanggal berapa sampai berapa untuk melakukan penelitian ya? Tanggal 6 sampai tanggal 20 M. Iya, tapi di situ masih Desember Ibu buat nanti Ibu ubah aja ya. Baik. Oke. Ee baik. Ee Ibu responden Ibu ada berapa, Bu? I Mam Oh 15 M. respondennya 15 ee 15 responden ya Bu ya. Oke. Ee Ibu bisa ceritakan Bu gimana Ibu melakukan ee intervensinya dari pretes intervensi sampai post tes satu pasien aja satu responden aja. Jadi eh gimana Ibu mendapatkan atau responden terus ibu melakukan prestersi dan post? E jadi ee terima kasih, Mam. Ee pertama ee kita menunggu surat dari rumah eh dari Universitas Awam. Iya, Ibu anggap itu sudah selesai. Ibu langsung ee gimana Ibu mendapatkan responden? kita pertama meminta persetujuan dari responden ee atau yang mewakili memel pertama kita membuat permohonan dulu, Mem, ke responden. Setelah itu ee kita meminta persetujuan dari ee responden atau yang mewakili karena ee pasien yang saya ambil kan penurunan kesadaran mem jadi ee wali atau keluarga pasien. ee setelah itu ee ee meminta persetujuan dari dokter DPJP yang merawat pasiennya. Ee apabila kondisinya kondisinya dianggap stabil baru kita melakukan tindakan ee sedis abdominal. Ibu pretesnya ngapain, Bu? Ee pertama kita melakukan pengkajian, Mam. Heeh. Pengkajian apa, Bu? Ee pertama kita melakukan pengkajian pada kondisi pasien. Apakah pasien ee stabil atau tidak? Terus ee pastikan ee monitor ICU aktif. Terus ee tidak ada kontraindikasi dalam pemberian ee tindakan Swedish abdominal message ya. Pretesnya Ibu, Bu. Ee pretestnya kita ee memastikan bahwa hemodinamik pasien itu stabil. Mambu coba lihat di bab duanya, Ibu. Kita ke kerangka konsepnya Ibu. Di sana kan sudah jelas ya, ada pretes, intervensi, post tes. Nah, pada saat preest ibu ngapain dulu? Karena di master tumel ibu juga ada. Sudah ketemu, Bu. Judul itu kan Swedes Abdomen eh terhadap Swedes abdomen konstipasi kan mes konstipasi kan Bu? Iya mem ya berarti Ibu pretesnya ngapain sebelum Ibu melakukan intervensi? Kita mengkaji tingkat konstipasi pasien, Mam. Iya. Mengkajinya bagaimana, Ibu? Ee dengan melihat ee apakah distens abdomen, terus Heeh. ee pasien mengalami defekasi kurang dari dua kali seminggu terus ee fesesnya keras, ee apakah peristasi usus menurun? Terus apakah kita ee melihat pasien itu mengedan saat BAB terus ee ukuran vases-nya yang sangat kecil gitu. Baik itu ya Bu. Ibu kan melihat dulu kan mengobasi konstipasinya. Iya. Mam ya untuk melihat ee konstipasinya ringan, sedang atau parah gitu ya Bu. Iya. M. Nah, terus Ibu lakukan intervensinya langsung setelah Ibu observasi langsung intervensi. Ee bukan kita me me apa me menunggu apa yang dari DPJP itu apakah pasien stabil apa enggak gitu dulu baru kita melakukan tindakan itu. Mam iya. Tadi kan Ibu di awal sudah nih izin dokter sudah katanya. Terus Ibu lakukan preest. Iya, Mam. Pretesnya dengan yang tadi Bu sebutkan. Iya, Mam. Ya. Terus intervensinya langsung Ibu lakukan ketika ee selesai prees atau ada jeda? Ee kita langsung menyiapkan alat-alat dulu, Mam. Menyiapkan alat terus ee langsung melakukan tindakan itu, Mem. Iya. Tindakan apa, Bu? Tindakan Swedis Abdominal Message dengan ee Oke. dengan beberapa langkah Izin, Ibu. Ibu melakukan penelitian sendiri atau ada asisten? Ada, Mam. Dengan teman-teman, Mam. Karena kita kan perlu observasi, Mam. Iya. Oke. Kalau Ibu dengan teman-teman, teman-temannya Iya. Begini, Bu, maksud saya ee kalau dengan teman-teman sudah persamaan persepsi Ibu dengan teman-temannya untuk melakukan pijetnya dengan pasien. Iya, Mam. Jadi sebelum ee teman-teman melakukan tuh saya sudah me mengajarilah mem ke teman-temannya. Oke. Jadi setelah pretes, Ibu lakukan intervensi dengan pijit tadi. Berapa menit, Bu? Ee 10 menit. 10 menit satu sesi, Mam. Jadi selama 3 hari berturut-turut. I ada berapa sesi, Bu? Ada empat. Eh, empat. Iya. Berarti 10 menit selama satu sesi. Empat sesi. Iya, M. Ee soalnya enggak ada gambarnya, Bu, di ininya, Ibu. Ee mungkin nanti ditambahin, ya, Bu. Pijetnya itu bagaimana gambarnya di bab du maksud saya untuk intervensinya, Ibu. Oke. Gitu ya, Bu. Terus post tesnya kapan Ibu lakukan? Setelah ee setelah 3 hari pemberian message. Jadi, hari keempat, Mam, kita menilainya. Oke. Hari pertama pijitnya sesinya bagaimana, Bu? Ya, Mam. Empat sesi. Pijetnya empat sesi dalam 1 hari. Iya, M. Iya, Mam. Selama 3 hari berturut-turut. Nah, hari keempat kita observasi selama 3 hari. Setelah hari Oke, berarti di hari keempat Ibu observasi gitu ya, Bu. Oke. Baik, saya lanjut saja Bu. Oke, yang pertama adalah saya lihat di bab 4 Ibu ee untuk data univariatnya Ibu tidak ada ee menjelaskan ee pretes itu konstipasi ringannya berapa responden, sedangnya berapa responden, terus parahnya berapa responden. Ibu langsung ee hanya kotak ee hasil dari SPSS raratanya yang Ibu ee lihatkan gitu ya, Bu. Jadinya iya ee tadi saya menghitung sendiri itu dia itu untuk data univariat ya Bu. Nanti mungkin ditambahin tabelnya. Jadi sebelum hasil SPSS-nya Ibu tampilkan dulu univariatnya. Dari data demografi juga enggak ada umur pasiennya berapa ya Bu. Itu juga enggak ada data demografinya. Itu yang pertama. Terus beritnya berapa? untuk ringan sedang parahnya berapa? Post tesnya juga untuk ringan sedang parahnya berapa. Karena itu kan nanti untuk pembahasan kita di bab 5-nya itu ya Bu. Nanti Ibu tolong ee lengkapi. Terus yang kedua setelah tadi saya lihat master table M Iya. Mam rata-rata kan pasien Ibu support somn ada yang koma Bu. Ee yang saya kaji tuh enggak ada, Dok. Eh enggak ada, Dok. Enggak ada, mem kebetulan yang kesadaran SOPR sama Samulen aja. Oke, Sopolen ee yang ee luar biasanya adalah ee yang sopor aja lah ya, yang parah, konstipasi parah. Iya, Mam. Ee ketika ee dilakukan 3 hari apa tadi? intervensi I konstipasinya menjadi nol. Berarti kan tidak ada konstipasi ya, Bu? Iya, Mam ya. Ee apakah selama 3 hari itu ada diberikan ee cairan Bu untuk ee melembekkan BAB atau bagaimana ee atau pasiennya dibebaskan dari untuk mikrolak dan lain-lain? Enggak ada, Mam. Kalau pasien yang selama saya melakukan penelitian tuh dia tidak melakukan eh dia tidak mendapatkan obat itu laksatif, Dok, Mam. Ya. Oke. Berarti enggak ada laksatif enggak ada ya, Bu? Ya. Ya. Jadinya yang parah yang tadinya tingkat konstruksi parahnya setelah dilakukan 3 hari itu menjadi nol. Iya. Mam Ibu bisa ee ee kasih saya apa ya tanggapan selama Ibu mengobservasi 3 hari dari parah sampai menjadi tidak konstipasi itu ee jalan ceritanya gimana, Bu? itu kan ee maksudnya kita kan melakukan ee Swedis abdominal itu kan ee per hari kan memat sesi itu. Nah, hari keempat itu kita saya mengobservasi apakah masih ada distensi abdomen enggak. Terus ee apa namanya? Pasien itu tidak mengalami lagi distensi abdomen. Terus ee bab-nya itu tidak keras, Mam. yang lunak gitu jadinya ee yang keluarnya lunak di lunak ya maksud saya ibu berarti memperhatikan lembar observasi kan ada tuh lembar observasi Bu Iya M yang Ibu kaji yang Ibu sampaikan kaji tadi lembar observasinya ada delapan poin itu Bu Iya M benar ya Bu iya M ya terus ada Heeh gimana Bu lanjutkan cuma ada yang masih ee ada misalnya ada beberapa yang sudah memang ee apa sudah memang ee tidak konstipasi lagi. Ada yang masih ringan, ada yang masih sedang gitu. M iya ee pertanyaan saya yang tidak Bu dia dari Parang ee terus tiba-tiba 3 hari tidak. Itu kan luar biasa ya, Bu ya. Iya. Ee dan pasiennya ada yang support saat itu kalau saya lihat di master tabelnya Ibu. Jadinya Ibu bisa asumsinya Ibu ee gimana ya dengan pasien-pasien yang ada yang sonolen dari sedang tapi masih ada yang ringan gitu. Menurut Ibu gimana Bu hasil observasinya Ibu? Jadi kalau dari dari yang ee yang kesadaran Samnolen nanti hasilnya menjadi ee masih ringan itu, Mam. Itu berarti ee apa dari teman yang untuk saya mendelegasikan tuh kurang melakukan yang seperti yang saya ajarin, Mam. Oke, berarti ee ada bias di sana. Iya, berarti tidak sesuai yang Ibu ajarkan. sama temannya. Iya. Oke. Baik, Ibu. Jadinya nanti ini dijadikan keterbatasan penelitian ya, Bu. Baik, M. Oke. Ee nah mungkin juga Bu ee bisa Ibu masukkan nutrisi pasien-pasien pada pakai NGT ya, Bu? Pakai, Mam ya. ee mungkin salah satunya adalah pasien yang tadinya konstipasi tidak menjadi konstipasi bisa jadi juga dari nutrisi yang masuk ke pasien gitu ya Bu sehingga pasiennya tidak terjadi konstipasi lagi. Iya. Selain Ibu melakukan ee pijet tadi gitu ya Bu. Iya. Mam Iya, Bu. Nanti tolong Ibu ee tambahkan. Baik, Nutari dari saya mungkin itu saja ya. Oke, baik. Terima kasih Mam Sari atas e masukannya. Selanjutnya kepada Mam Fitri disilakan berikan masukan. Baik, terima kasih Mari kesempatan yang sudah diberikan. Ee izin Mam Sri M eh Sari untuk melanjutkan tadi ya ee masukan daripada Musari. Selamat Bu Dina sudah ee memaparkan tadi hasil penelitiannya dan ada tadiukan dari MSARI dan juga ada klarifikasi terkait dengan ee proses penelitiannya ya Bu ya. I tadi kita dapat informasi bahwa ya walaupun sudah diajarin di awal tapi ternyata pada pelaksanaannya masih ada juga yang mungkin tidak sesuai sehingga itu yang menyebabkan bias ya ee itu tadi berdasarkan hasil yang sudah di ee Ibu paparkan ya. Nah, oke. Ee kita lihat secara keseluruhan ee skripsi Ibu ini dari penulisan sih ee sudah cukup baik. Cuman memang setelah saya baca ada tipo dikit-dikit ya, salah ketik nanti tolong Ibu baca lagi. Lalu kemudian ee ada memang masih beberapa kalimat yang mengindikasikan bahwa itu masih proposal padahal Ibu sudah melaksanakan ya. Nanti Ibu cek lagi ee di nanti saya kirim ini ya. Saya sudah cek-cek ya. Nanti Ibu baca lagi semuanya. Iya. Contohnya di hipotesis ee Ibu cek di hipotesis bab du itu kan dua-duanya ibu masih tulis itu tidak ada pengaruh dan ada pengaruh nanti kan berarti kita hapus salah satu yang tidak sesuai dengan hasil penelitian. Nah, itu contohnya. Jadi kan masih proposal. Lalu kemudian do-nya tadi kan sudah Ibu informasikan bahwa penelit ee proses Swedis eh message abdominal message ini selama ee berapa sesi tadi Ibu? Saya mau pastikan lagi berapa sesi ibu lakukan. Tiga sesi ya. Empat sesi sel selama 3 hari berturut-turut. Oke. Baik. Nanti ibu sesuaikan dengan di do. Kalau di do tuh dituliskan per sesi 15 menit satu sesi per hari selama 5 hari berturut-turut. Nah, sesuaikan yang Ibu dengan yang Ibu sudah laksanakan gitu ya supaya sinkron nanti. Lalu kemudian, nah tadi yang masalah Ibu me apa namanya? Mendapat bantuan dari teman-teman atau dengan kata lain asisten peneliti Ibu tambahkan nanti waktu di prosedur pengumpulan data ya Bu ya. Iya M. Heeh. bahwa memang tapi ee walaupun memang ternyata pada saat pelaksanaan ada jug keterangan yang Ibu sudah katakan halaman 41 analisa bivariat. Nah, ini juga masih suara saya terdengar Ibu ini kayaknya internet saya kurang bagus. Dengar jelas M Fitri. Oke. Baik. Ee di analisa bivariat halaman 41 Ibu. Iya, Mam. Nah, itu juga masih bahasa proposal tuh kan Ibu masih tampilkan dua-duanya tuh ujinya uji tites dan dengan Wincokson. Nah, Ibu pakai uji apa waktu uji pengaruh tadi? Perbedaan dan poskokson mam ya dites. Oke, Bu. Iya, Mam. Bu. Iya, Mam. Dengar suara saya, Bu Dina? Dengar, Mam. Dina. Iya, Mam. Halo, M Fitri. Terdengar, Mitri? Terdengar, Mam. Soalnya enggak ada feedback. Saya pikir nanti jaringan saya yang kurang bagus. Oke. Oke. Lalu ee ini di halaman 43. Nah, ini kan di etika penelitian. Iya, M. ada prinsip etik, beneficence, dan nonmalafis. Nah, artinya kan penelitian jangan sampai kita ee melaku apa namanya ya, prosedurnya salah dalam ar tadi Swedis sehingga bisa menyebabkan pasien misalkan jadi ee ada komplikasi. Nah, selama Ibu melakukan prosedur ini Swedish abdominal message ini ada enggak kendala sama pasien? ee ada masalah misalkan hemodinamiknya berkurang atau tidak stabil kira-kira ada enggak? Ee waktu saya melakukan itu kan ee ada beberapa ada mungkin setengahnya itu kan kesadaran Samnolen tuh mem jadi dia gelisah itu kendalanya. I gelisah mem gelisah. Jadi ee kayak TTV-nya hard-nya gitu naik. Tidak juga sih. Gelisah pasien gelisah yang ini maksudnya tu enggak gelisah-gelisah yang sampai tapi hemodinamiknya masih stabil mem ini tapi artinya tidak mempengaruhi hemodinamik masih stabil. Oke. Oke. Ya, itu saya mau pastikan bahwa memang pada saat proses ini kita benar-benar apa namanya mengimplementasikan tetap kita jaga bahwa pasien itu jangan sampai bahaya kan gitu. Jadi hemodinamik tetap stabil ya. I stabil. Iya. M. Oke. Baik. Lanjut lagi. Tadi di hasil ee Mem Sari sudah kasih masukannya. Nanti Ibu tampilkan yang ee konstipasinya ringan. Iya, Mam. Sedang berapa? Yang parah berapa? Iya, Mam. Ya, Bu. Ya, sama dengan dipost juga supaya ketahuan nanti. I. Nah, lalu kemudian di kita agak cepat aja, Bu ya. Halaman 45. Halaman 45 di tabel bivariat. Ibu sudah ketemu? Iya, Mam. Ibu pakai ini, Min, rank. Ibu pakai median apa, Min? Eh, di atas kan Ibu pakai median tuh. Iya, Men. Median, Mam. Pakai sebenarnya pakai min atau median? Median, Mam. Oh, iya. Disesuaikan ya. Karena apa? Kenapa pakai median patokannya? Ee karena ee data ee penelitiannya itu ada yang berhasil dan ada yang tidak berhasil. ya sedikit maksud itu ada yang normal dan ada yang tidak normal. Distribusinya apa? Tidak data tidak terdistribusi dengan normal. Nah, bukan dari patokan berhasil atau tidak gitu ya, Bu ya. Iya, M. Iya, M. Oke. Baik. Nanti diselesaikan ya, Bu ya. Ibu patannya median ya. Iya, Mam. Itu kan tulisannya M. Nah, oke. Nah, tadi untuk di pembahasan jadi kan kalau Ibu sudah kelompokkan nanti berapa orang yang ee ringan, berapa orang yang sedang, berapa orang yang parah, itu ibu analisa satu-satu gitu kan. Kira-kira paling banyak di mana? Adanya di ringan atau yang parah gitu ya atau sedang misalkan banyakan yang parah contohnya ya. Tadi Mem Sari bilang sudah hitung. Saya belum hitung sih berapa persen, tapi saya lihat memang banyak yang parah. Kira-kira itu kenapa itu pasien-pasien ini banyak yang parah seperti itu ya? Apakah dari memang dia dari ee hari rawatnya nanti ibu lihat di situ sehingga memang di karakteristik respon Ibu harus tampilkan ya di master tabel sudah ada datanya tapi harus tampilkan di sana sebagai data pendukung kenapa mereka rata-rata ee contoh apakah memang lebih banyak yang parah nanti Ibu hitung lagi ya apakah memang banyak yang parah seperti itu apakah ada hubungannya ke sana lama rawat kemudian tingkat kesadaran nah terkait tadi masalah tingkat Kesadaran itu saya lihat di master tabel ada yang GCS3 tapi Ibu kasih codingnya ee support GCS3 Ibu berapa? Berapa seharusnya? Koma mem di responden berapa tuh? Harusnya kesarannya kom koma. Nah itu satu orang itu yang nampak. Iya kalau kita lihat di master table ee yang lain itu turun di ringan, yang satu ini yang tinggal di sedang. Nah, itu kan bisa jadi pembahasan juga dia. Dia memang masuk di koma. Walaupun dia masih 5 hari perawatan, tetapi dia statusnya adalah koma. Sehingga cuman si pasien ini atau responden ini yang tinggal di sedang cuman satu. Yang lain kan turun di ringan turun tidak. Nah, Ibu sebagai salah satu ee data pendukung untuk membahas nanti waktu Ibu lihat di posnya. Tapi posnya itu kan ternyata sekian orang ya e sekian responden yang ee tidak, sekian responden yang ringan, sekian satu responden yang masih berada dalam sedang ya. Nah, sedangnya ini kenapa? Mungkin saja bisa kita hubungkan dengan GCS-nya kan gitu. Nanti Ibu carilah pendukungnya bahwa dengan penurunan kesadaran itu tentunya akan mempengaruhi ee relaks apa namanya kontraksi peristatifik usus gitu kan. Jadi sehingga dia tetap berada di sedang gitu ya sebagai salah satu data pendukung itu ya Bu ya. Makanya ee ee nanti dicek lagi ini masalah GCS Ibu ada kan data GCS-nya kan yang Ibu tampilkan di sini kan langsung kelihatan sonol sopor nanti cek lagi bagus-bagus kan ada ada GCS-nya kan Bu cek nanti apak nah ini kan mana tahu mana tahu kita kan kadang silap untuk menginterpretasikan GCS ini masuk ke mana dia kan gitu tingkat kesadaran dicek lagi supaya nanti Ibu ee ee terbantu pada saat melakukan pembahasan I mem ya Bu ya oke Mam. Lalu kemudian tadi pertanyaan Mam Sari, masalah pada saat proses ini berlangsung selama 3 hari ee apakah ada obat-obat yang bersifat laksatif yang diberikan? Ee tadi Ibu bilang enggak ada. Enggak ada sama sekali ya? Iya Mam. Engak ada dokter. Ee ini saya mau nanya sekali lagi karena ini ada beberapa pasien kita yang stroke ee kemudian yang CKB. Ya, artinya kan salah satu penanganannya kan biasanya adalah dokter akan memberikan misalkan kayak lulok untuk supaya pengencer kan kita mencegah jangan sampai peningkatan tekanan terkranial kan kalau dia sampai konstipasi kan gitu memang enggak ada sama sekali dikasih ke situ ke pasiennya Bu. Enggak ada mem sama sekali enggak ada. Iya. Kebanyakan dokter tuh ngasih yang pada pasien yang jantung-jantung posst pos PCI PCI itu, Mam. Oh, oke. Kalau yang ini enggak ya ee kayak masalah trauma kepala gitu kan. Ini kan kita kalau jantung oke kita takut ke sana nanti ee bisa menyebabkan fasa falsafah manuver. Kemudian tapi kalau dia masalah di cedera kepala ini dan stroke itu kan ee takutnya peningkatan tekanan intrakranial kalau dia mengedan kan gitu. Dokter memang sama sekali enggak ada ya kasih ya Bu ya? Pada saat saya melakukan penelitian itu belum ada dikasih mem. Nah nanti setelah itu baru kita konsultasi dengan dokternya untuk pemberian itu. Kalau memang enggak keluar ini memastikan saja sih Bu karena kan ee ini kan contohnya strok hemorik sudah 8 hari dia dirawat dan kemudian dia konstipasinya parah gitu kan. Iya, Nah, apakah Ibu ini contoh nih saya kasih contoh. Kalau misalkan kayak responden yang nomor 13, dia sudah 8 hari dirawat, Ibu meneliti itu ee melakukan intervensi ini di hari ke berapa dia dirawat? Ee pada saat dia masuk ee hari kedua, Mam. Pada saat pasien itu masuk ke ICU pada hari kedua. Heeh. Ee itulah saya melakukan penelitian. Oh, berarti artinya 8 hari 8 hari dirawat ini total semua ya, Ustaz? Iya. Setelah gitu. Heeh. Bukan dari waktu Ibu mulai bukan mem ini pasien baru pertama. Oh, gitu ya. Ya, ya. Nah, itu kan perlu kita luruskan juga gitu kan. Kita berpikir bahwa sudah 8 hari dia tidak bab kan jadinya kan gitu. Nah, tetapi ee ternyata ya begitu dapat pasien mau hari pertama, hari kedua langsung dilakukan ee ini. Jadi harus disesuaikan di sana. Hari hari ke berapa dimulai di apa namanya dilakukan ini harusnya ya hari ke berapa dilakukan ee message tadi kan begitu supaya nanti ketahuan ke belakang riwayatnya. Nah, kembali lagi untuk di ee lembar observasi Ibu yang di ee apa namanya? Untuk menilai konstipasi. Contohnya nih misalkan nomor dua, item nomor dua devakasi kurang dari 2 minggu dua kali seminggu. Heeh. Itu kan memang kalau kita lihat di master tabon nol semua. Ee Ibu dapat informasinya ini dapat ee untuk bisa mengisi nol itu dari mana? Karena 2 minggu dua kali seminggu tanyain dari mana ibu bisa e dapat informasi itu. Walaupun dengan nol, Ibu ambil keputusan tuh nol dari mana dapatnya? Karena kan ini pasien baru masuk. Iya, Mam. Tentunya kan kita ke belakang kita harus tanyain. Em ini saya dapatnya itu gini, Mam. Pas setelah kita melakukan itu kan kita observasi hari keempat tuh, Mam. ee nanti ee setelahnya 1 minggu 4 hari kemudian kita observasi lagi. Saya observasi lagi tanya ke teman-teman tuh ada enggak BAB lagi gitu, Me. Ee iya oke yang posnya okelah selama ke depannya. Tapi misalkan pasiennya baru masuk hari ini habis operasi I kraniotomi contohnya e poster kraniotomi baru masuk hari ini, Ibu. Kemudian sesuailah dengan ee kriteria Ibu, ibu ambillah. Otomatis kan Ibu kaji dia devokasi kurang dari 2 minggu datanya kan harusnya yang ke belakang karena dia kan masih pasien baru. Ibu dapat informasinya ini supaya bisa isi 0 sat atau dua ini dapat dari mana kira-kira? Ibu ada pengkajian enggak ke keluarganya? Ada, mem ada tanya ke keluarga. Nah, itu kan kita itu ya. Jadi justifikasinya bisa dapat dari sana kan pasien misalkan habis operasi kan rata-rata penurunan kesadaran sehingga kita enggak bisa nanyain informasi tersebut. Kalau masalah observasi ke bawah ini. Nah, ini memang tantangannya gini loh. Karena memang ee kita tanyain masalah peristaltik khusus menurunes keras itu kan ee misalkan pasien baru nih kan belum tahu kita orang baru masuk sekarang. Jadi tentunya yang informasinya kita dapatnya itu yang ke belakang sebenarnya gitu. Iya. Nah, ini ini mungkin sedikit ada keterbatasan englah kita katakan karena ee Ibu rata-rata ini pasiennya hari ke berapa, Ibu? Hari ke berapa dia rawat, Ibu ambil jadi responden. Rata-rata hari ke berapa? Ee rata-rata hari kedua, Mam. Ah itu kan artinya masih baru kali gitu baru gitu. Kalau kita mau nilai dia pas masukkan belum kita enggak bisa ini coba ke belakang nanti ya. Jadi memang tantangannya adalah di apa namanya? di ceklis prennya kalau posnya okelah kan kita bisa observasi selama dia ee kita lakukan ee apa namanya intervensi kan seperti itu selama 3 hari ya sehingga ya memang mungkin ini ee satu keterbatasan juga karena kita dapatnya datanya itu 2 hari ee rawat gitu padahal kan ee kita katakan dia konstipasi itu kan jauh ke belakang kan ya tantangannya di sana sih sebenarnya ya. Oke. Ee mungkin boleh ditambahkan aja supaya nanti orang yang membaca tidak bertanya-tanya ini kayak mana ini baru masuk pasiennya langsung tahu dia konstipasikan tahu dari mana. Tentunya itu menjadi suatu keterbatasan tersendiri kecuali untuk ke depannya. Nah, tadi makanya saya tanyain hari 8 hari rawat enggak dikasih lakulok gitu kan misalkan atau laksatif pasien dengan kraniotomi dengan apa stroke gitu kan tentunya itu kan bermasalah nanti kalau bisa tekanan meningkat. Nah, ternyata Ibu ngambilnya di ee pas masuk kan. Iya, itu. Oke. Jadi nanti boleh ditambahkan di sana, Bu ya. Tadi masalah pembahasan-pembahasan dicek-cek lagi dia punya kayak Iya. M tingkat kesadaran pastinya ya. Jadi sebagai tambahan nanti untuk bisa ee melakukan pembahasan. Lalu kemudian ee Ibu masukannya untuk ruangan. Ah, ini sudah Ibu tampilkan di sini bahwa ya diberikan pelatihan. Ibu ini berapa orang asisten Ibu kemarin yang Ibu ajarin Swedish abdominal message? Empat, Mam. Empat. Nah, ah. Jadi mungkin sisanya perlu dilakukan berikan juga ya pelatihan supaya mereka juga bisa tahu dan kemudian diaplikasikan, dilakukan ya pada pasien-pasiennya pada saat perawatan yang konstipasi tadi gitu ya. Iya, sehingga ya mengurangi mengurangi pemberian ee farmakologi, obat-obatan farmakologi yang tentunya juga bisa ee ya tentunya ada efek kan seperti itu. Nah, lalu kemudian ada satu lagi yang di pembahasan mungkin kata satu kata aja sih yang saya mau klarifikasi masalah immobilitas. Iya, M. Di halaman 49 ya memang pasien-pasien yang konstipasi ini kan yang pasien di ISU salah satu ee faktor yang menyumbang konstipasi adalah memang pasiennya immobilitas kan. Lalu kemudian ada obat-obatan yang digunakan kayak misalkan obat-obatan ee apa antidepresan kayak-kayak gitu kan bisa menyebabkan penurunan mortalitas daripada usus. Nah, ini Ibu tuliskan di sini adalah di asumsi Ibu ya ee saya bacakan menurut asumsi peneliti tingginya rarata tingkat konstipasi sebelum intervensi dipengurai oleh kondisi klinis pada pasien yang mengalami imobilitas total. Kalau total sama sekali enggak di Mika, Bu? Pasnya di Mika kan? Masih masih. Nah, semua walaupun dia e walaupun dia habis operasi kan tetap juga ada. Nak maksudnya totalnya dihapuslah karena kan tetap juga masih ada. Cuman memang imobilitas adalah penurunan ee apa namanya mobilitas atau gerak rentang gerak gitu. Tapi kan tidak total juga dia diam. Tetapnya dia harus di imobilisasi. Iya. Imobilisasi aja gitu ya. Iya. M. N kemudian memang penggunaan farmakoterapi yang memang ya bisa menghambat khas khusus ya. Oke, itu itu saja karenakan itu sangat bermakna sekali. Jadi berpikir saya nanti ini pasiennya sama sekali enggak digerakin Kak karena dia immobilisasi total padahal pasiennya itu masih bisa yang somolen-somolan yang kayak apat kan dia bisa diaiki sendiri. Ada yang cuman CKD. CKD kan pasiennya enggak enggak sampai koma kan dia bisa miring-miring gitu kan. Berarti cuman imobilisasi saja tetapi totalnya dihapus ya. Oke ya, Bu ya. Itu mungkin yang perlu ditambahkan nanti. Ee lihat lagi di master tabel supaya membantu Ibu dalam pembahasan ya. Baik, Mam. Oke. Baik. Ee terima kasih mungkin itu masukan dari saya. Sukses selalu Bu Dina ya. Saya kembalikan ke Mari. Terima kasih, Mam. Oke. Baik, terima kasih M Fitri. dan MSari atas masukannya. Apakah dari MS Sri ada tambahan? Mem Sri Mariina ini apa namanya yang tadi M Fitri itu kan memang di master tabel kita itu lama rawat ya Bu ya. I. Jadi barangkali memang mungkin ini di bab 3 di prosedur pengumpulan data di proses penelitian memang kita sampaikan sepertinya supaya memang tidak miss yang tadi Fitri bilang kan rata kita melakukan ee Swedis massas itu di apa di hari kedua ya. Makanya dokter DPJP-nya ACC ada tanda tangan ACC ya tanpa pemerian OP selama itu yang tadi ketika kita lihat yang tadi M Fitri bilang 8 hari masa enggak dapat gitu. Jadi barangkali di pembahasan itu perlu kita tambahkan, Bu. Jadi nanti biar enggak ini ya. Jadi dokternya AC itu kalau 8 hari kan ada tul suratnya ya Fitri di lampiran kemarin pas bimbingan Bu Dina itu juga saya tanya as m dokternya karena k hari kedua M Fitri jadi barangkali itu ya Bu Dina. Terus yang Mam Sari Bu yang tadi Mam Sari ee tanyakan langkah-langkah ee massasnya Swedis massas itu ada di bab du kita Bu ada gambarnya Ibu lengkap kok. Iya. Mau bilang itu. Mau bilang itu. Tapi enggak dibilang. Iya, Bu Dina lagi enggak fokus. Oke, barangkali itu aja, Mam. Ee Tari, terima kasih. Oke, baik. Terima kasih, Mam Sri, ya. Baik, kami score dulu sidangnya, ya, Bu Sekondinasita ya. Silakan menunggu terlebih dahulu. Baik, Mam. atas kelihatan si sudah memari Oke. Baik, Bu Sekondina, bagaimana perasaannya, Bu, setelah sidang? Nur Adila mungkin keluar dulu ya, nanti saya panggil ya. Nur Adila keluar dulu ya. Sidang Bu Sekonina belum selesai. Out dulu ya. Oke. Baik. Bimana perasaannya Bu Sokondina? Sedikit lega memumuman. Ah iya. Jadi ee udah enggak sabar ya supaya meletus bisulnya satu ya, Bu. Oke. Oke Sokondina ya. Alhamdulillah sudah selesai sidang pada siang hari ini. Ibu Sekondina kami nyatakan lulus dengan nilai 88. Selamat ya untuk Bu Sekondina ya. Terima kasih Mam. Terima kasih. Kita foto bersama dulu. Terima kasih masukannya kepada tim penguji Mem Fitri, Memari dan Mem Sri. Kita foto dulu bantu ya Mri. Ibu ada skripsi Bu Dina ada skripsinya. Yuk kita foto yuk. Nah, Ibu mundur kali ya. Ibu mundur. Ah, terus skripsinya taruh di samping boleh. Nah, oke. Oh, hilang dia, Bu. Ketutup aja, Bu Dina. Ibu taruh. Ah, ya. Oke, ya, Bu Dina. Oke. Izin, Ibu-ibu. 1 2 3. Satu lagi, Bu Dina tanpa skripsi kayak bebas, Ibu. Nah, oke. Baik. Izin, Ibu-ibu. 1 2 3. Oke, terima kasih dan selamat. Selamat Bu Dina. Terima kasih, Mam bimbingannya, Mam. Sama-sama. Silakan keluar, ya, Bu. Kami mau lanjut, ya. Iya, Mam. Makasih, Mam. Ya, Mam Tari. Memari Mari sudah dijadikan host ya, Mam Sari. Eh, Mam Utari kayaknya. Mem. Oh, udah jadi mami. Mami pindahin udah. 88 tidurlah lulus tidurlah dengan tenang anak muda. Pasti mau bingung nih aku otak-atik ngapain nih aku otak-atik nanti mau bangun baru kita makan-makan ya. Gimana sih maunya? Tapi tunggu adik pulang. 38 menit masih
Get free YouTube transcripts with timestamps, translation, and download options.
Transcript content is sourced from YouTube's auto-generated captions or AI transcription. All video content belongs to the original creators. Terms of Service · DMCA Contact